KEHAMILAN
13 September 2020

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol? Cek Faktanya Berikut!

Supaya tidak mengganggu kehamilan, coba simak anjuran makan jengkol selama saat hamil berikut ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bagi sebagian besar wanita, kehamilan adalah hal yang sangat mereka tunggu-tunggu. Supaya kehamilan tetap berjalan lancar dan sehat, wanita hamil wajib memerhatikan kecukupan gizi. Terlebih jika sedang mengidam, maka wanita hamil harus paham betul efek makanan yang ia inginkan bagi dirinya dan janin.

Salah satu makanan yang terkenal akan cita rasanya yang nikmat dan mungkin diinginkan oleh ibu hamil adalah jengkol. Namun, Moms pasti bertanya,bolehkah ibu hamil makan jengkol? Apakah ada efek samping tertentu saat wanita hamil makan jengkol. Supaya tidak keliru, maka Moms perlu menyimak ulasan tentang konsumsi jengkol selama kehamilan berikut ini!

Baca Juga: 10 Makanan Ibu Hamil 7 Bulan yang Dianjurkan dan Pantangannya, Wajib Tahu!

Ibu Hamil Makan Jengkol, Amankah?

Jika Moms bertanya-tanya, bolehkah ibu hamil makan jengkol, maka jawabannya bisa bervariasi. Umumnya makan jengkol saat hamil diperbolehkan, asalkan tidak terlalu berlebihan. Melansir Steemit , dalam 100 gram jengkol terkandung beberapa jenis nutrisi, yaitu:

  • 133 kalori
  • 23,3 gram protein
  • 20,7 gram karbohidrat
  • 240 SI vitamin A
  • 0.7 mg vitamin B
  • 80 mg vitamin C
  • 166,7 mg fosfor
  • 140 mg kalsium
  • 4,7 mg zat besi
  • 49,5 gr air

Jadi secara umum, mengonsumsi jengkol tidak akan mengancam kesehatan bayi. Pada wanita hamil, asupan kalsium yang cukup adalah hal yang penting guna menjaga kesehatan tulang ibu dan pembentukan tulang bayi di dalam kandungan. Sementara itu, serat pada jengkol juga bermanfaat untuk memperlancar pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit (konstipasi) pada trimester akhir kehamilan.

Namun, di dalam jengkol juga terdapat kandungan yang berbahaya yaitu asam jengkolat. Zat ini termasuk berbahaya, karena dapat menyebabkan keracunan bila menumpuk di dalam ginjal. Jika asam jengkolat menumpuk, maka ia akan membentuk kristal tajam dalam ginjal dan dapat merobek dinding saluran kemih. Alhasil, konsumsi jengkol berlebihan bisa menyebabkan ibu hamil alami nyeri yang hebat di perut bawah, perdarahan saluran kencing (hematuria), bahkan gagal ginjal.

Anjuran untuk tidak mengonsumsi jengkol berlebihan selama juga disebutkan dalam sebuah jurnal yang diterbitkan U.S. National Library of Medicine. Jengkol (Archidendron pauciflorum), disebut-sebut sebagai makanan umum yang harus dihindari saat hamil. Ini karena baunya yang kuat dan rasa pahitnya bisa membahayakan bayi atau menyebabkan ibu kelak sulit untuk melahirkan.

Baca Juga: Resep Jengkol Balado yang Pedas Nan Enak

Efek Samping Ibu Hamil Makan Jengkol

Efek Samping Makan Jengkol Saat Hamil

Foto: Orami Photo Stock

Jika ibu hamil gemar mengonsumsi jengkol, sebaiknya kebiasaan ini segera dikurangi atau dihentikan. Pasalnya, ada beberapa jenis efek samping yang bisa terjadi saat ibu hamil terlalu banyak makan jengkol, yaitu:

1. Sakit Pinggang

Bagi ibu hamil, nyeri pinggang mungkin hal yang wajar terjadi.Namun, jika sakit pinggang muncul setelah ibu hamil makan jengkol, ini merupakan tanda bahaya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, jengkol mengandung asam jengkolat yang jika jumlahnya terlalu banyak bisa menyebabkan penumpukan pada sistem sekresi tubuh. Alhasil, ibu bisa sakit pinggang, bahkan kesulitan untuk duduk atau berdiri.

