KEHAMILAN
16 Juni 2019

Ibu Hamil Ingin Menonton Konser Musik? Pahami Dulu Aturannya!

Pecinta musik apakah boleh menonton saat hamil?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Ibu hamil pecinta musik tentu ingin sekali tetap bisa menyalurkan hobinya seperti datang ke konser musik.

Lalu, apakah boleh ibu hamil menonton konser? Adakah bahayanya bagi janin dalam kandungan?

Penelitian Mengenai Suara Keras Saat Hamil

shutterstock_1074559082.jpg

Ternyata suara keras dapat memengaruhi pendengaran Moms dan meningkatkan tingkat stres.

Bahkan dapat meningkatkan peluang Moms untuk memiliki bayi dengan masalah pendengaran.

“Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan musik keras atau sumbang yang konstan dapat mengubah struktur otak hewan, dan menghambat pertumbuhan tanaman, dan bahkan dapat merusak pendengaran bayi yang belum lahir,” ujar Dr. Amos Grunebaum, MD sebagaimana dikutip dari babymed.com.

Janin yang sedang berkembang dapat bereaksi terhadap musik keras dan suara bising. Hal ini biasanya mulai sekitar 22 minggu kehamilan.

Baca Juga : Harus Musik Klasik untuk Stimulasi Janin dalam Kandungan?

Pada minggu ke 22 kehamilan, koklea janin dalam kandungan akan sepenuhnya terbentuk. Koklea adalah bagian dari telinga bagian dalam yang memungkinkan pendengaran.

Setelah minggu ke-22, janin dapat mendengar semua yang Moms dengar, meskipun suara dalam frekuensi yang lebih tinggi akan sedikit teredam.

Penelitian telah menunjukkan wanita yang bekerja di lingkungan yang membutuhkan perlindungan pendengaran memiliki bayi dengan tingkat gangguan pendengaran yang lebih tinggi.

Selain itu, ada bukti yang berkembang bahwa kebisingan yang berlebihan dapat membahayakan janin yang sedang berkembang.

Aturan Aman Menonton Konser

shutterstock_451610926.jpg

Tentu saja Moms tetap bisa menonton konser, asalkan memperhatikan beberapa hal.

Nyatanya, suara di dalam rahim Moms akan terdengar terendam dan tidak hanya oleh penghalang fisik cairan ketuban dan tubuh Moms sendiri.

Janin dipenuhi cairan sehingga gendang telinga dan telinga tengah bayi tidak dapat melakukan pekerjaan mereka yang normal untuk memperkuat suara.

Jadi, bahkan suara yang cukup keras untuk Moms tidak akan terasa keras untuk janin dalam kandungan.

Tentu saja, itu hanya berlaku selama suaranya tidak berlebihan dan tidak bertahan terlalu lama.

Apa yang khususnya dikhawatirkan oleh para ahli adalah pemaparan yang berkepanjangan dan berkepanjangan terhadap kebisingan yang sangat keras.

Hal ini harus diperhatikan pada Moms yang bekerja di tengah kebisingan selama delapan jam per hari.

The National Institute for Occupational Safety and Health di Amerika Serikat, sebagaimana dikutip dari whattoexpect.com menyarankan agar ibu hamil menghindari paparan rutin terhadap kebisingan lebih keras dari 115 desibel.

Baca Juga : Mengapa Ibu Hamil Sering Ngidam Aneh?

Studi menunjukkan bahwa secara teratur mengalami tingkat kebisingan meningkatkan kemungkinan bayi menderita gangguan pendengaran, terutama pada frekuensi yang lebih tinggi.

Paparan berulang terhadap suara yang sangat keras juga dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.

Paparan singkat namun sering terhadap suara yang sangat intens, pada 150 atau 155 desibel dapat menyebabkan masalah yang sama bagi janin.

Pertanyaan bolehkah ibu hamil menonton konser punya jawaban boleh! Tetapi, Moms juga harus memperhatikan posisi menonton.

Posisikan diri Moms di belakang ruang konser, jauh dari speaker. Moms akan menikmati musik sama banyaknya dan tetap menjaga pendengaran janin tetap aman.

Tak hanya ibu hamil menonton konser, saat mendengarkan musik di mobil juga harus diperhatikan jangan sampai mengguncangkan janin dalam kandungan.

Apakah Moms termasuk salah satu ibu hamil hobi menonton konser?

(GSA/CAR)

Artikel Terkait