TRIMESTER 1
14 September 2020

Konsumsi Jahe untuk Ibu Hamil, Ini Manfaat dan Bahayanya

Cari tahu apa manfaat dan bahayanya berikut ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Jahe menjadi salah satu jenis rempah-rempah yang digemari. Mengonsumsi jahe untuk ibu hamil dipercaya dapat membawa banyak manfaat seperti mengurangi morning sickness.

Maka, tak heran jika jahe menjadi incaran banyak orang khususnya ibu hamil. Selain itu, jahe juga bisa dikonsumsi dengan aneka olahan seperti minuman hangat.

Jahe merupakan tumbuhan berbunga yang berasal dari China, yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae, dan berhubungan erat dengan kunyit, kapulaga dan lengkuas.

Rimpang (bagian bawah batang) merupakan bagian yang biasa digunakan sebagai bumbu. Ini sering disebut akar jahe, atau jahe saja.

Jahe memiliki sejarah penggunaan yang sangat panjang dalam berbagai bentuk pengobatan tradisional atau alternatif. Jahe telah digunakan untuk membantu masalah pencernaan, mengurangi mual dan membantu melawan flu biasa.

Jahe dapat digunakan dalam bentuk masih segar, dikeringkan, dijadikan bubuk, atau sebagai minyak atau jus, dan terkadang ditambahkan ke makanan olahan dan kosmetik. Aroma dan rasa unik dari jahe berasal dari minyak alaminya, yaitu gingerol.

Lalu, apa saja manfaat dari konsumsi jahe untuk ibu hamil, dan apa dampak atau efek samping dari jahe ini? Cari tahu penjelasannya lebih lengkap berikut ini.

Baca Juga: Amankah Minum Jahe Merah Saat Hamil? Simak Penjelasannya di Sini

Manfaat Jahe untuk Ibu Hamil

manfaat jahe untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Jahe merupakan jenis tanaman herbal yang sangat terkenal di Indonesia, yang tentu Moms sudah tahu bagaimana khasiatnya sebagai obat. Jahe juga merupakan bahan dapur dan rempah.

Lalu, apakah mengonsumsi jahe untuk ibu hamil itu aman? Pertanyaan ini mungkin muncul pada ibu hamil makan jahe yang memang rutin mengonsumsinya.

Jawabannya adalah aman, dengan kadar yang secukupnya serta konsumsi jahe dalam kondisi segar. Konsumsi jahe kering tidak boleh dikonsumsi selama kehamilan.

Menurut Natural Food Series, seorang ahli farmasi dan gizi, Michael Jessimy mengatakan bahwa porsi cukup mengonsumsi jahe untuk ibu hamil adalah kunci utama.

Pada trimester pertama Moms boleh menggunakan jahe sebagai solusi ketika menghadapi morning sickness. Tentu air rebusan jahe sangat membantu. Selain dikonsumsi segar, jahe juga bisa dikonsumsi dalam bentuk permen.

Jahe juga dipercaya dapat mengatasi sakit kepala, sakit perut, dan pembengkakan saat hamil. Jika bosan dengan sajian jahe segar, jahe dalam bentuk permen dapat menjadi alternatif yang baik.

Lalu, apa saja manfaat jahe untuk ibu hamil? Berikut ini beberapa penjelasannya.

1. Membantu Menjaga Kadar Kolesterol

Tahukah Moms, bahwa konsumsi jahe untuk ibu hamil mungkin efektif dalam mengatur kadar kolesterol selama kehamilan.

Kadar lipoprotein LDL yang tinggi (kolesterol jahat) terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Makanan yang Moms makan dapat memiliki pengaruh kuat pada kadar LDL.

Pada jurnal National Library of Medicine, dalam studi 45 hari terhadap 85 orang dengan kolesterol tinggi, 3 gram bubuk jahe menyebabkan penurunan yang signifikan pada sebagian besar penanda kolesterol.

Hal ini didukung oleh penelitian pada tikus hipotiroid, di mana ekstrak jahe menurunkan kolesterol LDL hingga tingkat yang sama seperti obat penurun kolesterol atorvastatin.

Kedua penelitian tersebut juga menunjukkan penurunan kolesterol total dan trigliserida darah.

2. Meredakan Kondisi Nyeri Otot

Nyeri otot merupakan permasalahan yang umum terjadi pada ibu hamil. Dengan mengonsumsi jahe untuk ibu hamil, dapat membantu meredakan kondisi nyeri otot.

Pada jurnal National Library of Medicine, dalam sebuah penelitian, mengonsumsi 2 gram jahe per hari, selama 11 hari, secara signifikan mengurangi nyeri otot pada orang yang melakukan senam.

