PROGRAM HAMIL
4 November 2019

Cara Menghindari Kelainan Kromosom pada Janin, Ketahui di Sini!

Terjadi karena kesalahan pada saat fase pembelahan sel tahap awal ketika pembuahan.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Bisa dibilang, belum tentu ada cara yang pasti dalam menghindari kelainan kromosom pada janin. Yang bisa kita lakukan adalah memperkecil kemungkinannya, Moms.

Untuk mengetahui cara memperkecil peluang kelainan kromosom pada janin, dr. David Mayndra Utama dari Klinik Fertilitas Bocah Indonesia membagikan tipsnya.

Kromosom merupakan struktur sel yang didalamnya terkandung unsur genetik manusia yang salah satunya adalah DNA. Dalam tubuh manusia terdapat setidaknya 46 kromosom dan dua diantaranya merupakan kromosom seks yaitu kromosom X dan kromosom Y. Setengah dari sepasang kromosom ini berasal dari masing-masing orang tua.

Baca Juga: Menurut Sains, 7 Gejala Fisik Ini Dapat Menandakan Adanya Masalah Kesuburan

Apa Penyebab Kelainan Kromosom pada Janin?

Penyebab Kelainan Kromosom pada Janin.jpg

Kelainan kromosom bisa disebabkan oleh kesalahan pada saat fase pembelahan sel tahap awal ketika pembuahan yang bisa menyebabkan kromosom janin bisa memiliki kromosom ekstra (trisomi) atau kehilangan kromosom (monosomi).

Salah satu kelainan kromosom yang paling terkenal adalah Down’s Syndrome. Sebab, kelainan ini disebabkan oleh janin yang ketika terbentuk, memiliki 47 kromosom alih-alih 46.

Namun, kelainan kromosom lebih banyak menyebabkan keguguran. Bahkan, tercatat 50 persen keguguran di awal kehamilan disebabkan oleh kelainan kromosom.

Selain keguguran, janin mengalami kelainan kromosom bisa mengakibatkan kecacatan bahkan kematian janin dalam kandungan.

“Salah satu faktor kelainan kromosom pada janin adalah usia ibu yang sudah melewati usia reproduktif,” kata dr. David.

Usia yang sudah melewati masa reproduktif yang dimaksud adalah usia di atas 35 tahun. Moms yang sudah melewati usia ini lebih berpeluang mengalami kelainan kromosom pada janin ketika mengandung dikarenakan kualitas sel telur yang dihasilkan akan semakin menurun pula.

Baca Juga: Bikin Haid Tak Teratur dan Ganggu Kesuburan, Apa Penyebab PCOS dan Gejalanya?

Cara Menghindari Kelainan Kromosom pada Janin

Cara Menghindari Kelainan Kromosom pada Janin.jpg

Foto: romper.com

Dikatakan lagi oleh dr. David, cara untuk menghindari terjadi kelainan kromosom ini adalah sebisa mungkin kehamilan dilakukan pada usia reproduktif yaitu antara 20-35 tahun.

Namun, apabila Moms merencanakan kehamilan di luar usia reproduktif, jangan takut dahulu. Periksakan kesehatan reproduktif secara rutin. Contohnya, lakukan pemeriksaan TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegallovirus dan Herpes simpleks virus) sebelum melakukan program kehamilan.

Apabila kehamilan sudah terjadi, maka penting dilakukan pemeriksaan USG rutin untuk mendeteksi dini kelainan.

“Moms juga harus melakukan tes darah, tes cairan ketuban, tes sampel plasenta atau chorionic villus sampling, maupun pemeriksaan darah janin untuk mendeteksi kemungkinan kelainan lebih jauh secara dini,” tutup dr. David.

Nah, Moms. Itulah cara-cara yang bisa Moms lakukan untuk mencegah kelainan kromosom pada janin. Semoga, Moms yang sedang merencanakan kehamilan bisa berhasil dan memiliki janin yang sehat, ya! Sukses, Moms.

Baca Juga: Dads, Ini 5 Manfaat Bawang Putih untuk Kesuburan Pria yang Perlu Diketahui

(Klinik Fertilitas Bocah Indonesia)

Artikel Terkait