BALITA DAN ANAK
20 September 2020

Waspada Infeksi Saluran Kemih pada Anak, Jangan Dianggap Remeh!

Jika tidak ditangani, bisa menimbulkan komplikasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Infeksi saluran kemih pada anak-anak adalah kondisi yang cukup umum. Bakteri yang masuk ke uretra biasanya keluar melalui buang air kecil. Namun, jika bakteri tidak dikeluarkan dari uretra, mereka dapat tumbuh di dalam saluran kemih, yang pada akhirnya menyebabkan infeksi.

Saluran kemih terdiri dari bagian tubuh yang terlibat dalam produksi urin, di antaranya:

  • dua ginjal yang menyaring darah kita dan air ekstra untuk menghasilkan urin
  • dua ureter, atau tabung, yang membawa urin ke kandung kemih dari ginjal
  • kandung kemih yang menyimpan urin kita sampai dikeluarkan dari tubuh
  • uretra, atau tabung, yang mengosongkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh kita

Baca Juga: 7 Cara Alami Mengatasi Sembelit pada Bayi

Si Kecil dapat mengembangkan infeksi saluran kemih pada anak ketika bakteri memasuki saluran kemih dan berjalan ke uretra dan ke dalam tubuh. Dua jenis infeksi saluran kemih pada anak yang paling mungkin menyerang anak-anak adalah infeksi kandung kemih dan infeksi ginjal.

Ketika infeksi saluran kemih pada anak mempengaruhi kandung kemih, itu disebut sistitis. Ketika infeksi menyebar dari kandung kemih ke ginjal, itu disebut pielonefritis.

Keduanya dapat berhasil diobati dengan antibiotik, tetapi infeksi ginjal dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi saluran kemih pada anak paling sering disebabkan oleh bakteri, yang dapat masuk ke saluran kemih dari kulit di sekitar anus atau vagina.

Penyebab infeksi saluran kemih pada anak yang paling umum adalah E. coli, yang berasal dari usus. Sebagian besar ISK disebabkan ketika jenis bakteri ini atau bakteri lain menyebar dari anus ke uretra.

“ISK lebih sering terjadi pada anak perempuan, kecuali pada usia di bawah satu tahun, ISK lebih sering terjadi pada anak laki-laki,” jelas dr. Andre Yudha A. Hutahaean, Dokter Spesialis Bedah Urologi Konsultan Urologi Pediatrik, RS Pondok Indah – Puri Indah.

Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih pada Anak

risiko infeksi saluran kemih

Foto: Orami Photo Stock

infeksi saluran kemih pada anak lebih sering terjadi pada anak perempuan, terutama saat pelatihan toilet dimulai. Anak perempuan lebih rentan karena uretra mereka lebih pendek dan lebih dekat ke anus. Ini memudahkan bakteri masuk ke uretra.

Sedangkan anak laki-laki yang belum disunat di bawah usia 1 tahun juga memiliki risiko infeksi saluran kemih pada anak yang sedikit lebih tinggi.

“Faktor risiko ISK antara lain adalah anak laki-laki yang tidak disirkumsisi atau dikhitan, anak dengan voiding/bowel dysfunction, gangguan imun atau kurang nutrisi, riwayat pemasangan kateter, kelainan anatomi saluran kemih, atau kelainan fungsi pengosongan urin (seperti anak dengan kelainan tulang belakang),” tambah dr. Andre.

Uretra biasanya tidak menampung bakteri. Tetapi keadaan tertentu dapat memudahkan bakteri masuk atau tertinggal di saluran kemih anak Moms. Faktor-faktor berikut adalah beberapa penyebab yang dapat membuat Si Kecil berisiko lebih tinggi terkena infeksi saluran kemih pada anak:

  • kelainan bentuk struktural atau penyumbatan di salah satu organ saluran kemih
  • fungsi abnormal saluran kemih
  • vesicoureteral reflux, cacat lahir yang menyebabkan aliran urin ke belakang yang tidak normal
  • penggunaan gelembung di bak mandi (untuk anak perempuan)
  • pakaian ketat (sering terjadi pada anak perempuan)
  • menyeka dari belakang ke depan setelah buang air besar
  • toilet yang buruk dan kebiasaan kebersihan
  • jarang buang air kecil atau menunda buang air kecil untuk jangka waktu yang lama

Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk mengajari Si Kecil sejak dini cara menjaga kebersihan alat kelaminnya setelah buang air kecil agar terlindungi dari infeksi saluran kemih pada anak.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih

Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Anak

gejala infeksi saluran kemih pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Infeki Saluran Kemih pada anak berbeda dengan orang dewasa, gejalanya sering tidak spesifik.

