KEHAMILAN
24 Juni 2020

Ibu Hamil Pingsan, Ketahui Penyebab dan cara Mengantisipasinya

Pingsan saat hamil ternyata bisa jadi tanda masalah kesehatan pada ibu dan bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms, mungkin telah lama tahu bahwa pingsan adalah gejala umum tetapi tidak berbahaya dari kehamilan,. Tetapi penelitian baru menunjukkan itu mungkin masalah bagi kesehatan bayi dan ibu, terutama bila terjadi selama trimester pertama.

Berdasarkan penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association, sekitar 1 persen ibu hamil pingsan dan sekitar sepertiga dari mereka mengalami pingsan pada tiga bulan pertama kehamilan.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim peneliti kardiologi yang mencakupi ahli epidemiologi senior Universitas Alberta Padma Kaul dan peserta pelatihan kardiologi Universitas Calgary, Safia Chatur.

Baca Juga:Ini 3 Alasan Mengapa Kita Pingsan

Para peneliti meninjau catatan kelahiran 481.930 bayi yang lahir di Alberta antara 2005 dan 2014, serta catatan medis ibu selama satu tahun setelah melahirkan, mencari frekuensi, waktu dan hasil dari frekuensi pingsan.

Tim menemukan sekitar 1 persen ibu hamil pingsan dan sepertiga dari mereka mengalaminya selama tiga bulan pertama kehamilan. Di antara kehamilan di mana pingsan terjadi selama trimester pertama, tim peneliti mengamati tingkat kelahiran prematur yang lebih tinggi, dan peningkatan masalah jantung dan frekuensi pingsan lebih lanjut untuk para ibu.

Ada juga peningkatan anomali kongenital seperti berat lahir rendah di antara bayi ketika ibu pingsan lebih dari satu kali.

Penyebab Ibu Hamil Pingsan

Dengan diketahuinya dampak pingsa saat hamil pada ibu dan bayi, Mom tentu sebisa mungkin menghindarinya. Agar terhindari dari kondisi tersebut, Moms wajib tahu apa saja penyebab ibu hamil pingsan dan cara mencegahnya. Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Perubahan Fluktuasi Tekanan Darah

Tekanan Darah Normal

Moms, penyebab ibu hamil pingsan kemungkinan karena fluktuasi tekanan darah. Hormon progesterone membuat pembuluh darah melebar sejak awal kehamilan, sehingga menyebabkan tekanan darah Moms turun.

Hal ini akan sangat terasa jika Moms duduk atau berdiri terlalu cepat.

Baca Juga:Berapa Banyak Garam yang Dibutuhkan Ibu Hamil?

2. Berat Badan Bayi

Berat Badan Saat Kehamilan

Berat badan bayi Moms dapat menekan pembuluh darah di kaki, panggul, dan tubuh bagian bawah, terutama saat Moms berbaring telentang.

Hal ini juga menjadi penyebab ibu hamil pingsan karena merasa pusing, kepala kunang-kunang, dan tekanan darah turun.

3. Terlalu Panas

Cuaca Panas

Merasa hangat adalah normal ketika Moms hamil. Ini disebabkan oleh perubahan hormon dan lebih banyak darah mengalir ke permukaan kulit Moms.

Jadi, berhati-hatilah untuk tidak terlalu kepanasan saat beraktivitas terutama berolahraga karena kehamilan meningkatkan suhu tubuh Moms lebih dari normal.

Baca Juga:Waspadai Alergi Saat Hamil

Dilansir dari nhs.uk, alasan lain penyebab ibu hamil pingsan termasuk:

  • Moms merasa terengah-engah, yang merupakan efek samping umum dari kehamilan.
  • Kekurangan zat besi dan menderita anemia
  • Moms mengalami morning sickness dan banyak sakit
  • Terakhir, Moms mengalami dehidrasi.

Cara Antisipasi Ibu Hamil Pingsan

Ibu Hamil

Setelah mengetahui penyebab ibu hamil pingsan, Moms pun bisa melakukan beberapa tips di bawah untuk membantu menghindari perasan pingsan:

  • Cobalah untuk bangkit secara perlahan setelah duduk atau berbaring
  • Jika Moms merasa pingsan ketika berdiri diam, segera cari tempat duduk dengan cepat dan pingsan akan berlalu. Jika tidak, berbaringlah di sisi Moms.
  • jika Moms merasa pingsan saat berbaring telentang, putar ke samping
  • Di samping itu, lebih baik tidak berbaring telentang di akhir kehamilan atau selama masa persalinan. Moms harus menghindari tidur terlentang setelah 28 minggu karena dikaitkan dengan risiko kelahiran mati yang lebih tinggi.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang pingsan saat hamil. Walaupun sudah mengantisipasi, Mom pun tetap harus waspada dan menjaga diri serta perhatikan asupan makan seimbang selama masa kehamilan ya.

Artikel Terkait