GAYA HIDUP
23 Mei 2019

Ini 5 Rekomendasi Vaksin Dewasa yang Bisa Moms Dapatkan

Bukan hanya bayi dan anak-anak yang membutuhkan vaksin. Orang dewasa juga membutuhkan vaksin untuk melindungi diri dari penyakit.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla

Pemberian vaksin telah terbukti dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit.

Dan ini tak hanya berlaku pada bayi dan anak-anak.

Orang dewasa pun akan mendapat manfaat yang sama dari pemberian vaksin.

Dilansir dari adultvaccination.org, kekebalan tubuh dari vaksinasi masa kanak-kanak bisa hilang, dan hal ini mungkin membuat Moms berisiko terhadap penyakit yang baru dan berbeda.

Juga, jenis vaksin dan rekomendasinya dapat berubah selama bertahun-tahun.

Ditambah, mungkin ada vaksin tertentu yang tidak tersedia ketika Moms masih kecil.

Lalu, apa saja jenis vaksin yang dibutuhkan dan sebaiknya tidak dilewatkan oleh orang dewasa?

1. Vaksin Influenza

Ini 5 Rekomendasi Vaksin Dewasa yang Layak Moms Pertimbangkan 1.jpg

Foto: mnn.com

Flu selalu dianggap sebagai penyakit sepele.

Padahal, meski jarang menimbulkan komplikasi, flu sangat menular dan menimbulkan gejala yang dapat menghambat rutinitas penderita, seperti demam, sakit kepala, batuk, pegal-pegal, nafsu makan menurun, dan sakit tenggorokan.

Vaksin flu dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit ini, serta efektif mencegah penularannya.

Dilansir dari health.clevelandclinic.org, Michael Rabovsky, MD, dokter keluarga di Cleveland Clinic mengatakan bahwa setiap orang yang berusia 6 bulan ke atas membutuhkan vaksin flu, terutama mereka yang menderita penyakit kronis seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung.

Itu karena risiko mereka untuk mendapatkan komplikasi akibat flu akan lebih tinggi.

Vaksin flu sebaiknya diberikan setiap tahun sekali, terutama ketika sedang musim pancaroba atau musim hujan.

Baca Juga: Sebelum Liburan ke Luar Negeri, Jangan Lupa Lakukan 7 Vaksinasi Ini

2. Vaksin Pneumonia

Ini 5 Rekomendasi Vaksin Dewasa yang Layak Moms Pertimbangkan 2.jpg

Foto: health.clevelandclinic.org

Pneumonia adalah penyakit radang paru yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang menyerang saluran napas bagian bawah dan menular lewat batuk, bersin, dan ketika berbicara.

Serangan pneumonia lebih rentan pada orang berusia lebih dari 60 tahun atau orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Vaksin pneumonia akan melindungi kelompok yang rentan terhadap pneumonia, termasuk orang dewasa yang merupakan perokok aktif atau memiliki kondisi medis kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan asma.

3. Tetanus Booster

Ini 5 Rekomendasi Vaksin Dewasa yang Layak Moms Pertimbangkan 3.jpg

Foto: verywellhealth.com

Vaksin tetanus akan menjaga Moms dari infeksi bakteri penyebab tetanus yang ditandai dengan kejang otot.

Vaksin ini seringkali dikombinasikan dengan vaksin lain, yaitu difteri dan pertusis.

Vaksin ini biasanya diberikan kepada balita, namun perlu diberikan ulang (booster) setidaknya 10 tahun sekali.

Setiap orang dewasa harus mendapatkan booster vaksin ini, terutama wanita hamil.

Baca Juga: Berapa Biaya Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks dan Kapan Harus Dilakukan?

4. Vaksin HPV

Ini 5 Rekomendasi Vaksin Dewasa yang Layak Moms Pertimbangkan 4.jpg

Foto: cancer.gov

Vaksin HPV melindungi seseorang dari Human Papilloma Virus (HPV) yang menyebabkan sebagian besar kasus kanker serviks.

Dilansir dari cdc.gov, vaksin HPV mulai dapat diberikan pada usia 11 atau 12 tahun.

Vaksin HPV kedua dapat diberikan 1 sampai 2 bulan setelah vaksin HPV pertama. Dan vaksin HPV ketiga dapat diberikan 6 bulan setelah vaksin HPV pertama.

5. Vaksin Hepatitis

Ini 5 Rekomendasi Vaksin Dewasa yang Layak Moms Pertimbangkan 5.jpg

Foto: clinicaladvisor.com

Virus hepatitis A dan hepatitis B menyerang hati.

Vaksinasi dibutuhkan untuk mencegah infeksi yang serius, dan khusus pada hepatitis B, mencegah terbentuknya jaringan parut dan kegagalan hati, kanker, dan kematian.

Vaksin hepatitis A sudah dapat diberikan saat anak-anak, atau di usia 2 tahun, dan dapat dilakukan ulang setiap 10 tahun sekali.

Sedangkan vaksin hepatitis B sudah diberikan pada bayi baru lahir, dan dapat diberikan ulang setiap enam bulan sekali.

Selain itu, menurut Dr. Rabovsky, petugas kesehatan dan orang lain yang terpajan cairan tubuh penderita hepatitis juga membutuhkan vaksin ini.

Mendapatkan satu jenis vaksin hepatitis tidak akan melindungi Moms dari jenis hepatitis yang lain, sehingga perlu diberikan vaksinasi hepatitis A maupun hepatitis B.

Itulah 5 jenis vaksin dewasa yang disarankan untuk dilakukan. Adakah salah satunya yang sudah Moms dapatkan?

(VAN/CAR)

Artikel Terkait