KESEHATAN
10 Mei 2019

Ibu Hamil Harus Berhenti Berpuasa Jika 4 Tanda Ini Terjadi

Jangan sepelekan karena keadaan ini bisa memperburuk keadaan ibu dan janin
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Kebanyakan ibu hamil ingin tetap berpuasa di bulan Ramadan. Namun perlu diperhatikan, ibu hamil yang ingin berpuasa, wajib memastikan kondisi tubuhnya sehat terlebih dahulu.

Hal ini dikarenakan puasa pada ibu hamil akan mempengaruhi beberapa hal dalam tubuh ibu dan janin.

Menurut dr. Juwalita Surapsari, dokter spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah - Pondok Indah, sebelum berpuasa Moms harus memastikan bahwa tidak ada penyakit lain yang sedang diderita.

“Misalnya diabetes melitus dan hipertensi. Ibu dengan kondisi ini tidak disarankan untuk berpuasa. Untuk itu agar lebih aman, penting untuk ibu memeriksakan kondisinya terlebih dahulu sebelum berpuasa,” ujar dr. Juwalita.

Selain itu, ada juga kondisi-kondisi tertentu yang wajib ibu hamil perhatikan, yang mengharuskan kita untuk segera berhenti berpuasa jika ada tanda-tanda yang mulai timbul. Apa saja tanda-tanda yang perlu diwaspadai? Simak penjelasan dr. Julawalita Surapsari berikut ini.

Baca Juga: Mengatasi Radang Tenggorokan Saat Hamil

1. Berat Badan

Ibu Hamil Harus Berhenti Berpuasa Jika 4 Tanda Ini Terjadi

Meski sedang berpuasa, kondisi berat badan ibu hamil harus tetap sama sesuai dengan masa kehamilannya.

Oleh sebab itulah, ibu hamil memerlukan kandungan gizi yang cukup bahkan lebih selama masa berpuasa.

Namun, bila berat badan Moms tidak naik sesuai dengan periode kehamilan atau malah turun selama menjalankan puasa, hal ini bisa menjadi tanda Moms dan janin mengalami kurang gizi.

Untuk itu, segera berhenti berpuasa agar keadaan tubuh dan janin tidak semakin buruk.

2. Haus Berlebihan

Ibu Hamil Harus Berhenti Berpuasa Jika 4 Tanda Ini Terjadi

Rasa haus yang berlebihan bisa menjadi tanda kita mengalami dehidrasi. Tanda ini seringkali diikuti dengan gejala pusing, demam, muntah, lemas, lelah, dan bibir yang kering. Jika sudah begini Moms juga harus berhenti berpuasa.

Walau terdengar sepele, keadaan ini sebenarnya sangat berbahaya untuk ibu hamil. Haus berlebihan juga berhubungan dengan kondisi air ketuban.

Bila ibu mengalami dehidrasi, otomatis jumlah air ketuban akan menipis. Akibatnya risiko keguguran pun akan meningkat.

Selain haus berlebihan, warna urine yang berubah menjadi gelap juga dapat menjadi tanda dehidrasi.

Baca Juga: Bahaya Dehidrasi pada Ibu Hamil dan Janin

3. Mual dan Muntah

Ibu Hamil Harus Berhenti Berpuasa Jika 4 Tanda Ini Terjadi

Mual dan muntah biasa dialami oleh ibu yang berada pada usia kehamilan trimester pertama.

Makanya ibu hamil disarankan untuk berpuasa pada periode kehamilan trimester dua atau tiga, karena gejala mualnya sudah berkurang.

Bila Moms mengalami gejala ini saat berpuasa, kita harus segera membatalkan puasa.

Kondisi tubuh ibu yang lemas dan tidak berdaya akibat mual, akan menyebabkan gangguan pada kondisi janin.

Selain itu, hal ini juga bisa menjadi pertanda gangguan serius sedang terjadi dalam tubuh kita. Jadi segera berhenti puasa ya Moms.

4. Nyeri Perut dan Gangguan pada Janin

Ibu Hamil Harus Berhenti Berpuasa Jika 4 Tanda Ini Terjadi

Jika pergerakan janin di dalam perut berkurang, Moms patut waspada dan segera menghentikan puasa. Hal ini bisa menjadi tanda gangguan serius sedang terjadi pada janin kita.

Cobalah untuk segera berbuka dengan sedikit makanan dan minuman untuk merangsang bayi. Jika masih tidak ada respon, Moms harus segera berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Selain itu nyeri perut saat berpuasa juga perlu diwaspadai. Keadaan seperti ini jika terus berjlanjut, akan menyebabkan bayi lahir dengan keadaan prematur.

Baca Juga: Kenali Berbagai Macam Kontraksi Pada Ibu Hamil

Itu tanda-tanda yang perlu ibu hamil waspadai saat berpuasa. Jika tanda-tanda ini mulai muncul, kita harus segera berhenti berpuasa, walaupun puasa termasuk ibadah, bukankah keadaan janin yang sehat juga penting?

“Ketika ada warning sign, berarti ada masalah dalam tubuh. Jika diabaikan akan berakibat memperburuk keadaan,” tutur dr. Juwalita.

(AWD/INT)

Artikel Terkait