PROGRAM HAMIL
5 Agustus 2019

Ini Bedanya Sakit Perut Saat Hamil yang Normal dan Tidak

Harus tahu mana sakit perut yang harus diwaspadai.
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Wajar jika Moms kerap merasa sakit perut saat hamil. Bagaimanapun, rahim membesar, otot-otot ligamen meregang, dan organ-organ di sekitar perut terus tertekan oleh janin yang tumbuh.

Beberapa sakit perut ada yang sifatnya ringan dan akan berlalu sendirinya, tetapi ada juga sakit perut yang perlu mendapat perhatian khusus.

Yuk, cari tahu apa saja penyebab sakit perut saat hamil, dan bagaimana cara mengetahui apakah sakit perut yang Moms alami tergolong ringan atau berbahaya.

Baca Juga : Mengenal Kram Perut, Salah Satu Tanda Kehamilan Paling Umum

Sakit Perut yang Tidak Berbahaya

shutterstock 682708039

1. Akibat pertumbuhan rahim

Rahim Moms terus tumbuh dan membesar hingga menekan organ-organ di sekitarnya, termasuk usus.

Ini dapat menimbulkan rasa mual, sebah, dan kembung pada perut, demikian dikata Patrick Duff, M.D, profesor kebidanan dan kandungan dari University of Florida, seperti dilansir dari parents.com.

Solusinya, cobalah makan lebih sering namun dalam porsi sedikit-sedikit, olahraga secara teratur, perbanyak istirahat, dan sering-seringlah mengosongkan kandung kemih.

2. Nyeri ligamen

Ketika rahim membesar, ligamen yang membentang dari rahim ke selangkangan akan ikut meregang.

Moms mungkin akan merasakan ketidaknyamanan di perut bagian bawah yang menjalar ke selangkangan, terasa tajam dan menusuk ketika Moms mengubah posisi tubuh, bersin, atau batuk.

Sakit perut ini biasanya mulai dialami pada trimester kedua.

3. Sembelit dan gas

Progesteron, hormon yang meningkat selama kehamilan, memperlambat kerja saluran pencernaan.

Hal ini membuat makanan bergerak lebih lambat, menyebabkan Moms mengalami sembelit dan perut terasa kembung akibat terlalu banyak gas.

Untuk mengatasi sembelit, minumlah banyak air dan konsumsi makanan kaya serat.

Baca Juga : Sering Kembung, 1 dari 8 Tanda Pembuahan yang Berhasil Setelah Berhubungan Intim

Sakit Perut yang Berbahaya

1. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim, dan paling sering terjadi di tuba falopi.

Kehamilan ektopik menyebabkan rasa sakit dan perdarahan yang intens antara minggu ke 6 dan 10 kehamilan.

Kehamilan ektopik harus segera ditangani, karena meski kehamilan tidak dapat dilanjutkan, dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani segera.

2. Keguguran

Dr. Duff mengatakan bahwa sakit perut hebat yang terjadi di trimester pertama seringkali menjadi indikasi keguguran. Selain sakit perut, gejala keguguran juga meliputi perdarahan dan kontraksi.

3. Solusio plasenta

Plasenta merupakan sumber oksigen dan nutrisi untuk janin, dan baru akan terlepas setelah bayi lahir.

Dalam kasus yang jarang terjadi (1 dari setiap 200 kelahiran), plasenta dapat terpisah dari dinding rahim. Ini merupakan komplikasi yang berbahaya, dan paling umum terjadi di trimester ketiga.

Dr. Duff menggambarkan rasa sakit akibat solusio plasenta sebagai 'sakit perut bagian bawah yang parah, konstan, dan semakin memburuk'.

4. Preeklampsia

Menurut Preeclampsia Foundation of America, preeklamsia dan gangguan hipertensi lainnya dialami oleh 5 hingga 8 persen dari semua wanita hamil.

Preeklamsia dapat berkembang kapan saja setelah usia kehamilan di atas 20 minggu, dan ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urin.

5. Infeksi saluran kemih (ISK)

Sekitar 10 persen wanita hamil akan mengalami infeksi saluran kemih (ISK) selama kehamilan.

Gejala khasnya termasuk keinginan tiba-tiba untuk buang air kecil, rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil, dan berdarah. Dan beberapa pasien dengan ISK juga mengalami sakit perut.

Itulah salah satu alasan mengapa dokter kandungan kerap melakukan tes urin setiap kali kunjungan, untuk memeriksa tanda-tanda bakteri penyebab ISK.

Tapi tak perlu khawatir, jika ISK diketahui lebih awal, ISK mudah diobati dengan antibiotik.

Bagaimana, Moms? Sudah tahu, kan, mana sakit perut yang normal dan berbahaya pada kehamilan?

(VAN/CAR)

Artikel Terkait