2. Gangguan Ginjal

Asam jengkolat yang terus menumpuk akibat terlalu banyak konsumsi jengkol juga akan memperburuk kondisi ginjal. Jika sudah parah, kondisi ini bisa menurunkan fungsi ginjal dalam membuang racun di dalam tubuh.

Dalam dunia medis, dikenal juga istilah djenkolism, yakni penyebab yang tidak umum dari cedera ginjal akut akibat konsumsi jengkol. Dalam jurnal yang dipublikasikan di U.S. National Library of Medicine, djenkolism adalah sekumpulan gejala seperti nyeri panggul, obstruksi kandung kemih, dan cedera ginjal akut.

Mayoritas pengidapnya bisa sembuh dengan hidrasi, terapi bikarbonat, dan pengobatan nyeri. Namun, tiga pasien dari 96 pasien yang diteliti membutuhkan intervensi bedah, dan satu pasien membutuhkan pemasangan stent ureter untuk batu asam jengkolic yang menghalangi. Empat dari 96 pasien pun dilaporkan meninggal karena gagal ginjal akut akibat kondisi ini.

Baca Juga:

3. Keguguran

Dampak terburuk dari konsumsi jengkol berlebihan pada ibu hamil adalah keguguran atau janin meninggal dalam kandungan. Kasus ini bisa terjadi saat ibu hamil keracunan asam jengkolat yang sangat parah dan pertolongan terlambat diberikan. Asam jengkolat yang sudah berubah menjadi kristal akan menumpuk pada ginjal membuat sistem sekresi ibu hamil kacau.

4. Keracunan Jengkol

Keracunan jengkol juga bisa terjadi saat ibu hamil muda makan jengkol dalam jumlah yang sangat banyak. Jika kondisi ini terjadi, maka akan ada beberapa gejala yang muncul seperti rasa tidak nyaman, mual, muntah, sakit kepala, nyeri pada tubuh, demam dan sulit untuk buang air kecil. Oleh karena itu, ibu hamil wajib membatasi konsumsi jengkol.

Hingga kini belum ada penelitian terpadu yang menyebutkan batas aman konsumsi jengkol, baik untuk orang biasa atau ibu hamil. Jadi, ada yang bertanya bolehkah ibu hamil makan jengkol, maka minta ibu hamil tersebut mengonsumsinya dalam jumlah sedikit.

Baca Juga: Pentingnya Peran Kalsium dalam Masa Kehamilan

Makanan Apa yang Paling Baik untuk Ibu Hamil?

Jika ibu hamil mengidam semur jengkol, atau olahan jengkol lainnya, sebaiknya konsumsi sedikit saja. Bila perlu, tahan keinginan tersebut dan cobalah memperbanyak makanan tinggi nutrisi yang baik untuk mendukung kehamilan.

Secara umum, ibu hamil memerlukan beberapa nutrisi selama kehamilan seperti protein, vitamin dan mineral, lemak sehat, karbohidrat kompleks, serat, dan cairan. Untuk itu, berikut ini terdapat beberapa makanan sehat yang perlu dikonsumsi ibu hamil lebih sering:

1. Kacang-Kacangann Olahannya

Produk Susu dan Olahannya

Foto: Orami Photo Stock

Selama kehamilan, ibu hamil perlu mengonsumsi protein dan kalsium ekstra untuk memenuhi kebutuhan si kecil yang sedang tumbuh. Produk susu seperti susu, keju, dan yogurt bisa menjadi pilihan. Produk susu mengandung dua jenis protein berkualitas tinggi: kasein dan whey. Produk susu adalah sumber kalsium makanan terbaik, dan menyediakan fosfor, vitamin B, magnesium, dan seng dalam jumlah tinggi.

