PARENTING
12 Juni 2019

Ini Dia 4 Cara Menghadapi Balita Bossy

Ambil alih kendali Moms sebagai orang tua dengan cara ini
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Memang bukan hal mudah menghadapi balita bossy yang suka memerintah, karena orang tua seringkali tidak tega melihat buah hatinya kecewa, marah, atau tantrum karena tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

Menurut psikolog Karen Young, sifat bossy sendiri umumnya dimulai usia 3 tahun saat balita mulai lebih berani berpendapat dan ingin memiliki kendali lebih besar atas hidupnya.

Namun seperti dikatakan psikolog John F. Taylor dalam bukunya From Defiance to Cooperation, bila orang tua tidak bisa menghadapi balita bossy dengan tegas, ada banyak dampak negatif yang bisa terjadi di kemudian hari.

Bukan hanya orang tua yang akan kehilangan wibawa dan kendali, Si Kecil juga bisa tumbuh jadi anak yang sulit mengikuti aturan, susah mendapatkan teman, juga lebih rentan mengalami masalah perilaku.

Supaya pola asuh bisa berjalan lancar dan balita tumbuh menjadi pribadi yang positif di masa depan, Moms bisa coba beberapa cara berikut untuk menghadapi balita bossy.

Baca Juga: Yuk Kenalkan Balita Cara Mengenali Perasaannya

Terapkan Aturan dan Konsekuensi Dengan Tegas

balita bossy

Foto: Netdoctor.co.uk

Tahukah Moms, kalau salah satu penyebab balita bossy adalah tidak menjalankan aturan di rumah dengan tegas?

Menurut Jill Fodstad, psikiater di Indiana University Health, anak berusia balita memang sedang adu kuat dalam memegang kendali.

Itulah kenapa orang tua harus terus membimbingnya dengan menerapkan aturan dan batasan tegas, sambil tetap mempertimbangkan pendapat dan perasaan balita, seperti dalam pola asuh demokratis.

Berikan Konsekuensi

balita bossy

Foto: Seemamago.com

Kalau Si Kecil sudah sering diingatkan soal aturan dan perilaku baik tapi masih melanggarnya, berikan konsekuensi supaya dia tahu kalau Moms benar-benar serius dengan aturan yang ada.

Selain akan menguatkan peran Moms dan Dads sebagai pemegang kendali, balita juga lebih menghargai orang tua dan akan berpikir dua kali sebelum meneriakkan perintah.

Ajarkan Cara Meminta yang Baik

balita bossy

Foto: Cnn.com

Balita bossy sering melontarkan kalimat perintah seperti “Aku mau makan cokelat sekarang juga!” atau “Aku tidak mau pulang kalau Moms tidak membelikan mainan!” karena orang tua seolah tidak keberatan dan melakukan apa yang dimintanya.

Untuk menghadapi balita bossy, Moms perlu mengajarkannya mengganti kalimat perintah dengan kalimat tanya atau kalimat saran. Tentu saja tidak lupa dengan mengucapkan tolong, maaf, dan terima kasih.

Nah, dua kalimat contoh tadi bisa diubah jadi “Moms, apa aku boleh makan cokelat sekarang?” atau “Sebelum pulang, boleh beli mainan dulu?”

Baca Juga: 5 Aktivitas Eksperimen Sederhana untuk Melatih Otak Balita

Berikan Pilihan Terbatas

balita bossy

Foto: Janetlansbury.com

Supaya seimbang, berikan balita pilihan terbatas untuk menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya dirinya. Misalnya untuk hal sederhana seperti menu makan siang, baju yang akan dipakai, atau film yang akan ditonton.

Seperti kata Russel A. Barkley, professor psikiatri di Medical University of South Caroline, sesekali bilang ‘Ya’ dan mengabulkan keinginan Si Kecil juga cukup efektif untuk mengurangi adu kuat antara orang tua dan balita.

Jangan lupa, berikan contoh cara meminta atau menyampaikan keinginan dengan baik dan santun supaya balita bisa menirunya ya, Moms.

Nah, apa Moms punya pengalaman dalam menghadapi balita bossy?

(WA/IRN)

Artikel Terkait