Meskipun jahe tidak berdampak langsung, tetapi mungkin efektif untuk mengurangi perkembangan nyeri otot sehari-hari. Selain itu, kandungan jahe bisa memberikan efek yang diyakini sebagai sifat anti-inflamasi.

3. Membantu Melawan Batuk dan Pilek

Sistem kekebalan tubuh akan menjadi lamban selama kehamilan, dan membuat Moms lebih rentan terhadap infeksi ringan.

Manfaat konsumsi jahe untuk ibu hamil dapat meningkatkan sistem kekebalan, dan membantu Moms pulih dengan cepat.

Seperti dalam jurnal National Library of Medicine, para peneliti mempelajari efek jahe segar dan kering pada satu virus pernapasan di sel manusia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jahe segar dapat membantu melindungi sistem pernapasan, sedangkan jahe kering tidak memiliki pengaruh yang sama.

Selain itu, ada penelitian lain yang melakukan polling terhadap 300 pelanggan apotek di dua lokasi berbeda, para peneliti menentukan bahwa 69% dari mereka yang disurvei menggunakan jamu dan sebagian besar dari kelompok ini menganggapnya efektif.

Namun, meski jahe adalah salah satu bahan paling populer dalam pengobatan ini, beberapa peserta mungkin belum menggunakannya.

Baca Juga: Positif COVID-19 saat Hamil, Lakukan 4 Hal Ini!

4. Membantu Meredakan Mual di Pagi Hari

Dalam jurnal Foods, mual dan muntah pada ibu hamil memengaruhi 7 dari 10 wanita hamil dan berdampak besar pada kualitas hidup.

Penggunaan obat antiemetik tradisional (metoclopramide, domperidone, dll.) membuat kekhawatiran yang meningkat tentang keamanan dari penggunaan obat tersebut.

Jadi, mempertimbangkan pilihan alami, seperti konsumsi jahe untuk ibu hamil, dengan rasio risiko/manfaat yang menguntungkan dan tingkat bukti yang baik, sekarang menjadi bagian dari beberapa pedoman untuk mengatasi mual dan muntah.

Jahe efektif meredakan mual dan muntah di pagi hari. Moms bisa meminum jahe untuk ibu hamil dalam teh atau dalam bentuk ginger ale untuk mengatasi masalah perut.

Baca Juga: Morning Sickness di Malam Hari, Ini Cara Mengatasinya

5. Membantu Penyerapan Nutrisi

Mengonsumsi jahe untuk ibu hamil dapat membantu tubuh menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi, dengan menstimulasi enzim lambung dan pankreas, dan dengan cara yang sama, juga dapat membantu janin.

Manfaat jahe untuk ibu hamil juga termasuk dalam mencegah peradangan. Ini karena seperti produk lain, kacang-kacangan, biji-bijian, jahe mengandung senyawa seperti antioksidan yang disebut fitonutrien yang dapat mengurangi kerusakan sel.

Pada jurnal National Library of Medicine, akar jahe juga dapat mencegah peradangan dimulai dengan mengurangi aktivitas pensinyalan sel. Dengan mengingat hal itu, menambahkan jahe ke makanan padat nutrisi adalah kunci untuk merasakan khasiat dari jahe.

6. Menjaga Kadar Gula Darah Tetap Terkendali

Makan jahe untuk ibu hamil tidak hanya mencegah kelelahan dan kelelahan, tetapi juga membantu tubuh merasa energik. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa jahe efektif menjaga gula darah pada tingkat normal.

Selain itu, jahe mungkin memiliki sifat anti-diabetes yang kuat. Dalam studi 2015 pada Iranian Journal of Pharmaceutical Research, dari 41 peserta dengan diabetes tipe 2, konsumsi 2 gram bubuk jahe per hari menurunkan gula darah puasa sebesar 12 persen.

Selain itu, konsumsi jahe juga secara dramatis meningkatkan HbA1c (penanda untuk kadar gula darah jangka panjang), yang menyebabkan penurunan 10% selama 12 minggu.

Namun, perlu diingat bahwa ini hanyalah satu penelitian kecil. Meskipun hasilnya sangat mengesankan, tetapi perlu dikonfirmasi dalam studi yang lebih besar sebelum rekomendasi dapat dibuat.

7. Membantu Meredakan Masalah Perut

Mengonsumsi jahe untuk ibu hamil sebelum tidur membantu meredakan gangguan pencernaan, gas, dan kembung terkait kehamilan. Selain itu, jahe membantu melawan asam yang menyebabkan mulas selama kehamilan.

Masalah perut lain yang bisa diredakan dengan konsumsi jahe adalah gangguan pencernaan kronis (dispepsia), yang merupakan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas karena penyakit asam lambung atau maag.

Diyakini bahwa pengosongan perut yang tertunda adalah pendorong utama gangguan pencernaan. Menariknya, jahe telah terbukti mempercepat pengosongan perut pada orang dengan kondisi ini.

