BALITA DAN ANAK
24 Mei 2019

Ini Cara Menjaga Kebersihan Anak Saat Latihan Stimulasi Motorik

Ketika latihan stimulasi motorik, seberapa penting untuk menjaga kebersihan anak?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Setiap anak pasti senang jika diajak untuk bermain, apalagi bermain bersama orangtuanya.

Tahukah Moms kalau permainan yang dilakukan bersama anak bisa menjadi stimulasi terbaik untuk melatih kemampuan motorik kasar anak?

Tentunya dengan memerhatikan beberapa hal, seperti waktu bermain, jenis permainan yang harus sesuai dengan usianya, dan pengawasan yang tepat agar anak tetap aman.

Ya, stimulasi motorik sangat penting untuk dilatih sejak dini sebab kemampuan motorik anak akan berbeda-beda pada setiap orang.

Baca Juga : Asah Kemampuan Motorik Anak Dengan Cara Seru Ini!

Kemampuan motorik kasar pada anak dapat memengaruhi pada masa depannya.

Semua dimulai dari gerakan sederhana yang dilakukan saat masih bayi seperti berguling atau mengangkat kepala.

Gerakan tersebut akan berkembang seiring bertambahnya usia anak. Ia akan mampu duduk, berdiri, menendang, hingga berlari.

Menurut seorang early childhood practitioner bernama Carmelia Riyadhni, ada gerakan yang disebut gerak refleks.

Gerakan ini adalah bentuk kemampuan bertahan hidup setelah bayi lahir, misalkan refleks merentangkan kaki saat bayi digendong, refleks melengkungkan punggungnya atau melemparkan kepalanya di belakang.

Gerak Refleks dan Kemampuan Motorik Anak

Cara Menjaga Kebersihan Anak saat Latihan Stimulasi Motorik-1.jpg

Foto : freepik

Nah, apa hubungannya gerak refleks ini dengan kemampuan motorik anak?

“Seiring perkembangannya, gerakan refleks ini akan hilang. Untuk itu, bayi perlu belajar menciptakan gerakan yang dilakukan secara sadar untuk kemampuan hidupnya," ujar Carmelia ketika berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community, Selasa (5/3) lalu.

Carmelia memberi contoh, misalnya dengan menguatkan otot kaki supaya kuat berjalan atau menjaga keseimbangan agar tidak mudah terjatuh.

"Dengan memperbanyak stimulasi, maka bayi akan mengasah kemampuannya dengan lebih baik,” ujarnya.

Nah, artinya memberikan stimulasi pada anak sangat penting kan, Moms?

Namun, sering jadi kekhawatiran bagaimana cara menjaga kebersihan anak saat latihan stimulasi.

Sistem kekebalan tubuh anak masih rendah, pasti akan muncul kekhawatiran ia terserang kuman saat sedang bermain.

Tenang, Moms. Ada cara untuk menjaga kebersihan anak saat latihan stimulasi motorik.

Baca Juga : Moms, Waspada 5 Tanda Gangguan Perkembangan Motorik Balita

Pentingnya Mencuci Tangan

Cara Menjaga Kebersihan Anak saat Latihan Stimulasi Motorik-2.jpg

Foto: bundoo

Menurut Carmelia, yang juga merupakan co-founder dari Rumah Dandelion ini, menjaga kebersihan anak kembali pada rumah masing-masing, karena setiap standar kebersihan rumah berbeda.

Tapi yang terpenting adalah biasakan anak untuk mencuci tangan setelah bermain.

Kebiasaan mencuci tangan dapat membuat anak terhindar dari kuman-kuman yang menempel saat ia sedang bermain.

“Tidak hanya itu, mainan yang dipakai anak sebagai alat stimulasi juga harus dibersihkan paling tidak seminggu sekali. Akan lebih baik lagi jika Moms membuat jadwal yang rutin,” ungkap Carmelia.

Untuk menstimulasi anak berdiri, memang Moms bisa menggunakan alat mainannya sebagai pendorong.

Misalkan dengan meletakkan mainan favorit sedikit lebih tinggi dari jangkauannya supaya anak bisa merambat.

Biarkan Daya Tahan Tubuh Anak Beradaptasi

Cara Menjaga Kebersihan Anak saat Latihan Stimulasi Motorik-3.jpg

Foto: babycenter

Memberikan stimulasi motorik dengan bermain di rumah dengan mainan kesukaannya adalah hal yang penting.

Tapi, jangan melulu di dalam rumah, ya, Moms! Ada waktunya anak untuk mengenal dunia di luar rumahnya, misalkan dengan bermain di taman atau belajar berjalan di atas rumput.

Tak perlu takut kotor, yang penting Moms selalu mengawasi si kecil.

“Saat anak keluar rumah, kita memang tidak tahu standar kebersihannya apalagi kalau bermain di taman sambil merangkak atau berjalan. Tapi, hal ini menjadi proses bagi anak untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungannya, begitu pula dengan daya tahan tubuhnya,” ujar Carmelia.

Untuk mencegah anak terinfeksi bakteri atau virus, selalu penuhi nutrisinya dengan baik. Berikan makanan dengan gizi seimbang agar kekebalan tubuhnya juga terjaga.

Dengan begitu, tidak perlu lagi takut anak main di luar rumah karena stimulasi motorik anak akan semakin terlatih ketika ia mengenal dunia luar.

(DG)

Artikel Terkait