TRIMESTER 1
18 Juni 2019

Ibu Hamil Terlalu Kurus, Berbahayakah?

Adakah hubungannya dengan tumbuh kembang janin?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan

Berat badan menjadi hal yang difokuskan oleh ibu hamil. Tak hanya kenaikan berat badan saja, jika ibu hamil terlalu kurus juga kadang menakutkan bagi janin. Lantas, benarkah demikian? Adakah hubungannya ibu hamil kurus dengan tumbuh kembang janin?

Sebuah studi di Inggris mengungkapkan berat badan ibu hamil yang kurang, berisiko memiliki kelahiran prematur atau bayi berat lahir rendah dibandingkan dengan berat badan normal. Tetapi risiko komplikasi kehamilan dan hasil buruk lainnya tidak lebih besar daripada wanita dengan berat badan normal.

“Selain itu, prevalensi sejumlah efek samping - terutama, preeklampsia, intervensi obstetri bedah dan perdarahan postpartum, yang semuanya berkontribusi pada risiko kematian ibu sebenarnya sama bahkan ada yang lebih rendah,” ujar Sebire NH, Professor of Paediatric and Developmental Pathology yang juga salah satu peneliti.

Menurut para peneliti, dampak buruk berat badan ibu hamil rendah di awal kehamilan adalah peningkatan risiko memiliki bayi berat lahir rendah atau persalinan prematur.

Para peneliti menyimpulkan bahwa kekurangan berat badan tidak meningkatkan risiko sebagian besar masalah yang mungkin terjadi selama atau setelah kehamilan yang bahkan berhubungan dengan kematian ibu.

Baca Juga: Kebiasaan Saat Hamil Ini Meningkatkan Risiko Berat Badan Bayi Lahir Rendah

Berat Badan Ibu Hamil yang Ideal

Berat Badan Ibu Hamil yang Ideal

Jika berat badan terlalu kurus membuat khawatir, sebenarnya berat badan ibu hamil seperti apa yang ideal? Sebagian besar wanita yang memulai kehamilannya dengan berat badan kurang disarankan untuk mendapatkan antara 12 sampai 18 kilogram.

The March of Dimes menunjukkan bahwa jika Moms memulai kehamilan dengan berat badan kurang, Moms perlu mencoba menambah sedikit lebih dari setengah kilogram per minggu di trimester kedua dan ketiga.

Namun, dokter atau bidan dapat membuat rekomendasi yang berbeda berdasarkan kondisi kesehatan Moms, terutama jika memang memiliki riwayat gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia. Maka, jika memang Moms membutuhkan tambahan gizi, ada baiknya meminta bantuan dokter gizi.

Lalu, bagaimana caranya mengetahui jika Moms mengalami kekurangan berat badan sebelum hamil? Lihat grafik indeks massa tubuh (BMI) untuk mencari tahu. Anda dianggap kurang berat jika memiliki BMI kurang dari 18,5.

Baca Juga: 3 Cara Mencegah Berat Badan Turun di Trimester Pertama Kehamilan

Tips Agar Kehamilan Sehat dan Bernutrisi

Berat Badan Ibu Hamil yang Ideal

Pertama-tama, seperti semua wanita hamil, Moms perlu mengonsumsi suplemen asam folat untuk mengurangi risiko cacat tabung saraf pada janin.

Bahkan, para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi 400 mikrogram (mcg) asam folat per hari, dimulai setidaknya sebulan sebelum Moms mulai mencoba untuk hamil. Beberapa ahli menyarankan untuk menaikkan dosis setidaknya 600 mcg per hari setelah Moms positif hamil.

Moms bisa memulai membuat rencana makan agar memastikan asupan vitamin dan mineral. Jika kesulitan, tak masalah Moms menananyakan pada ahli gizi atau mencari resep di internet.

Gunakan buku harian makanan kehamilan yang praktis untuk memastikan Moms mendapatkan kalori dan nutrisi yang cukup dan minum banyak air setiap hari.

Buku harian ini juga berguna untuk melacak suasana hati dan tingkat kelaparan Moms, sehingga Moms bisa melihat pola yang mungkin perlu diubah.

Baca Juga: 9 Tips Agar Berat Badan Tak Melonjak Naik Saat Hamil

Jika berat badan ibu hamil rendah, bukan berarti bisa mengkonsumsi semua makanan tanpa dikontrol. Tentu asupan nutrisi tetap penting untuk menjaga tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Nah, apakah Moms pernah mengalami kehamilan dengan berat badan terlalu kurus? Apa yang Moms lakukan untuk memenuhi nutrisinya?

(GSA)

Artikel Terkait