2-3 TAHUN
26 April 2020

3 Indera Utama dalam Sensori Integrasi, Moms Wajib Tahu!

Sensori integrasi diperlukan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak lebih optimal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Dilansir dari Sari Pediatri, sensori integrasi merupakan proses mengenal, mengubah, dan membedakan sensasi dari sistem sensori untuk menghasilkan suatu respons berupa “perilaku adaptif bertujuan”.

Dengan kata lain, sensori integrasi ini menggabungkan berbagai informasi dari gabungan indera-indera manusia menjadi sebuah informasi yang utuh.

Sensori integrasi ini menjadi sangat penting, karena apabila sistem indera manusia tidak terintegrasi dengan baik, maka informasi yang masuk akan diinterpretasikan secara berbeda dan tentunya hal ini akan menyebabkan gangguan perkembangan serta perilaku.

Seperti yang kita tahu, manusia dibekali oleh 5 indera yakni indera penglihatan, pendengaran, peraba, pengecap, serta indera penciuman. Namun ada 2 indera lain yang juga sangat penting yakni indera vestibular (keseimbangan) dan juga indera proprioseptif (gerakan).

Terapi sensori integrasi menekankan stimulasi pada tiga indera utama, yaitu taktil, vestibular, dan proprioseptif. Meskipun ketiga sistem sensori ini tidak terlalu familiar dibandingkan dengan indera lainnya, namun ketiga sistem sensori ini sangat penting karena membantu interpretasi dan respons anak terhadap lingkungan.

Baca Juga: Begini Cara Meningkatkan Kemampuan Saraf Sensorik Bayi Moms Sesuai Umurnya

Indera Utama dalam Sensori Integrasi

Nah, yuk kita kenalan dulu dengan tiga sistem indera dalam sensori integrasi ini.

1. Taktil (Indera Peraba)

Sentuhan Kontak

Photo: Orami Photo Stock

Indera dalam sensori integrasi yang pertama adalah taktil. Taktil bertugas memberikan informasi kepada seseorang melalui apa yang disentuh, apa yang menyentuh, juga informasi mengenai tekanan, suhu serta rasa sakit.

Taktil merupakan indera terbesar yang dimiliki oleh manusia, karena dari ujung rambut hingga ujung kaki manusia adalah reseptor. Adanya gangguan pada taktil akan menimbulkan mispersepsi terhadap informasi yang diberikan melalui sentuhan.

Gangguan sensori ada 3 macam yakni hipersensitif, hiposensitif dan mencari. Jika seorang anak mengalami hipersensitif pada taktil, anak cenderung tidak suka disentuh, menghindari menyentuh, menolak makan makanan dengan tekstur tertentu, menolak memakai baju dari bahan-bahan tertentu, yang mana hal ini bisa menganggu proses perkembangannya.

Jika seorang anak mengalami hiposensitif, hal ini membahayakan anak. Mengapa? Bisa dibayangkan jika seorang anak memiliki kadar sensitif yang sangat rendah terhadap suhu misalnya, anak bisa dengan entengnya menyentuh panci yang panas tapi ia tidak merasakan panas sama sekali, hal ini bisa berakibat sangat fatal yakni terjadi luka bakar pada anak.

Baca Juga: Stimulasi Sensorik dan Motorik Si Kecil, Saya Lakukan Baby Sensory Class Sendiri di Rumah

2. Vestibular

moms, lakukan ini untuk menjaga balita tetap aman saat bermain ayunan 5

Photo: Orami Photo Stock

Indera dalam sensori integrasi yang selanjutnya adalah vestibular. Vestibular letaknya pada telinga bagian dalam, walaupun demikian sistem indera ini amat berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh manusia, gravitasi dan juga pergerakan. Vestibular bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan seseorang ketika bergerak.

Seseorang yang mengalami gangguan pada sistem indera ini, pada hipersensitif seseorang bisa takut dengan gerakan sederhana, misalnya naik ayunan, menolak digendong, takut naik lift, eskalator dan seringkali merasa cemas.

Sedangkan pada seseorang yang hiposensitif, biasanya kurang menyadari sensasi jatuh sehingga tidak melakukan tindakan protektif seperti menahan diri dengan tangan agar tidak terbentur.

3. Proprioseptif

anak menulis menggambar.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Indera dalam sensori integrasi yang selanjutnya adalah proprioseptif. Proprioseptif bertanggung jawab atas kesadaran tubuh, memberikan informasi tentang posisi anggota tubuh, posisi seseorang di lingkungan serta besarnya kekuatan yang perlu dikeluarkan untuk melakukan gerakan.

Pekerjaan motorik halus seperti menulis, makan, mengancingkan baju bergantung pada sistem proprioseptif yang efisien.

Jika seseorang memiliki gangguan sistem indera ini, seseorang akan kesulitan untuk mengetahui seberapa kekuatan otot jari-jari yang diperlukan untuk bisa memegang pensil. Apakah dengan sangat kuat atau sangat lemah, seseorang tidak bisa membedakannya.

Baca Juga: 5 Ide Permainan Sensorik Untuk Bayi 8 Bulan

Nah, itulah indera utama dalam sensori integrasi. Ketiga indera tersebut sangat penting. Jika ketiganya berkerja dengan tidak seimbang, Si Kecil bisa jadi mengalami gangguan perkembangan.

Jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda ketidakseimbangan tiga indera tersebut, segera konsultasikan dengan ahli ya Moms.

Artikel Terkait