Sementara itu, yogurt, terutama yogurt Yunani, mengandung lebih banyak kalsium daripada kebanyakan produk susu lainnya dan sangat bermanfaat untuk ibu hamil. Beberapa jenisnya juga mengandung bakteri probiotik, yang mendukung kesehatan pencernaan.

7. Kacang-Kacangan

Kacang-Kacangan

Foto: Orami Photo Stock

Kelompok makanan ini termasuk lentil, kacang polong, buncis, kedelai, dan kacang tanah adalah sumber nutrisi sehat untuk ibu hamil. Kacang-kacangan adalah sumber serat, protein, zat besi, folat, dan kalsium nabati yang baik. Semua nutrisi tersebut adalah jenis nutrisi yang paling dibutuhkan tubuh selama kehamilan.

Folat dalam kacang-kacangan juga merupakan salah satu vitamin B (B9) yang paling penting. Ini sangat penting bagi ibu hamil dan bayi, terutama selama trimester pertama, dan bahkan saat merencanakan kehamilan. Ibu hamil membutuhkan setidaknya 600 mikrogram (mcg) folat setiap hari, yang bisa menjadi tantangan untuk dicapai hanya dengan makanan. Oleh karena itu, ibu hamil bisa menambahkan kacang-kacangan untuk dijadikan camilan sehat.

Baca Juga: Kenali 5 Manfaat Kacang Almond untuk Ibu Hamil

4. Salmon

Ubi

Foto: Orami Photo Stock

Mungkin sebagian orang menghindari ubi karena bisa menyebabkan aroma kentut yang lebih buruk. Namun, ubi jalar adalah sumber nutrisi yang juga sangat baik dikonsumsi selama hamil. Ini karena ubi kaya akan beta karoten, yakni senyawa tanaman yang diubah menjadi vitamin A dalam tubuh.

Untungnya, ubi adalah sumber beta karoten dan serat nabati yang melimpah. Serat membuat ibu hamil kenyang lebih lama, mengurangi lonjakan gula darah, dan meningkatkan kesehatan pencernaan.

9. Salmon

Salmon

Foto: Orami Photo Stock

Ikan satu ini juga merupakan favorit banyak orang karena kandungan gizinya yang tinggi. Salmon kaya akan asam lemak omega-3 esensial yang memiliki banyak manfaat.

Ini ditemukan dalam jumlah tinggi dalam makanan laut, dan membantu membangun otak dan kesehatan mata bayi di dalam kandungan. Selain itu, salmon adalah salah satu dari sedikit sumber vitamin D alami yang penting untuk kesehatan tulang dan fungsi kekebalan.

Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa makanan laut tidak boleh terlalu sering dimakan saat hamil. Ini karena makanan laut tinggi akan merkuri. Namun, salmon bukanlah jenis ikan yang memiliki tingkat kontaminasi merkuri yang tinggi. Sementara itu, beberapa ikan laut yang perlu dihindari adalah ikan todak, ikan makarel, ikan marlin, dan ikan tuna mata besar.

5. Telur

Telur

Foto: Orami Photo Stock

Telur adalah sumber nutrisi sehat untuk ibu hamil selanjutnya. Ini karena telur mengandung hampir semua nutrisi yang dibutuhkan. Telur berukuran besar mengandung sekitar 80 kalori, protein berkualitas tinggi, lemak, dan banyak vitamin dan mineral. Telur juga merupakan sumber kolin yang bagus, yakni nutrisi penting selama kehamilan.

Kolin berfungsi untuk mendukung perkembangan otak bayi dan membantu mencegah kelainan perkembangan otak dan tulang belakang. Satu telur utuh mengandung sekitar 147 miligram (mg) kolin, yang akan membuat kamu mendekati asupan kolin yang direkomendasikan.

Baca Juga: Bukan Daging yang Jadi Sumber Protein Terbaik, Tapi Telur, Kok Bisa?

6. Brokoli dan Sayuran Hijau

Brokoli

Foto: Orami Photo Stock

Brokoli dan sayuran hijau tua, seperti kangkung dan bayam, mengandung begitu banyak nutrisi yang ibu hamil butuhkan. Bahkan jika kamu kurang menyukainya, ada beberapa cara untuk memasukkan sayuran hijau ke sajian makanan.

