GAYA HIDUP
15 Agustus 2019

Ini 4 Mitos tentang Daging yang Ternyata Salah

Ternyata daging putih tidak selalu lebih sehat daripada daging merah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Saat ini masih banyak mitos tentang daging yang masih dipercaya masyarakat.

Salah satunya, masih banyak yang percaya bahwa daging putih lebih sehat daripada daging merah. Akibatnya, banyak yang lebih memilih mengkonsumsi daging ayam daripada daging sapi.

Namun, apakah hal itu benar?

“Banyak orang yang tidak membeli daging merah karena rasa takut,” kata ahli gizi yang berbasis di Michigan, Kelsey Lorencz seperti dilansir HuffPost.

Kesley menambahkan, ketakutan itu sangat mendasar, seperti takut salah mencuci, mengolah ataupun memasaknya.

Apalagi beredar kabar bahwa jika salah dalam memperlakukan daging merah malah akan membahayakan kesehatan.

"Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka juga tidak mampu membeli barang-barang organic karena harganya, padaha itu baik bagi mereka,” ujarnya.

Namun jangan khawatir, kami akan memberikan beberapa fakta tentang banyaknya mitos yang beredar, agar Moms merasa lega sebelum memutuskan membeli produk daging. Intip yuk.

1. Semua Daging Merah Tidak Baik

mitos 1

Foto: Youtube.com

Mitos tentang daging yang pertama ini ternyata salah.

"Daging merah olahan seperti salami dan hot dog memang harus dihindari, karena aktivitas karsinogen potensial mereka yang akan merugikan kesehatan," kata L. J. Amaral, ahli diet klinis dan penelitian di Rumah Sakit Cedars-Sinai di Los Angeles.

Melihat dari kandungan baik yang dimiliki, American Institute for Cancer Research bahkan memberikan saran agar mengkonsumsi tiga porsi daging merah per minggu.

"Sepotong daging merah adalah sumber yang kaya bioavailable (heme) zat besi, vitamin B12, seng, dan selenium, dan nutrisi-nutrisi lainnya," kata Edwina Clark, seorang ahli diet terdaftar dan kepala nutrisi yang terdaftar di California.

Yang harus Moms lakukan adalah ekstra hati-hati saat memasak daging. Pastikan tidak terbakar dan potong bagian yang terbakar.

Secara keseluruhan, ada sangat sedikit bukti yang menghubungkan konsumsi daging dengan kanker.

Baca juga : Cara Menyimpan Daging Agar Tak Cepat Busuk

2. Daging Putih Lebih Sehat daripada Daging Merah

mitos 2

Foto: Earth.com

Mitos ini memang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat.

Daging merah tidak menjadi pilihan karena beresiko meningkatkan kolesterol, kanker dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Padahal keduanya memang memiliki resiko tersebut jika dikonsumsi terlalu banyak.

"Karena daging putih, seperti ayam dan babi biasanya diberi lampu hijau karena ramah-jantung, manum hal tersebut malah menyebabkan jenis daging ini terlalu banyak dikonsumsi," kata ahli diet terdaftar Megan Casper yang berbasis di Los Angeles.

3. Apa yang Dimakan Sapi Tidak Membuat Perbedaan

mitos 3

Foto: Medicalnewstoday.com

Mitos tentang daging ini sudah terpatahkan.

Sapi yang diberi makan rumput biasanya hanya makan rumput. American Grassfed Association memberi label khusus pada hewan yang diberi makan 100% makanan hijau seperti rumput organik. Ini jelas akan mengubah gizi daging sapi.

Selain sebagai sumber protein yang sangat baik, mengandung zat besi heme yang sangat mudah diserap tubuh, dan vitamin B12.

Daging sapi yang diberi makan rumput mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 yang menyehatkan jantung, konsentrasi linoleic terkonjugasi yang lebih tinggi, serta kadar antioksidan yang lebih tinggi, seperti vitamin E.

Baca juga : 6 Tips Mengolah Daging Kambing Agar Empuk dan Tidak Bau

4. Daging akan Menambah Kegemukan

mitos 4

Foto: Toledoblade.com

Tidak dapat dipungkiri daging memang tinggi lemak dan kalori.

Namun juga meningkatkan metabolisme dan dapat mendorong penurunan berat badan. Karena itu, makan daging berkualitas tinggi justru lebih mudah menurunkan berat badan.

Meski tidak terjadi secara keseluruhan, tetapi ini membuktikan bahwa daging bukanlah makanan yang harus dihindari oleh semua orang.

Sebagai sumber protein utama, tentu bukan pilihan yang baik tidak memasukkan daging ke dalam menu masakan Anda. Cukup lebih berhti-hati saat memilih daging berkualitas dan juga saat memasaknya.

(FAR/CAR)

Artikel Terkait