DI ATAS 5 TAHUN
27 Agustus 2019

Ini 4 Cara Menumbuhkan Empati pada Anak Sejak Dini

Empati dapat membantu si kecil membangun hubungan sosial yang lebih dekat.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Apa, sih empati? Empati adalah perasaan memahami, seperti ada perasaan sama-sama berbagi pengalaman dan emosi dengan orang lain.

Apa pentingnya si kecil memiliki empati? Empati dapat membantu si kecil membangun hubungan yang lebih dekat, menjaga persahabatan, mengembangkan komunitas yang kuat, dan secara umum mendorongnya bersikap ramah dan peduli pada orang lain.

Jadi, sudah tahu kan kenapa sangat penting membantu anak mengasah keterampilan sosial yang satu ini? Nah, yuk, bantu si kecil untuk menumbuhkan empati dalam dirinya.

“Untuk berempati, kita harus memahami sudut pandang anak. Tapi sayangnya, seringkali kita tidak bisa melakukannya,” kata Janet Lansbury, pendidik orang tua dan penulis Elevating Child Care: A Guide to Parenting Respectful Parenting.

Lalu, bagaimana cara menumbuhkan empati pada anak? Ini dia, seperti dilansir dari rd.com.

Baca Juga: Cara Mempelajari dan Melatih Emosi Batita Agar Tidak Jadi Pemarah

1. Beri Contoh Langsung

Ini 4 Cara Menumbuhkan Empati pada Anak Sejak Dini 1.jpg

Foto: rd.com

Empati bukanlah sifat yang diturunkan kepada anak dari orangtuanya, sehingga hauh lebih efektif jika si kecil melihat langsung sikap empati yang dilakukan oleh orangtuanya.

Cobalah untuk menumbuhkan sikap empatik dalam kehidupan sehari-hari Moms, misalnya bersikap baik pada hewan jalanan, memerhatikan kebutuhan para asisten rumah tangga, atau bersikap tidak membedakan kepada teman si kecil yang main ke rumah.

Menurut Ed Christophersen, PhD, seorang psikolog klinis anak di Children's Mercy Kansas Hospital, “Anak-anak cenderung menunjukkan empati terhadap orang lain ketika mereka melihat orangtua mereka melakukan empati pada sejumlah kesempatan.”

Baca Juga: 7 Tanda Kita dan Suami Punya Koneksi Emosional yang Kuat

2. Bicarakan Tentang Perasaan Orang Lain

Ini 4 Cara Menumbuhkan Empati pada Anak Sejak Dini 2.jpg

Foto: rd.com

Menyadari perasaan orang lain itu penting, tetapi lebih baik jika Moms membicarakan perasaan itu dengan si kecil.

"Jelaskan bagaimana perasaan orang lain," kata Nancy Eisenberg, PhD, seorang profesor psikologi di Arizona State University.

Misalnya, "Tetangga kita baru saja kehilangan neneknya, dan dia merasa sangat sedih. Yuk, kita datang ke rumahnya membawa kue untuk menunjukkan kepadanya bahwa kita ikut bersedih!"

Baca Juga: Bikin Langsing dan Menenangkan Emosi, Inilah 4 Gerakan Yoga Bagi Pemula yang Patut Dicoba

3. Berikan Kesempatan pada Si Kecil untuk Menunjukkan Empati

Ini 4 Cara Menumbuhkan Empati pada Anak Sejak Dini 3.jpg

Foto: rd.com

Anak-anak suka membantu. Itu sebabnya, memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan empati kepada orang lain adalah kunci untuk mengembangkan keterampilan itu dalam kehidupan mereka.

Menurut David Schonfeld, MD, direktur pediatrik perkembangan dan perilaku di Pusat Medis Rumah Sakit Anak Cincinnati, "Keinginan untuk membantu adalah bawaan setiap anak. Pada awalnya, anak-anak hanya suka membantu orang lain, kemudian mereka melakukannya karena suka mendapat pujian. Akhirnya, mereka mulai mengantisipasi kebutuhan orang lain, dan secara intrinsik mengembangkan empati."

Nah, memberi si kecil kesempatan untuk menyumbangkan beberapa mainan atau makanan kepada mereka yang membutuhkan bisa menjadi cara yang baik untuk melatih empati.

Atau, mendorong ia untuk menyumbangkan uang sakunya ke kotak amal juga bisa menjadi latihan yang baik.

4. Jangan Larang Si Kecil Mengekspresikan Emosinya

Ini 4 Cara Menumbuhkan Empati pada Anak Sejak Dini 4.jpg

Foto: rd.com

Moms mungkin kerap mengatakan, "Jangan menangis, tidak apa-apa, tidak sakit, kok!" Benar, nggak, Moms?

Orangtua sering memiliki kecenderungan untuk mencoba menekan emosi anak-anak mereka, yang merupakan reaksi alami karena orangtua tidak suka melihat anak-anak mereka kesakitan, emosional, atau sebaliknya.

Namun, ini bisa menjadi kontra-produktif.

"Jika kita mencoba menenangkan anak-anak dengan meyakinkan mereka bahwa tidak perlu marah atau khawatir tentang sesuatu yang mengganggu mereka, mereka mungkin menjadi kurang cenderung untuk mengekspresikan perasaan mereka," kata Lansbury.

Padahal, tak apa-apa mengakui kalau si kecil sakit, sedih, atau merasa tidak baik-baik saja.

Justru ketika si kecil merasa dipahami dan merasakan empati dari orangtuanya, pada akhirnya ia akan belajar dan mengetahui bahwa Moms atau Dads ada bersamanya, menemaninya.

Inilah yang menjadi modal bagi si kecil untuk menumbuhkan rasa empatinya.

Bagaimana, Moms, sudah siap menumbuhkan empati pada si kecil?

(VAN)

Artikel Terkait