KEHAMILAN
1 Agustus 2019

Ini 3 Kondisi yang Bisa Menyebabkan Keguguran

Sebagian kondisi ini ternyata bisa dikendalikan, Moms.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Tahukah Moms? Sekitar 10-20 persen kehamilan akan berakhir dengan keguguran, yaitu ketika janin berhenti berkembang pada saat usia kehamilan Moms masih di bawah 20 minggu.

Dikutip dari medicalnewstoday.com, keguguran sering kali tidak dapat dicegah.

Walaupun Moms dan Dads telah melakukan upaya-upaya secara maksimal untuk menjaga kesehatan kehamilan, faktanya memang ada sejumlah kondisi yang menyebabkan keguguran.

Elizabeth Nowacki, D.O., dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Vincent Fishers Hospital di Indiana mengatakan, kehamilan sesungguhnya adalah suatu keajaiban.

Bila di tengah-tengah periode kehamilan terjadi keguguran, Nowacki menganggap itu sebagai pertanda bahwa elemen genetik yang dibutuhkan janin untuk berkembang memang belum lengkap.

Yuk, cari tahu sejumlah kondisi yang menyebabkan keguguran.

1. Kromosom Abnormal

X kondisi yang sering menjadi penyebab keguguran (1).jpg

Foto: unsplash.com

Penyebab utama janin tidak dapat berkembang secara normal adalah karena terdapat abnormalitas pada kromosom sel telur atau sperma. Abnormalitas itu timbul pada saat proses pembentukan embrio.

Dikutip dari parents.com, keguguran yang disebabkan oleh abnormalitas pada kromosom lebih sering dialami perempuan berusia di atas 35 tahun.

“Sebab sel telur yang ada di tubuh perempuan sejak ia lahir turut mengalami ‘penuaan’ seiring dengan pertambahan usianya,” terang Stephanie Zobel, M.D., spesialis obstetri dan ginekologi dari Winnie Palmer Hospital.

Ia menambahkan, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah keguguran yang disebabkan oleh kromosom abnormal.

Baca Juga : Menariknya Perkembangan Janin pada Usia Kehamilan 30 Minggu

2. Kondisi Kesehatan Khusus

X kondisi yang sering menjadi penyebab keguguran (3).jpg

Foto: pexels.com

Contoh lain kondisi yang menyebabkan keguguran adalah Moms memiliki kondisi kesehatan khusus seperti diabetes atau gangguan fungsi tiroid.

Kadar tiroid yang terlalu rendah (hipotiroid) atau terlalu tinggi (hipertiroid) dapat memicu masalah pada kesuburan serta menyebabkan keguguran berulang.

Sementara, Moms yang menderita diabetes perlu berkonsultasi khusus dengan ahli endokrinologi bila berencana untuk hamil.

Tujuannya, menurut Dr. Zobel, untuk menjaga kadar gula agar tidak melonjak.

“Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik pada trimester pertama dapat berujung pada meningkatnya risiko keguguran dan bayi lahir cacat,” tambah Dr. Zobel.

Baca Juga : Ibu Hamil, Konsumsi 5 Makanan Sumber Folat Ini Agar Kesehatan Janin Optimal

3. Kualitas Sperma Buruk

X kondisi yang sering menjadi penyebab keguguran (2).jpg

Foto: assetsdelivery.com

Kualitas sperma ternyata bisa menjadi salah satu kondisi yang menyebabkan keguguran.

Berdasarkan hasil studi yang diterbitkan di jurnal Clinical Chemistry, keguguran berulang bisa jadi disebabkan oleh kualitas sperma yang buruk.

Dalam studi tersebut, para peneliti dari Imperial College London meneliti kualitas sperma 50 pria yang pasangannya telah mengalami keguguran sebanyak tiga kali berturut-turut atau lebih.

Mereka lalu membandingkannya dengan sperma para pria yang pasangannya tidak pernah mengalami keguguran.

Hasilnya, sperma pria yang pasangannya pernah keguguran memiliki tingkat kerusakan DNA yang lebih tinggi.

Dr Channa Jayasena, peneliti utama studi tersebut mengatakan, “Studi ini menambah bukti bahwa kesehatan sperma turut menentukan kesehatan kehamilan.”

Jadi Moms dan Dads harus jaga kesehatan tubuh demi mewujudkan impian memiliki momongan, ya!

(AN/CAR)

Artikel Terkait