KEHAMILAN
26 April 2020

Amankah Ibu Hamil Mengonsumsi Kerang? Simak di Sini!

Memenuhi nutrisi ibu hamil adalah makan berbagai macam makanan bergizi, tapi bagaimana dengan kerang?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Dina Vionetta

Selama hamil, Moms diwajibkan untuk makan-makanan yang tepat.

Hal ini benar adanya karena makanan yang sehat dapat membantu menyediakan nutrisi yang Moms butuhkan termasuk untuk Si Kecil dalam kandungan.

Bahkan, makanan yang sehat bisa menghindari serta mencegah risiko terpapar racun dan bakteri yang berdampak pada perkembangan janin.

Baca Juga:Ibu Hamil Makan Nangka, Apa Manfaat dan Efek Sampingnya?

Akan tetapi, keinginan untuk makan makanan yang sehat berbanding terbalik ketika Moms merasakan ngidam.

Ya, mengidam membuat sebagian ibu hamil menginginkan makanan yang harus mereka hindari selama kehamilan.

Bukan rahasia lagi bahwa kerang sangat lezat. Tapi, apakah aman ibu hamil makan kerang?

Amankah Ibu Hamil Konsumsi Kerang?

Kerang dapat menjadi sumber banyak vitamin dan mineral, serta protein, tetapi mereka juga memiliki potensi bakteri berbahaya.

Lalu, amankah ibu hamil konsumsi kerang?

Aman Selama Diproses

Ibu Hamil

Kerang, termasuk tiram, kepiting, udang, dan lobster, aman dikonsumsi pada kehamilan tetapi hanya jika sudah matang, tidak boleh dimakan mentah karena berisiko keracunan makanan.

Menurut NHS, dengan memasak kerang maka bakteri atau virus apa pun biasanya mampu hilang. Namun, jika ada racun, mereka tidak akan sepenuhnya bisa terhapus dengan memasak.

Saat Moms tidak memasak makanan, semua bakteri yang semula ada pada hewan atau tumbuhan akan masuk ke sistem pencernaan utamanya berbahaya saat kehamilan.

Konsumsi Secara Terbatas

Kerang termasuk makanan rendah lemak, sumber selenium, seng, yodium, dan tembaga.

Menurut Food and Drugs Administration, menganjurkan untuk makan kerang dua hingga tiga kali seminggu.

Akan tetapi, bagi ibu hamil ada baiknya berbicara terlebih dulu kepada dokter kandungan untuk memastikan boleh atau tidaknya mengonsumsi.

Sementara itu, berdasarkan artikel dari Palo Alto Medical Foundation, porsi ibu hamil makan kerang dengan aman yaitu makan 12 ons yang dimasak per minggu, dengan ukuran porsi khas antara tiga hingga enam ons.

Baca Juga:Keracunan Makanan? Redakan dengan 5 Bahan Alami Berikut Ini

Namun, sebelum ibu hamil makan kerang. Ada beberapa hal yang perlu diingat, yaitu:

  • Ada baiknya gunakan kerang yang segar daripada yang didinginkan.
  • Saat memasak kerang, pastikan mereka matang secara menyeluruh.
  • Jauhkan ibu hamil makan kerang terutama pada trimester pertama dan terakhir, karena merupakan periode berisiko tinggi.

Efek Samping Makan Kerang Mentah

Apabila ibu hamil makan kerang dalam keadaan mentah ada efek samping tertentu yang tidak diinginkan, berikut ini beberapa di antaranya:

1. Risiko Mengalami Masalah Gastrointestinal

Karena kerang mungkin tidak cukup matang atau umumnya mentah, ada kemungkinan mereka mengandung bakteri yang dapat menginfeksi saluran pencernaan dan area lain di dalam tubuh.

Kadang-kadang, bakteri dan jamur yang menyebabkan infeksi mungkin berbahaya bagi janin, menyebabkan keguguran atau kerusakan parah pada otak.

2. Kekebalan yang Tidak Efektif Selama Kehamilan

Karena bayi tumbuh di dalam tubuh, sistem kekebalan mengambil langkah-turun untuk menjaga semua proses berfungsi sebagaimana mestinya.

Sayangnya, ini meningkatkan kemungkinan mengalami keracunan makanan, terutama dari makanan laut seperti kerang.

Kadang-kadang, mereka bahkan dapat memicu reaksi alergi sebagai hasil dari respon akhir sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga:Waspada Keracunan Makanan saat Hamil, Berbahaya!

Ketika Moms tengah hamil, perubahan hormon dalam tubuh menurunkan sistem kekebalan tubuh yang dapat membuatnya lebih sulit untuk melawan penyakit dan infeksi.

Mencegah penyakit bawaan makanan dan melindungi diri dari risiko makanan lain selama kehamilan sangat penting.

Terutama bila ibu hamil makan kerang, ada baiknya untuk berbicara terlebih dulu dengan bidan atau dokter kandungan untuk memasukkannya dalam menu harian.

Artikel Terkait