KEHAMILAN
13 Maret 2020

Ketahui Mengenai Infeksi Jamur Saat Hamil

Infeksi jamur menjadi keluhan yang sering terjadi seiring membesarnya kehamilan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Infeksi jamur sering terjadi pada wanita, apalagi ketika sedang dalam kondisi hamil. Menurut WebMD, peningkatan estrogen dalam tubuh Moms saat hamil bisa membuang keseimbangan normal jamur dan bakteri di vagina kita.

Sehingga bisa membuat jamur tumbuh terlalu cepat. Infeksi jamur atau yang kita kenal sebagai keputihan memang tidak menyenangkan, tetapi kondisi ini tidak akan menyakiti Moms atau bayi dalam kandungan. Dokter biasanya memberi resep krim topikal untuk mengatasi keluhan tersebut.

Apa itu Infeksi Jamur?

Ketahui Mengenai Infeksi Jamur Saat Hamil.jpg

Foto: https://parenting.firstcry.com/

Infeksi jamur saat hamil terjadi ketika kadar asam dan ragi normal dalam vagina tidak seimbang, sehingga memungkinkan jamur untuk tumbuh berlebihan dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Namun, infeksi jamur ini umumnya bukan kondisi yang sangat serius selama gejala yang dirasakan tidak mengganggu aktivitas Moms dan masih bisa diatasi dengan baik.

Baca Juga: Mengenal Gejala dan Penyebab Vulvovaginitis, Infeksi Vagina Pada Balita

Penyebab Infeksi Jamur Saat Hamil

Ketahui Mengenai Infeksi Jamur Saat Hamil 2.jpg

Foto: https://medicalnewstoday.com/

Infeksi jamur saat hamil dapat disebabkan oleh satu atau lebih dari hal berikut ini:

  • Perubahan hormon yang datang bersama kehamilan atau sebelum haid
  • Minum antibiotik atau steroid
  • Gula darah tinggi, seperti pada diabetes
  • Hubungan vagina
  • Darah atau air mani

Baca Juga:4 Jenis Infeksi Vagina Selama Kehamilan, Simak di Sini!

Mengapa Infeksi Jamur Saat Hamil Lebih Sering Terjadi?

Ketahui Mengenai Infeksi Jamur Saat Hamil 3.jpg

Foto: https://healthline.com/

Menurut American Pregnancy Association, tubuh kita mengalami begitu banyak perubahan selama masa kehamilan, dan sulit bagi tubuh untuk mengikuti perubahan kimia di vagina.

Ada lebih banyak gula dalam cairan vagina yang membuat lembap sehingga menjadi tempat yang nyaman bagi jamur, selain itu kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan yang menghasilkan jamur terlalu banyak.

Itulah mengapa, infeksi jamur saat hamil lebih sering terjadi, Moms.

Gejala Infeksi Jamur Saat Hamil

Gejala-gejala infeksi jamur saat hamil dapat mencakup satu atau lebih dari hal berikut ini:

  • Tekstrur yang biasanya berwarna putih / cokelat, mirip dengan keju cottage dan mungkin berbau seperti ragi / roti
  • Kotoran lain mungkin kehijauan atau kekuningan, juga mirip dengan keju cottage dan mungkin berbau seperti ragi / roti
  • Peningkatan debit
  • Kemerahan, gatal, atau iritasi pada bibir vagina
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil atau hubungan seksual

Baca Juga: Infeksi Vagina Saat Hamil, Apakah Berdampak pada Janin?

Cara Mengetahui Infeksi Jamur Saat Hamil

Ketahui Mengenai Infeksi Jamur Saat Hamil 4.jpg

Foto: https://indiatimes.com/

Di kantor dokter atau klinik medis Moms, dokter akan menggunakan swab sederhana, tanpa rasa sakit untuk menghilangkan cairan yang keluar atau cairan vagina dan memeriksanya melalui mikroskop.

Biasanya, pada pemeriksaan vagina yang sederhana, dokter dapat mendiagnosis infeksi jamur. Dalam kasus yang jarang terjadi, biakan dapat dikirim ke laboratorium.

Jika Moms mengalami gejala yang mirip dengan infeksi jamur, tetapi dokter telah mendiagnosis tidak sesuai dengan infeksi jamur, Moms mungkin mengalami salah satu dari penyakit berikut ini.

  • Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti Chlamydia, Gonorrhea, & Trichomoniasis
  • Infeksi vagina yang disebut bacterial vaginosis

Baca Juga: 2 Jenis Infeksi Kehamilan yang Bahayakan Janin dan Cara Mencegahnya

Infeksi jamur saat hamil bisa dikatakan wajar selama tidak berbau, lendir keputihan tidak berwarna hijau, dan rasa gatal tidak mengganggu aktivitas Moms.

Terlepas dari infeksi jamur, gejala apapun keluhan yang mengganggu Moms selama masa kehamilan sehingga menimbulkan persaan kurang nyaman, maka perlu dikonsultasikan bersama dokter untuk segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, sehingga bisa teratasi dengan baik.

Artikel Terkait