PROGRAM HAMIL
6 Maret 2020

6 Tahapan Proses Bayi Tabung yang Perlu Moms Ketahui

Proses bayi tabung cukup panjang dan butuh waktu yang lama.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Irene Anindyaputri
Disunting oleh Orami

Bagi Moms dan Dads yang menunggu-nunggu momongan sejak lama, mungkin bisa mencoba program bayi tabung. Cara ini cukup populer karena dianggap cukup berhasil. Meski memang tidak ada yang bisa menjamin program bayi tabung bisa 100 persen berhasil.

Meskipun banyak yang mengatakan bahwa bayi tabung adalah jalan pintas untuk memiliki buah hati, siapa sangka ternyata proses bayi tabung tidaklah sederhana. Bisa dibilang waktu yang dibutuhkan dalam menjalani proses bayi tabung tidak sebentar.

Tahapan Bayi Tabung

Nah, supaya terbayang seperti apa langkah yang harus Moms dan Dads jalani, yuk pahami dulu proses bayi tabung. Berikut tahapan program bayi tabung yang dilansir dari National Health Service.

Baca Juga: 5 Cara Menyimpan ASI Agar Lebih Tahan Lama

1. Konsultasi

Tak Kunjung Hamil, Kapan Harus ke Dokter.jpg

Tahap pertama proses bayi tabung yang mesti dijalani pasangan adalah konsultasi dulu dengan dokter kandungan spesialis kesuburan. Hal ini ditujukan untuk mengetahui masalah dan penyebab dari pasangan yang sulit mendapatkan keturunan.

Dokter akan memeriksa dan menyarankan Moms dan Dads untuk melakukan pemeriksaan laboratorium lengkap terlebih dulu.

Untuk Moms, dokter akan memeriksa beragam organ reproduksi, dari kualitas sel telur dan rahim. Pemeriksaan rahim akan dilakukan dengan menggunakan alat USG.

Menurut Mayo Clinic, jenis USG yang dilakukan biasanya melalui vagina alias USG intravaginal.

Sementara, untuk Dads, kualitas sperma dan cairan semen akan diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan ini akan melihat seberapa cepat gerakan sperma, jumlah, hingga ukuran sperma.

2. Memperbanyak Produksi Telur

Obat Alami Atasi Sulit Tidur - Melatonin.jpg

Tahap selanjutnya pada proses bayi tabung adalah memperbanyak produksi telur. Umumnya, perempuan akan menghasilkan satu telur setiap siklus menstruasinya. Akan tetapi, jika Moms akan menjalani IVF, satu sel telur saja tidak cukup. Prosedur ini membutuhkan lebih dari satu telur agar memperbesar peluang pembuahan.

Maka itu, dilansir dari American Pregnancy Association, dokter akan memberikan beberapa obat kesuburan yang akan merangsang produksi sel telur menjadi lebih banyak. Selama Moms minum obat tersebut, dokter juga akan memantau kondisi Moms dan melihat apakah sel telur yang dihasilkan sudah cukup.

3. Mengeluarkan Sel Telur

Setelah dirasa cukup, pada proses bayi tabung selanjutnya, dokter akan mengeluarkan sel telur dari tubuh. Pada tahap ini, dokter akan melakukan tindakan medis, layaknya operasi kecil.

Dilansir dari Mayo Clinic, sel telur akan diambil dengan menggunakan jarum yang berukuran sangat kecil. Jarum ini akan dimasukkan melalui vagina hingga mencapai indung telur. Tak perlu cemas, Moms akan diberikan obat bius selama prosedur ini dilakukan.

Proses pengambilan sel telur juga tak butuh waktu lama, hanya menghabiskan sekitar 15-20 menit.

Setelah menjalani proses tersebut, Moms mungkin akan mengalami kram perut dan sedikit perdarahan dari vagina.

Baca Juga: 7 Tips Membesarkan Anak dengan Penyakit Cerebral Palsy

4. Mengeluarkan Sperma

berapa lama sperma dapat hidup di luar tubuh hero

Sama seperti para perempuan, pria juga akan diberikan obat kesuburan demi meningkatkan kualitas sperma. Dilansir dari para ahli University Rochester Medical Center, pada tahapan proses bayi tabung ini, dokter akan meminta Dads mengeluarkan sperma di hari di mana sel telur juga dikeluarkan.

Lain dengan sel telur, mengeluarkan sperma umumnya tidak membutuhkan prosedur khusus.

5. Pembuahan

Sperma abnormal, apa maksudnya (3).jpg

Setelah sel telur dan sperma didapatkan, proses bayi tabung selanjutnya adalah pembuahan. Pembuahan sperma dan telur akan dilakukan di dalam sebuah tabung. Setelah 16 sampai 20 jam, tim medis akan melihat apakah pembuahan yang dilakukan berhasil atau tidak.

Bila tidak ada pembuahan, sperma akan disuntikkan ke dalam sel telur agar terjadi pembuahan. Selanjutnya, telur yang sudah dibuahi alias embrio akan dibiarkan tumbuh di dalam tabung selama 6 hari.

Setelah itu, tim medis akan memilih satu atau dua embrio terbaik yang akan dimasukkan ke dalam rahim Moms.

Selama 6 hari tersebut, menurut American Pregnancy Association, Moms juga akan diberikan beberapa terapi dan obat untuk mempersiapkan rahimnya. Ini bertujuan agar rahim kuat dan ideal menjadi tempat tumbuh sang janin.

6. Embrio Dipindahkan ke Rahim

00 ILUSTRASI HAMIL 01 - sumber WBUR.jpg

Embrio terbaik yang sudah dipilih akan dipindahkan ke rahim Moms. Jika dilansir dari National Health Service, proses bayi tabung ini dilakukan menggunakan tabung kecil yang dimasukkan ke dalam vagina sampai ke rahim.

Dari saluran tabung tersebut, dokter akan memindahkan embrio ke rahim. Kehamilan baru terjadi ketika embrio tersebut berhasil menempel dan tumbuh di dinding rahim. Tahapan tersebut umumnya memakan waktu 6-10 hari.

Setelah 10 hari, dokter akan meminta Moms untuk periksa darah dan melihat apakah kehamilan terjadi atau tidak.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Mimisan Pada Anak

Itulah enam tahapan proses bayi tabung yang harus dijalani. Memang tahapannya hanya enam, tapi prosesnya bisa memakan waktu yang cukup lama lho Moms. Moms dan Dads dituntut untuk telaten dan sabar agar proses bayi tabung berjalan dengan lancar

(IA/ERN)

Artikel Terkait