KEHAMILAN
11 Juni 2019

Ibu Hamil Kena Rubella, Apa Dampaknya?

Dampaknya pada janin bisa fatal lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Belakangan ini, nama rubella sedang banyak dibicarakan. Rubella dikenal juga sebagai campak jerman. Gejalanya mirip seperti campak pada umumnya. Namun, dampaknya ternyata bisa sangat berbahaya lho Moms, terutama untuk ibu hamil.

Lalu apa dampaknya jika ibu hamil kena rubella?

Ternyata, rubella yang menular pada ibu hamil bisa membuat janin dalam kandungan mengalami gangguan perkembangan. Infeksi dari virus rubella menyebabkan kerusakan paling parah ketika ibu hamil kena rubella awal kehamilan, terutama dalam 12 minggu pertama (trimester pertama).

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RS Pondok Indah-Puri Indah dr. Thomas Chayadi, Sp. OG menjelaskan, infeksi virus rubella dapat terjadi sebelum kehamilan dan saat kehamilan (trimester pertama, kedua atau ketiga).

"Infeksi virus rubella pada trimester pertama akan menyebabkan tingginya risiko terjadinya abortus dan kelainan/cacat bawaan yang berat," jelas dr Thomas.

Nah, karena ketika ibu hamil kena rubella sangat berbahaya bagi diri dan bayinya yang sedang berkembang, Moms harus melindungi dari rubella dengan vaksin rubella sebelum berencana untuk hamil.

Sebelumnya, Moms juga harus mempelajari apa itu rubella dan dampaknya ketika ibu hamil kena rubella. Yuk kita simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: 7 Fakta Seputar Campak dan Rubella pada Bayi

Kelainan Bawaan Janin Akibat Ibu Hamil Kena Rubella

virus rubella saat hamil-1.jpg

Lebih lanjut, dr Thomas menerangkan, kelainan bawaan janin yang disebabkan oleh virus rubella dikenal dengan congenital rubella syndrome, yang memberikan gambaran seperti:

  • Kelainan pada mata: katarak dan glaukoma kongenital/bawaan
  • Kelainan pada jantung: gangguan pada duktus arteriosus dan stenosis/penyempitan dari pembuluh darah paru (stenosis arteri pulmonalis)
  • Kelainan pada sistem saraf pusat: mikrosefali (otak yang kecil), gangguan/terhambatnya perkembangan mental hingga retardasi mental, dan infeksi pada selaput dan otak janin (meningoensefalitis).
  • Kelainan pada sistem darah: purpura neonatal
  • Kelainan pada sistem tulang: penyakit pada tulang
  • Kelainan pada organ dalam (pembesaran hati dan limpa/hepatosplenomegali)

Baca Juga: 4 Mitos dan Fakta Seputar Vaksin MR/MMR

Pencegahan sebelum Ibu Hamil Kena Rubella

virus rubella saat hamil-2.jpg

Terkait pencegahan atau pengobatan yang bisa dilakukan bila ibu hamil kena rubella, dr Thomas mengatakan, tidak ada tatalaksana atau pengobatan khusus pada infeksi virus rubella.

"Namun, dapat dilakukan tindakan pencegahan, yaitu dengan vaksinasi/imunisasi terhadap infeksi rubella," terangnya.

Karenanya, Moms yang berencana hamil harus memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan sudah divaksinasi rubella sebelum hamil.

Mengutip dari situs CDC, karena vaksin MMR adalah vaksin virus hidup yang dilemahkan, ibu hamil yang tidak divaksinasi harus menunggu untuk mendapatkan vaksin MMR sampai setelah mereka melahirkan.

Perempuan dewasa usia subur harus menghindari hamil setidaknya empat minggu setelah menerima vaksin MMR. Bila Moms terkena rubella atau terpapar rubella saat sedang hamil, segera hubungi dokter kandungan untuk mendapatkan bantuan medis.

Baca Juga: Ramai Dibicarakan, Ini 5 Fakta Rubella yang Harus Diketahui

Sebagai pencegahan, sebaiknya Moms lakukan vaksinasi MMR sebelum hamil ya!

Artikel Terkait