Pada World Journal of Gastroenterology, setelah makan sup yang ditambahkan jahe, jahe dapat mengurangi ketidaknyamanan karena dispepsia dari 16 menjadi 12 menit.

Penting dicatat, mengutip The Indian Express, beberapa wanita hamil mengonsumsi sekitar 5 ml jahe dan madu selama trimester pertama untuk membantu mengatasi mual dan muntah.

Jahe untuk ibu hamil sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Konsumsi jahe dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan sembelit dan panas dalam tubuh.

Baca Juga: Cara Mengobati Gondongan dengan Jahe, Yuk Coba!

Resep Susu Jahe untuk Ibu Hamil

susu jahe untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms ingin membuat susu jahe untuk ibu hamil, caranya juga mudah lho, Moms. Untuk bahannya, Moms hanya perlu 1 cangkir susu murni, 1 sendok makan gula putih, dan 1 sendok teh jahe segar yang diparut.

Cara membuatnya, Moms bisa langsung mencampurkan susu, gula, dan jahe bubuk dalam panci. Lalu, masak dengan api sedang sampai susu menjadi berbusa, kurang lebih 5 menit.

Jika sudah berbusa, Moms bisa angkat susu jahenya dari kompor, lalu saring susu jahe melalui saringan jaring halus ke dalam cangkir. Susu jahe untuk ibu hamil siap disajikan selagi hangat.

Selain dijadikan susu jahe untuk ibu hamil, Moms bisa memasukkan jahe dalam menu makan sehari-hari. Coba konsumsilah jahe untuk ibu hamil dalam bentuk teh, permen, atau mencampurnya dalam makanan.

Sebagai pelengkap makanan, Moms bisa menambahkan jahe cincang pada sayuran yang Moms konsumsi.

Moms juga bisa memasukan jahe kedalam air panas selama beberapa menit dan meminumnya, atau juga bisa membumbui sup dan tumisan kentang dengan menambahkan jahe parut.

Jahe juga bisa Moms tambahkan ke ikan bakar atau panggang untuk menambah rasa, atau juga bisa membuat teh lalu tambahkan jahe serta daun mint untuk sensasi menyegarkan.

Baca Juga: Nutrisi Selama Kehamilan agar Moms dan Janin Tetap Sehat

Bahaya Jahe untuk Ibu Hamil

bahaya makan jahe untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Selain harus mengonsumsi jahe segar, nyatanya ada beberapa kondisi pada ibu hamil yang sebaiknya diperhatikan jika ingin mengonsumsi jahe untuk ibu hamil.

Artinya, ibu hamil yang memiliki kondisi tertentu sebaiknya tidak mengonsumsi jahe saat hamil. Ini karena jahe akan memberikan efek samping pada tubuh ketika Moms mengonsumsi di waktu dan jumlah yang salah.

Spesialis Farmakologi dr. Andi Irwan Irawan Asfar, Sp.FK, mengatakan apabila Moms sedang mengonsumsi obat untuk mengatasi pembekuan darah atau tekanan darah, sebaiknya jangan mengonsumsi jahe.

Dalam jurnal BMC Complementary Medicine and Therapies, Moms juga perlu menghindari mengonsumsi jahe untuk ibu hamil jika kondisi kehamilan tidak memungkinkan, seperti memiliki riwayat keguguran sebelumnya.

Bahaya jahe untuk ibu hamil juga termasuk jika di masa kehamilan, Moms memiliki gangguan pembekuan darah, mengalami pendarahan vagina, memiliki riwayat diabetes gestasional, serta ibu hamil yang mengonsumsi obat-obatan tekanan darah tinggi.

Untuk Moms yang mengidap riwayat pendarahan selama kehamilan, sering mengeluh pusing, gangguan pembekuan dan risiko keguguran disarankan hindari jahe.

Ini karena, bahaya konsumsi jahe untuk ibu hamil bisa menyebabkan peningkatan pendarahan sampai meningkatkan risiko keguguran.

Selain itu, jahe dapat memengaruhi kadar gula Moms. Begitu pula jika Moms memiliki diabetes gestasional, baiknya Moms konsultasi dengan dokter apakah boleh mengonsumsi jahe.

Baca Juga: 3 Makanan untuk Ibu Hamil dengan Diabetes Gestasional

Khasiat jahe akan berubah menjadi dampak buruk jika tidak memperhatikan dosis dan kondisi kehamilan.

Jika ibu hamil tidak memerhatikan dosis, seperti mengonsumsi jahe lebih dari 5 gram, maka akan meningkatkan efek samping.

Efek samping yang akan terjadi pada ibu hamil bisa berupa ruam pada kulit, gas, sakit perut, maag, iritasi mulut, pendarahan, dan yang paling fatal adalah keguguran.

Artikel Terkait