BALITA DAN ANAK
22 Agustus 2019

Ini Dia Faktor Penyebab Karies Gigi pada Anak

Ketahui ada beberapa faktor penting yang menyebabkan terjadinya karies gigi pada anak
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menjaga kesehatan mulut dan gigi harus dimulai sejak dini karena akan berdampak besar di kemudian hari. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban orang tua untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi anaknya.

Caranya dengan memastikan pertumbuhan giginya berjalan dengan baik dan mencegah terjadinya berbagai jenis penyakit yang dapat menginfeksi gigi.

Cara terbaik untuk mengajari anak menjaga kesehatan mulut dan giginya adalah melatih kebiasaan untuk menyikat gigi. Anak-anak sering mengonsumsi makanan dan cenderung mengabaikan untuk membersihkan mulut dan giginya.

Nah, Moms bisa memberikan pengertian bahwa membersihkan area mulut dan gigi wajib dilakukan untuk mencegah penumpukan plak. Ketahui Moms bahwa penumpukan plak ini dapat menyebabkan karies gigi yang menyebabkan gigi berlubang.

Dampaknya bisa besar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pertumbuhan gigi dewasanya kelak.

Baca Juga: Yuk Kenali 3 Tahapan Tumbuh Kembang Gigi Anak!

Mengetahui tentang Karies Gigi pada Anak

Faktor Penyebab Karies Gigi pada Anak-2.jpg

Foto: aboutkidshealth

Menurut drg Nydia Hanan yang saat ini praktik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, karies gigi adalah penyakit infeksi yang harus segera ditangani. Kalau tidak, kondisi ini dapat berakibat fatal dan membahayakan kondisi tubuh pengidapnya.

Karies gigi adalah penyakit infeksi yang merusak struktur jaringan keras gigi. Penyakit ini ditandai dengan gigi berlubang.

"Bahaya dari kondisi ini jika tidak segera ditangani adalah kematian saraf gigi dan infeksi periapikal serta infeksi sistemik yang membahayakan pengidapnya dan bahkan bisa berakibat pada kematian,” ujar drg Nydia menjelaskan saat berbincang-bincang melalui Kulwap Orami Community, pada Selasa (9/4) lalu.

Perlu Moms ketahui juga lubang gigi tersebut disebabkan oleh beberapa tipe dari bakteri penghasil asam yang dapat merusak karena reaksi fermentasi karbohidrat termasuk sukrosa, fruktosa, dan glukosa.

Menurut drg Nydia, asam yang diproduksi tersebut memengaruhi mineral gigi sehingga menjadi sensitif pada pH rendah. Sebuah gigi akan mengalami demineralisasi dan remineralisasi.

Ketika pH turun menjadi di bawah 5,5, maka proses demineralisasi menjadi lebih cepat dari remineralisasi. Hal ini akhirnya yang menyebabkan lebih banyak mineral gigi yang luluh dan membuat lubang pada gigi.

Baca Juga: Cegah Kerusakan Gigi Anak Dengan Makanan Tinggi Serat

Ini Faktor Terbesar Sebabkan Karies Gigi pada Anak

Faktor Penyebab Karies Gigi pada Anak-3.jpg

Foto: marhaba

Lalu, apa yang menjadi faktor terbesar penyebab karies gigi pada anak? Menurut drg Nydia, faktornya ada banyak sekali, bisa dilihat bahkan sejak masa kehamilan. Faktanya, pembentukan gigi susu pada masa janin terjadi pada awal-awal minggu kehamilan.

Selain itu, faktor menjaga kebersihan gigi juga berpengaruh pada kondisi karies gigi. Ketika anak tidak dapat menjaga kebersihan giginya, maka risiko terkena karies gigi juga semakin tinggi.

Sekitar 6-8 minggu pertama kehamilan, Moms sangat membutuhkan kalsium. Semakin kalsium tercukupi, maka semakin kecil risiko anak terkena karies ketika gigi sudah tumbuh. Selain itu, pemilihan makanan yang tepat pada anak juga berpengaruh.

"Sebenarnya boleh saja anak-anak konsumsi makanan manis, asam, lengket, asalkan setelah itu segera dibersihkan. Namun, alangkah baiknya jika hal tersebut dihindari,” ujar drg Nydia, yang juga tergabung sebagai anggota IDGAI (Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia) Jawa Timur ini.

Nah, jika Moms memiliki anak yang suka mengemil sebelum tidur, namun Moms belum tega melepaskan makan dan minum sebelum tidur, ada cara yang bisa dilakukan.

“Selalu sediakan segelas air putih untuk melarutkan sisa makanan yang ada di dalam mulut, lalu bersihkan dengan washlap air hangat,” lanjut drg Nydia.

Baca Juga: Cerdas Memilih Sikat dan Pasta Gigi Anak

Cara-cara tersebut dapat menjaga agar kesehatan gigi dan mulut anak terjaga dan terhindar dari risiko karies gigi, ya!

(DG)

Artikel Terkait