PROGRAM HAMIL
21 September 2017

Ibu Hamil Yuk, Mengenal Lebih Jauh Parasetamol

Penggunaan parasetamol ini harus sesuai dengan yang dianjurkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla

Mama pasti sudah tidak asing lagi dengan parasetamol. Obat yang juga disebut sebagai acetaminophen ini bisa mengurangi rasa sakit dan memulihkan kondisi seseorang dari flu.

Obat ini juga sering digunakan untuk berbagai macam penyakit lain seperti sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi dan demam. Pada radang sendi, obat ini bekerja pada bagian dalam sehingga tidak ada efek apapun di bagian peradangan dan bengkaknya.

Penggunaan parasetamol ini harus sesuai dengan yang dianjurkan oleh label dari produk obat karena jika berlebihan jelas akan membahayakan pemakainya. Parasetamol merupakan salah satu bahan obat yang menjadi dari berbagai macam obat.

Mama mungkin saja mengonsumsi parasetamol dari 2 obat yang berbeda dan sudah termasuk dalam kategori overdosis. Bacalah terlebih dahulu label dari obat yang akan diminum apakah mengandung parasetamol, acetaminophen atau APAP. Pada orang dewasa, jumlah parasetamol yang boleh dikonsumsi sebesar 1 gram/dosis dan 4 gram/hari.

Jika Mama memiliki gangguan pada liver dan pernah mengonsumsi alkohol sebelumnya, sebaiknya kunjungilah dokter dan konsultasikan kesehatan Mama terlebih dahulu. Penggunaan parasetamol dalam jangka panjang tidak baik untuk tubuh. Oleh karena itu, hentikan penggunaan parasetamol dan segera hubungi dokter jika masih demam setelah 3 hari mengonsumsinya, rasa sakit tak kunjung hilang dalam 5 hari dan keadaan makin memburuk.

Selain itu, ada pula gejala yang akan dirasakan jika berlebihan mengonsumsi parasetamol seperti kurang nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, berkeringat, letih dan lesu. Gejala lanjut dari overdosis tersebut adalah sakit pada lambung, air seni berwarna gelap, kulit menguning dan mata pucat.

Amankah Parasetamol Untuk Ibu Hamil?

Para ibu hamil dan menyusui juga perlu berhati-hati supaya tidak terlalu banyak meminum obat-obatan termasuk yang mengandung parasetamol. Segala obat yang diminum oleh ibu hamil akan diserap bayi yang berada dalam kandungan dan melalui ASI.

Menurut dr. Ulfi Umroni sebagaimana dikutip dari alodokter.com, parasetamol menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat untuk kategori kehamilan masuk ke dalam kategori B, yakni aman untuk ibu hamil. Namun tidak disarankan penggunaan paracetamol Intravena atau yang masuk pembuluh darah langsung, karena termasuk kategori C untuk parasetamol yang langsung disuntikkan ke pembuluh darah, kecuali menurut dokter, manfaatnya lebih besar.

Dikutip dari medicinesinpregnancy.co.uk, menurut UK Teratology Information Service (UKTIS), parasetamol seringkali digunakan oleh ibu hamil sebagai painkiller. Namun, lebih baik ibu hamil mengonsumsi parasetamol dengan dosis yang sangat rendah, dan apabila hanya diperlukan saja ya, Ma.

Selain itu, hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi parasetamol bisa meningkatkan risiko keguguran.

Artikel Terkait