PERNIKAHAN & SEKS
12 Maret 2019

Ini Dia 7 Faktor yang Menyebabkan Jumlah Sperma Sedikit

Moms, ayo ajak Dads mengenali faktor-faktor penyebab sperma sedikit.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Yang dimaksud dengan jumlah sperma sedikit adalah bila saat ejakulasi, jumlah sperma yang dikeluarkan tubuh lebih sedikit dari normal.

Kondisi ini disebut oligospermia. Dokter akan menganggap sperma sedikit bila jumlahnya kurang dari 15 juta sperma per milliliter air mani.

Jumlah sperma yang rendah dapat mempersulit upaya Dads untuk membuat Moms hamil.

Namun, menurut Dr. Alberto Ferin, ahli endokrinologi di University of Brescia di Italia yang meneliti tentang jumlah sperma rendah, ada alasan lain yang perlu diperhatikan terkait kondisi ini.

Penelitian yang ia lakukan terhadap 5.200 pria Italia menemukan bahwa mereka yang memiliki jumlah sperma sedikit memiliki risiko 1,2 kali lebih besar untuk memiliki lemak tubuh berlebih, serta tekanan darah, kolesterol, dan trigliserid lebih tinggi.

Akibatnya para pria tersebut lebih rentan terhadap sindrom metabolik, diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

Berikut sejumlah faktor yang sering disebut sebagai penyebab sperma sedikit.

1. Kegemukan atau Obesitas

Pria yang memiliki kadar lemak berlebih atau angka indeks massa tubuh (IMT) tinggi (di atas 30) umumnya memiliki masalah dengan jumlah sperma.

Kondisi tubuh yang gemuk akan menurunkan kadar testosteron, yaitu hormon yang memproduksi sperma.

Bila Dads termasuk bertubuh gemuk, biasanya dokter akan menyarankan untuk menurunkan berat badan untuk memperbaiki kesuburan.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Sperma yang Tidak Sehat

2. Infeksi

a37d98c0 6541 0133 4d3c 0e3f8b958f63

Foto: pexels.com

Ada beberapa kondisi infeksi yang dapat mengganggu produksi sperma atau kesehatan sperma, seperti radang pada epididimis (epididimitis) atau pada testis (orkitis).

Selain itu, infeksi yang disebabkan penyakit menular seksual seperti gonore atau HIV.

3. Masalah Ejakulasi

Lebih spesifik lagi, masalah ejakulasi yang dimaksud di sini adalah ejakulasi terbalik (retrograde).

Hal ini terjadi manakala saat Dads orgasme, sperma masuk ke kandung kemih, alih-alih didorong ke luar dari tubuh melalui penis.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan masalah ini antara lain diabetes, cedera tulang belakang, dan operasi kandung kemih, prostat, atau uretra.

Selain itu, masalah ini juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat tertentu, seperti alpha blockers, testosterone replacement therapy, penggunaan steroid anabolik dalam jangka panjang, obat kanker (kemoterapi), obat antijamur dan antibiotik tertentu, serta beberapa jenis obat maag.

Baca Juga: 10 Makanan Ini Ternyata Dapat Meningkatkan Jumlah Sperma

4. Ketidakseimbangan Hormon

man looking depressed with girlfriend

Hipotalamus, hipofisis, dan testis memproduksi hormon yang diperlukan untuk menghasilkan sperma.

Bila ada perubahan pada hormon-hormon yang dihasilkan oleh ketiga organ tersebut, maka produksi sperma pun akan terganggu.

Perubahan pada hormon bisa juga berasal dari sistem lain di tubuh, seperti tiroid atau kelenjar adrenal.

5. Antibodi Tubuh Menyerang Sperma

Ini terjadi bila antibodi tubuh pria menganggap sperma sebagai zat asing dan berusaha menghancurkannya.

Baca Juga: Calon Ayah Wajib Tahu, Ini 11 Hal yang Menurunkan Kualitas Sperma

6. Varikokel

1711190009

foto: livornodailyphoto.com

Ini adalah masalah kesehatan berupa pembengkakan pada pembuluh darah yang menyebabkan testis menjadi kering. Para ahli belum bisa menyimpulkan penyebab utama kondisi ini.

Dalam situs Mayo Clinic disebutkan, kemungkinan besar terkait dengan pengaturan suhu tubuh di area testis.

7. Bahan Kimia dan Logam Berat

Paparan yang tinggi atau dalam jangka panjang terhadap bahan kimia seperti benzen, toluena, xilena, herbisida, pestisida, pelarut organik, dan material pengecatan termasuk salah satu faktor penyebab sperma sedikit.

Hal yang sama juga berlaku bila Dads sering terpapar logam berat seperti timbal.

(AN)

Artikel Terkait