KESEHATAN
27 Agustus 2019

Ibu Hamil dengan Darah Tinggi, Mungkinkah Melahirkan Normal?

Tekanan darah yang tidak stabil dan terus naik saat kehamilan perlu kita waspadai
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Menyepelekan tekanan darah saat hamil merupakan hal yang fatal. Apalagi jika tekanan darah tinggi sebelum kehamilan atau saat memulai kehamilan hingga mendekati masa persalinan.

Jika Moms mengalami ini bisa dikatakan Moms terkena preeklamsia. Tapi jika tekanan darah tinggi setelah Moms memasuki usia kehamilan di atas 20 minggu dan setelah pemeriksaan urin tidak mengalami peningkatan protein juga tidak menunjukan gejala preeklamsi, maka Moms terkena hipertensi gestasional.

Pada umumnya tekanan darah normal berada pada angka 120/80 mmHg, seperti yang ditegaskan oleh Jian-Min Niu dari Guangdong Woman and Children Hospital, Guangzhou, bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi memiliki ambang batas di angka 140/90, sedangkan tekanan darah normal berada pada angka 120/80 mmHg.

Meski begitu, tak sedikit ibu hamil dengan tekanan darah tinggi ingin diusahakan untuk bisa melahirkan normal, tapi dalam kondisi seperti ini biasanya dokter lebih menyarankan Moms untuk melahirkan secara c-section atau caesar.

Sebenarnya, bisa saja ibu hamil dengan hipertensi melahirkan normal, jika serviks Moms sudah melebar, kondisi bayi sehat dan kuat untuk menjalani persalinan normal. Namun, ada beberapa prosedur yang perlu dijalani oleh Moms. Berikut daftarnya.

Baca Juga: Hindari 9 Makanan yang Memicu Asam Lambung Ini

1. Pemantauan Kondisi Ibu

ibu hamil darah tinggi melahirkan normal.jpg

Selama kehamilan kondisi Moms akan terus dipantau, terutama tekanan darah selama proses persalinan dan melahirkan. Biasanya dalam beberapa kasus pemberian magnesium melalui intravena akan dilakukan tentunya untuk mengontrol tekanan darah.

2. Pemantauan Kondisi Bayi

ibu hamil darah tinggi melahirkan normal 2.jpg

Melalui USG dokter akan memantau kondisi janin dan mendeteksi tanda-tanda gawat janin. Selain itu, denyut jantung bayi akan dipantau untuk memastikan apakah kondisinya siap untuk menjalani persalinan normal ini.

3. Induksi

Moms yang ingin tetap berusaha melahirkan normal dan bayi sehat untuk menjalani persalinan normal, tetapi tekanan darah Moms terus naik. Maka, biasanya dokter akan melakukan tindakan induksi sebelum hari perkiraan lahir (hpl), hal ini dilakukan untuk menghindari komplikasi serius.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Telinga Berdenging yang Mengganggu

4. Epidural

Rasa nyeri saat persalinan dan melahirkan justru akan meningkatkan tekanan darah. Maka biasanya dokter akan memberi masukan untuk melakukan tindakan epidural pada proses persalinan normal. Tindakan ini juga akan membantu menurunkan tensi Moms saat menjalani proses persalinan.

Risiko Melahirkan Normal dengan Darah Tinggi

Tapi, jika ternyata kondisi Moms dan Si Kecil tidak memungkinkan untuk memenuhi prosedur di atas maka Moms harus mengikutin saran dokter untuk melakukan operasi caesar. Akan sangat membahayakan Moms dan bayi, bahkan salah satunya saat Moms memaksakan untuk melahirkan normal.

Adapun risiko jika Moms memaksakan melahirkan secara normal, dari mulai perkembangan bayi yang lebih lambat hingga kematian bayi. Seperti yang dilansir dari babycenter.com tekanan darah tinggi membuat bayi berkembang lebih lambat dan jauh lebih kecil dari biasanya.

Kondisi serius ini disebut intrauterine growth restriction (IUGR) dan membuat bayi berisiko memiliki banyak masalah kesehatan, termasuk kematian bayi sesaat setelah dilahirkan.

Selain itu bisa menyebabkan autisme pada anak, pendarahan hebat, kerusakan organ tubuh pada ibu, hingga kematian pada ibu.

Maka, konsultasikan dengan dokter untuk terus memantau kondisi ibu dan bayi jika memang Moms merencanakan persalinan normal dalam kondisi hipertensi.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu Penyebab Mata Bintitan!

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang melahirkan normal dengan tekanan darah tinggi. Ingat, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan ya Moms.

(PSF/ERN)

Artikel Terkait