Gejala infeksi saluran kemih pada anak dapat bervariasi tergantung pada tingkat infeksi dan usia anak sendiri. Bayi dan anak kecil mungkin tidak mengalami gejala apapun. Jika terjadi pada anak yang lebih kecil, gejalanya bisa sangat umum, seperti:

  • demam
  • nafsu makan yang buruk
  • muntah
  • diare
  • sifat lekas marah
  • perasaan sakit secara keseluruhan

Gejala tambahan bervariasi tergantung pada bagian saluran kemih yang terinfeksi. Jika anak Moms mengalami infeksi kandung kemih, gejalanya yang timbul akan seperti:

  • darah dalam urin
  • urin yang berwarna keruh
  • urine berbau busuk
  • Rasa nyeri, menyengat, atau terbakar saat buang air kecil
  • tekanan atau nyeri di panggul bawah atau punggung bawah, di bawah pusar
  • sering buang air kecil
  • bangun dari tidur untuk buang air kecil
  • merasa ingin buang air kecil dengan keluaran urin minimal
  • kecelakaan kencing setelah usia toilet training

Baca Juga: Ini Dia Makanan yang Baik untuk Meningkatkan Fungsi Ginjal Anak

Jika infeksi saluran kemih pada anak telah menyebar ke ginjal, kondisinya akan lebih serius. Anak Moms mungkin mengalami gejala yang lebih intens, seperti:

  • sifatnya yang akan lekas marah
  • menggigil yang disertai dengan gemetar hebat
  • demam tinggi
  • kulit yang memerah atau hangat
  • mual dan muntah
  • sakit punggung
  • mengalami sakit perut yang parah
  • rasa kelelahan yang amat sangat

Tanda-tanda awal infeksi saluran kemih pada anak-anak dapat dengan mudah kita abaikan. Anak-anak yang lebih kecil mungkin kesulitan menjelaskan sumber kesulitan mereka ini.

Jika anak Moms terlihat sakit dan mengalami demam tinggi tanpa adanya pilek, sakit telinga, atau alasan penyakit yang jelas lainnya, konsultasikan segera dengan dokter anak untuk menentukan apakah anak menderita ISK.

Mengatasi Infeksi Saluran Kemih pada Anak

mengatasi infeksi saluran kemih

Foto: Orami Photo Stock

infeksi saluran kemih pada anak juga akan membutuhkan pengobatan antibiotik segera untuk mencegah kerusakan ginjal. Jenis bakteri penyebab ISK pada anak dan tingkat keparahan infeksi anak akan menentukan jenis antibiotik yang digunakan dan lamanya pengobatan.

Antibiotik yang paling umum digunakan untuk pengobatan infeksi saluran kemih pada anak-anak adalah:

  • amoksisilin
  • amoksisilin dan asam klavulanat
  • sefalosporin
  • doksisiklin, tetapi hanya pada anak-anak di atas usia 8 tahun
  • nitrofurantoin
  • sulfamethoxazole-trimethoprim

Jika anak Moms menderita ISK yang didiagnosis sebagai infeksi kandung kemih sederhana, menurut dr. Andre, biasanya dapat ditangani dengan pemberian antibiotik oral jangka pendek.

“Namun pada kasus ISK berulang atau ISK disertai demam, perlu dilakukan pemeriksaan imaging seperti USG untuk melihat apakah ada kelainan anatomi saluran kemih atau gangguan aliran urin,” ujar dr. Andre.

Rawat inap mungkin diperlukan juga jika Si Kecil memiliki kondisi berikut ini:

  • usianya lebih muda dari 6 bulan
  • mengalami demam tinggi yang tidak kunjung menurun atau membaik
  • kemungkinan besar mengalami infeksi ginjal, terutama jika anak tersebut sakit parah atau masih kecil
  • memiliki infeksi darah dari bakteri, seperti pada sepsis
  • mengalami dehidrasi, muntah, atau tidak dapat minum obat oral karena alasan lain

Baca Juga: 5 Obat Alami untuk Atasi Sakit Perut Anak, Jangan Panik Dulu!

Obat pereda nyeri untuk mengurangi ketidaknyamanan yang parah saat buang air kecil juga dapat diresepkan.

Jika Si Kecil menerima perawatan antibiotik di rumah, Moms dapat membantu memastikan hasil yang positif dengan mengambil langkah-langkah tertentu.

Selama perawatan infeksi saluran kemih pada anak, Moms perlu menghubungi dokter jika gejala anak memburuk atau berlanjut selama lebih dari tiga hari. Juga hubungi dokter anak jika Si Kecil memiliki gejala:

  • demam lebih tinggi dari 38,3 derajat Celsius
  • untuk bayi, demam baru atau berlanjut (berlangsung lebih dari tiga hari) lebih tinggi dari 38 derajat Celsius

Moms juga harus mencari nasihat medis jika anak mengalami gejala baru, termasuk:

  • rasa sakit
  • muntah
  • ruam
  • pembengkakan
  • perubahan keluaran urin

Jangan sampai terlambat, segera bawa buah hati Moms ke dokter, jika sudah menunjukkan dugaan gejala infeksi saluran kemih pada anak ya, Moms.

Baca Juga: 3 Kriteria Ngompol yang Tak Wajar Pada Anak

Mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Anak

infeksi saluran kemih pada balita gejala penyebab dan pengobatannya 2

Foto: babylondon.co.uk

Jangan khawatir Moms, infeksi saluran kemih pada anak juga bisa dicegah dengan cara:

  • Rutin mengganti popok.
  • Mengajarkan anak perempuan untuk membasuh vagina dari arah depan ke belakang, untuk mencegah bakteri dari feses masuk ke dalam vagina.
  • Ingatkan buah hati untuk tidak menahan keinginan buang air kecil. Minta ia untuk segera ke kamar mandi bila sudah merasa kebelet.
  • Memberikan celana dalam berbahan katun untuk mempermudah aliran udara dan mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Banyak minum air untuk membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih.

Karena anak seringkali sulit mengungkapkan rasa tidak nyaman yang dirasakan tubuhnya, maka Moms yang harus jeli dan peka melihat gejala infeksi saluran kemih pada anak. Jangan lupa lakukan langlah pencegaha di atas ya Moms!

Artikel Terkait