TREN
26 Maret 2018

Ini 5 Dampak Negatif Curhat di Media Sosial yang Jarang Disadari

Stop curhat di media sosial, kalau tidak mau terjadi beberapa hal buruk seperti ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla


Media sosial diciptakan untuk memudahkan penggunanya berinteraksi dengan orang lain tanpa dibatasi jarak. Komunikasi antar negara yang dulu bisa ditempuh berbulan-bulan, dapat segera dilakukan di saat yang bersamaan.

Media sosial juga merupakan tempat untuk berbagi informasi, berita, cerita dengan para pengguna lain.

Meskipun banyak hal positif yang didapat dari kehadiran media sosial di abad ini, tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi yang satu ini juga memiliki dampak buruk bagi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Misalnya, saat kita terlalu banyak curhat atau mengumbar masalah pribadi yang bisa disaksikan oleh banyak teman-teman kita di media sosial.

Nah, di bawah ini ada 5 dampak negatif curhat di media sosial yang jarang kita sadari.

1. Reputasi Buruk

Saat menggunakan media sosial, kita menghadirkan cerminan diri kita sendiri dalam bentuk digital. Hal-hal yang kita tulis dan bagikan akan membangun persepsi orang terhadap pribadi kita. Jika kita membagikan konten positif, orang lain akan memiliki persepsi yang baik terhadap diri kita.

Sebaliknya, konten yang negatif, di antaranya berita bohong dan curhatan yang kurang penting, malah membangun reputasi yang buruk. Pribadi digital yang kita bentuk melalui media sosial sedikit banyak akan mempengaruhi reputasi kita di dunia nyata.

2. Membahayakan Jabatan dan Profesi

shutterstock 314440205

Kita perlu menyadari bahwa rekan kerja di kantor juga menggunakan media sosial, khususnya atasan atau klien kita. Curhatan mengenai pekerjaan yang terlalu sering dapat mengakibatkan hubungan yang kurang baik dengan mereka.

Pada kasus yang lebih parah, curhatan yang tidak pada tempatnya dapat mengakibatkan putusnya hubungan kerja secara sepihak dari kantor tempat kita bekerja.

Baca Juga : Yes or No, Mengunggah Aktivitas Bersama Bayi ke Sosial Media?

3. Bisa Melanggar Hukum

Di Indonesia, khususnya, perilaku masyarakat di media sosial sudah diatur oleh pemerintah lewat undang-undang. Nah, curhatan atau opini yang berpotensi mengganggu persatuan negara dapat berujung hukuman pidana.

Banyak orang yang mudah terpicu dengan berita dan komentar orang lain di dalam media sosial. Untuk menyikapi hal itu, cobalah untuk menahan diri dan pikirkan baik-baik sebelum menuliskan curhatan yang bisa menjadi masalah.

4. Mengundang Kejahatan

shutterstock 607482971

Curhatan mengenai kegiatan sehari-hari termasuk membagikan lokasi dan foto-foto di tempat kita berada dapat dengan mudah mengundang niat jahat. Kita tidak benar-benar tahu siapa yang dapat melihat konten yang kita bagikan.

Bisa jadi, salah satu penikmat foto-foto yang kita unggah memiliki tendensi yang kurang baik. Bagikanlah cerita kegiatan sehari-sehari seperlunya saja dan aturlah kerahasiaan informasi yang kita bagikan.

5. Konten di Sosial Media Tidak Pernah Hilang

Kita perlu mengetahui bahwa setiap data dan informasi yang kita unggah ke internet akan tersimpan selamanya di sana.

Meskipun kita sudah menghapusnya, konten tersebut sebenarnya masih bisa dicari. Tentunya, kita tidak ingin curhatan kita menjadi musuh yang balik menyerang kita sendiri. Maka dari itu, tetaplah gunakan media sosial dengan bijak, ya!

(OMI)
Foto : Shutterstock

Artikel Terkait