Sayuran hijau mengandung serat, vitamin C, vitamin K, vitamin A, kalsium, zat besi, folat, dan kalium. Menambahkan porsi sayuran hijau adalah cara yang efisien untuk mengemas vitamin dan mencegah sembelit berkat kandungan serat di dalamnya. Rutin konsumsi sayuran juga dikaitkan dengan penurunan risiko berat badan lahir rendah.

7. Daging dan Protein Tanpa Lemak

Daging dan Protein Tanpa Lemak

Foto: Orami Photo Stock

Daging sapi tanpa lemak dan ayam merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang sangat baik. Daging sapi juga kaya zat besi, kolin, dan vitamin B lainnya, yang mana semua ini diperlukan untuk mendukung kehamilan.

Zat besi di dalam daging juga merupakan mineral esensial yang digunakan oleh sel darah merah sebagai bagian dari hemoglobin. Ibu hamil akan membutuhkan lebih banyak zat besi karena volume darah selama hamil akan meningkat. Ini juga sangat penting selama trimester ketiga. Kadar zat besi yang rendah selama awal dan pertengahan kehamilan dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi, yang meningkatkan risiko berat badan lahir rendah dan komplikasi lainnya.

Pasangkan makanan yang kaya vitamin C, seperti jeruk atau paprika, bersama dengan makanan kaya zat besi seperti daging untuk membantu meningkatkan penyerapannya di dalam tubuh.

Baca Juga: Kenali Sumber Protein Penting Bagi Ibu Hamil!

8. Buah Beri

Buah Beri

Foto: Orami Stock Photos

Buah beri mengandung banyak kebaikan dalam kemasan kecilnya. Ia mengandung air, karbohidrat sehat, vitamin C, serat, dan antioksidan. Buah beri juga memiliki nilai indeks glikemik yang relatif rendah, jadi tidak akan menyebabkan lonjakan besar gula darah.

Buah beri juga merupakan camilan yang enak, karena mengandung air dan serat. Mereka memberikan banyak rasa dan nutrisi, tetapi dengan kalori yang relatif sedikit. Beberapa buah beri terbaik untuk dimakan saat hamil adalah blueberry, raspberry, goji berry, stroberi, dan acai berry.

9. Avokad

Alpukat

Foto: Orami Stock Photos

Avokad merupakan buah yang sangat unggul karena ia mengandung banyak asam lemak tak jenuh tunggal. Hal ini membuat mereka terasa seperti mentega dan cocok untuk dijadikan camilan sehat selama hamil. Avokad juga tinggi serat, vitamin B (terutama folat), vitamin K, kalium, tembaga, vitamin E, dan vitamin C.

Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan Taylor and Francis Group, karena kandungan lemak sehat, folat, dan kalium yang tinggi, alpukat adalah pilihan yang bagus selama kehamilan. Lemak sehat membantu membangun kulit, otak, dan jaringan dalam tubuh bay di dalam kandungan. Folat dapat membantu mencegah cacat tabung saraf, kelainan perkembangan otak dan tulang belakang seperti spina bifida.

Kalium dalam avokad juga dapat membantu meredakan kram kaki, efek samping kehamilan bagi sebagian wanita. Faktanya, alpukat mengandung lebih banyak kalium daripada pisang. Moms bisa mengolah alpukat menjadi guacamole, salad, smoothie, atau olesan roti gandum.

Baca Juga: 5 Mitos Seputar Ibu Hamil dan Bayi Saat Gerhana Bulan

Itulah ulasan mengenai bahaya konsumsi makan jengkol berlebih selama kehamilan, dan beberapa jenis makanan sehat yang disarankan saat hamil. Namun, pastikan kamu juga mendiskusikannya dengan dokter dahulu sebelum mengonsumsi makanan apapun selama kehamilan. Ini semua agar Ibu terhindar dari masalah kehamilan yang tidak diinginkan.

Artikel Terkait