BALITA DAN ANAK
14 Oktober 2019

Ingin Si Kecil Jadi Model Balita? Ketahui Dulu Realitanya

Jangan langsung terbuai dengan impian menjadi kaya dan terkenal, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dunia hiburan masih tampak gemerlap bagi sebagian orang tua sehingga mereka bercita-cita menjadikan anaknya artis, termasuk menjadi model. Apalagi jika Si Kecil menunjukkan potensi, seperti senang bergaya di depan kamera dan memiliki fisik yang menarik.

Tapi, sebelum serius menerjukan anak ke dunia modelling untuk balita, Moms perlu mengetahui faktanya di lapangan sebagai berikut:

1. Anak Harus Tinggal di Kota Besar

1. Anak harus tinggal di kota besar.jpg

Foto: media.travelingyuk.com

Kalau Moms menginginkan anak menjadi model merek ternama, Moms harus tinggal di kota besar, terutama di Jakarta. Kriteria utama pemilihan model adalah berdomisili di tempat yang jarak tempuhnya masuk akal dengan kantor pusat agensi model, yakni kebanyakan di Jakarta.

Sebab, panggilan casting atau shooting seringkali mendadak, misalnya H-1. Klien agensi tak peduli di mana Si Kecil tinggal, yang penting ia datang tepat waktu.

Jika Moms tinggal di luar Jakarta, peluang modelling untuk balita ada namun terbatas. Biasanya untuk perusahaan atau pusat perbelanjaan lokal.

Jangan memaksakan mengikuti casting di luar kota karena Moms akan kesulitan memenuhi jadwal casting dan pemotretan. Hal ini berhubungan dengan poin berikutnya.

Baca Juga: Anak Suka Modelling? Yuk Gali Potensinya Dengan 3 Cara Ini

2. Moms Harus Siap Berkomitmen

2. Moms harus siap berkomitmen (1).jpg

Foto: iStock

Modelling bukanlah untuk Moms atau balita yang sudah memiliki jadwal padat. Seringkali casting, fitting, dan shooting dilakukan di tiga hari yang berbeda, namun satu pertemuan hanya memakan waktu 5-15 menit. Belum lagi memperhitungkan waktu pulang-pergi ke kantor agensi.

Si Kecil mungkin akan mendapat dua panggilan audisi sekaligus dalam sehari, lalu kosong sama sekali selama berminggu-minggu. Anak bisa jadi langsung mendapat kontrak, atau perlu lebih dari 10 kali ikut casting sampai akhirnya bisa menjadi model.

Kalau anak sudah bersekolah, ia mungkin akan sering membolos. Karena itu, jika Moms benar-benar menginginkan Si Kecil menjadi model, Moms harus siap berkomitmen.

Baca Juga: Bisa Jadi Inspirasi Nih, 9 Foto Kreatif yang Dibuat Orang Tua dengan Model Anak-Anaknya

3. Modelling Tak Menghasilkan Banyak Uang

3. Modelling tak menghasilkan banyak uang (1).jpg

Foto: thesun.co.uk

Moms yang bercita-cita menjadikan Si Kecil model karena berpikir akan menghasilkan pundi-pundi uang mungkin terkejut akan fakta ini. Di Amerika Serikat, anak-anak menghasilkan rata-rata USD 150 (Rp 2,1 juta) untuk total 1-2 jam yang terdiri dari persiapan, menunggu, dan shooting. Di Indonesia, nilainya mungkin tak sebesar itu, apalagi untuk brand yang belum punya nama.

Bayaran tersebut belum dipotong 20% untuk agensi. Lagi pula, model balita mungkin hanya mendapat 2-3 kali syuting per bulan dengan durasi paling lama dua jam.

Pemotretan editorial untuk majalah biasanya dibayar lebih rendah, sekitar USD 25-75 per jam (Rp 350.000-1 juta). Upah untuk model di TV, billboard, bus, stadion, atau kemasan produk biasanya lebih tinggi. Iklan di TV mendapat bayaran sekitar USD 475 (Rp 6,7 juta) jika syuting tapi tidak disiarkan, sampai USD 100.000 (Rp 1,4 miliar) untuk iklan nasional yang berjalan bertahun-tahun.

Meski beberapa pemotretan awal bayarannya tidak seberapa, ini bisa digunakan sebagai portofolio jika Moms serius menginginkan anak menjadi model balita. Selain itu, Moms biasanya juga akan mendapat ongkos jika Si Kecil dipanggil untuk fitting.

Baca Juga: Sering Tergiur Modelnya yang Lucu? Ikuti 4 Cara Hindari Pemborosan Saat Belanja Baju Anak

4. Moms Tidak Diberi Tahu Kalau Iklan Sudah Tayang

4. Moms tidak diberi tahu kalau iklan sudah tayang.png

Foto: mychildmagazine.com.au

Ketika Moms sudah menandatangani kontrak dengan agensi, biasanya mereka akan memberitahu Moms untuk tidak menanyakan kepada klien kapan iklan akan tayang, apalagi meminta salinan foto dan majalah yang memuat foto Si Kecil. Jadi, Moms sendiri yang perlu sering memantau media yang akan dipasangi foto Si Buah Hati.

Bagaimana, Moms, masih tertarik menjadikan anak model balita?

Artikel Terkait