BALITA DAN ANAK
6 Mei 2019

Ingin Imunisasi Si Kecil? Ketahui Aturan Wajib sebelum Melakukan Vaksinasi

Imunisasi penting agar anak terhindar dari virus berbahaya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Setiap orang tua tentu ingin agar anaknya dapat tumbuh sehat, dan salah satu cara untuk menjaga kesehatan Si Kecil yaitu dengan melakukan imunisasi.

Namun, masih ada beberapa orang tua yang menolak anaknya diimunisasi. Padahal, dengan imunisasi dapat membuat Si Kecil terhindar dari penyakit berbahaya.

Menurut data riset kesehatan (Riskesdas) 2013 yang dikutip dari situs resmi Departemen Kesehatan RI, anak tidak mendapatkan imunisasi karena beberapa hal, yakni takut anak panas, keluarga tidak mengizinkan, lokasi imunisasi jauh, orang tua sibuk, anak sering sakit, dan tidak tahu tempat imunisasi.

Dr. dr. Hindra I. Satari, Sp. A (K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Penyakit Tropis dan Infeksi di RS Pondok Indah – Pondok Indah mengatakan, jika tidak diimunisasi, anak mempunyai risiko tinggi menderita penyakit yang mematikan, membuat cacat atau menimbulkan wabah.

Dr Hindra menambahkan, jika ada anak yang tidak diimunisasi, akan memberikan dampak pada lingkungan di sekitarnya karena anak tersebut dapat menjadi sumber penularan penyakit bagi anak lain.

Baca Juga: Bayi Positif Tes Coombs, Berbahayakah?

Padahal, jika dalam suatu lingkungan hanya sedikit anak yang diimunisasi, akan terjadi peningkatan risiko terjadinya KLB (Kejadian Luar Biasa) dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), seperti kasus difteri yang terjadi pada tahun 2017 lalu di Jawa Timur.

Bahkan, kelompok yang enggan melakukan imunisasi masuk ke dalam daftar 10 masalah kesehatan dunia versi World Health Organization (WHO).

Di Indonesia, imunisasi anak bahkan dilakukan secara gratis. Beberapa vaksin yang diberikan secara gratis di Posyandu, yaitu vaksin Hepatitis B, BCG, Polio, DPT-HIB, serta campak.

Ada beberapa aturan yang perlu Moms ketahui jika ingin melakukan imunisasi kepada Si Kecil. Hal ini penting diketahui agar pengalaman imunisasi jadi lebih menyenangkan dan tidak menakutkan.

Berikut penjelasannya dikutip dari nhs.uk.

Aturan Wajib Untuk Imunisasi Anak

1. Jangan Vaksinasi saat Anak Sakit

aturanvaksin1

Foto: healthline.com

Orang tua harus menunda vaksinasi jika anak sakit dan demam (suhu tinggi). Penundaan vaksinasi juga dilakukan jika anak memiliki reaksi buruk terhadap dosis vaksin sebelumnya.

Ini tidak berarti bahwa mereka tidak akan pernah dapat memiliki vaksin lagi, lebih baik berbicara dengan dokter atau perawat terlebih dahulu.

2. Jangan Vaksinasi Anak Jika Memiliki Alergi

Anak seharusnya tidak mendapatkan vaksin jika mereka memiliki reaksi anafilaksis (reaksi alergi parah) yang telah dikonfirmasi terhadap dosis vaksin sebelumnya atau bahan di dalamnya.

Pastikan Moms berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak.

Baca Juga: Aritmia Pada Bayi: Penyebab, Gejala dan Cara Menanganinya

3. Jangan Berikan Vaksin "Hidup" Jika Anak Memiliki Sistem Kekebalan Lemah

aturanvaksin2

Foto: metroparent.comVaksin hidup adalah vaksin yang mengandung virus atau bakteri yang dilemahkan. Meskipun dalam bentuk yang lemah, beberapa anak ada yang tidak bisa memiliki vaksin hidup, seperti BCG (vaksinasi tuberkulosis) atau vaksin MMR.

Bila dalam suatu lingkungan hanya memiliki sedikit anak yang diimunisasi, akibatnya ada peningkatan risiko terjadinya persebaran virus yang bisa mematikan dan sebenarnya bisa dicegah oleh vaksin.

Dr Hindra menjelaskan, hal itu akan memicu munculnya wabah penyakit tertentu.

"Bila sudah terjadi wabah, penanganannya adalah Kementerian Kesehatan akan segera membuat Outbreak Response Immunization (ORI) di seluruh Indonesia, untuk mencegah virus tersebut tidak semakin menyebar," ungkapnya.

Ingat, sebelum melakukan imunisasi pada Si Kecil, disarankan Moms berkonsultasi ke dokter untuk memastikan ia cukup sehat menerima vaksin.

(AP/AND)

Artikel Terkait