2-3 TAHUN
12 Juni 2019

Ini Dia Jenis Stimulasi yang Diberikan agar Anak Tidak Cadel

Berbicara cadel sebenarnya bisa dicegah dengan memberikan stimulasi yang tepat.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Moms, setiap orangtua pasti menginginkan perkembangan dan pertumbuhan anak berjalan optimal, termasuk dari kemampuannya berbicara.

Biasanya anak mulai belajar berbicara ketika memasuki 8 bulan sampai 1 tahun. Pada usia ini, dibutuhkan stimulasi yang tepat agar anak bisa berbicara dengan kata yang tepat.

Ada satu gangguan bicara yang sering terjadi pada anak yaitu ketidakmampuan untuk melafalkan beberapa huruf seperti R, S, atau L.

Kondisi ini yang kemudian disebut sebagai cadel. Cadel terjadi karena ketidakmampuan lidah untuk membantu pelafalan huruf dan kata.

Cadel bisa hilang dengan sendirinya, tapi ada juga cadel yang terbawa sampai dewasa. Untuk itu, koordinasi pelafalan kata dan kekuatan lidah sangat diperlukan agar anak tidak cadel.

Menurut early childhood practitioner dan co-founder Rumah Dandelion bernama Carmelia Riyadhni, kemampuan berbicara anak dipengaruhi dari kemampuan motorik dan sensorinya.

Maka, sebelum anak belajar untuk berbicara, pastikan bahwa anak telah dilatih kemampuan motorik dan sensorinya agar bisa berkembang secara optimal.

Caranya dengan memberikan stimulasi lewat gerakan atau aktivitas yang sederhana namun membuat anak bisa belajar secara perlahan.

“Biasanya anak dilatih dulu kemampuan pemahamannya tentang bagaimana cara anak bisa melakukan instruksi yang diberikan. Misalkan, Moms mengajarkan, ‘Mana tangannya kalau minta?’ dengan membuka tangan. Atau bisa dengan mengucapkan, ‘Mana tangannya kalau mau dadah?’ dengan menggerakkan tangan dan lain sebagainya,” ujar Carmelia ketika bincang-bincang melalui Kulwap Orami Community, Selasa (5/3) lalu.

Baca Juga: Kenali 4 Tanda Anak Terlambat Bicara Berikut Ini!

Melalui stimulasi sederhana tersebut, anak bisa melakukan gerakan sesuai dengan instruksi yang diberikan. Selain itu, untuk melatih oral motor anak, maka Moms bisa memberikan tipe tekstur makanan yang berbeda hingga kekuatan mulut dan otot lidah anak terlatih agar anak tidak cadel.

“Berikan tekstur makanan mulai dari yang lembut, keras, kenyal dan lain sebagainya. Moms juga bisa meminta anak untuk membuka mulut dan mengucapkan A-I-U-E-O saat di depan cermin. Kegiatan seperti ini bisa untuk bermain dan melatih motorik oral anak,” lanjut Carmelia.

Latih dengan Kata yang Tepat

Ini Dia Jenis Stimulasi yang Diberikan agar Anak Tidak Cadel 01.jpg

Cadel dapat terbentuk dari kebiasaan yang mungkin awalnya tidak disengaja atau tanpa disadari.

Agar anak tidak cadel, latih anak sejak dini untuk menggunakan kosa kata yang tepat bukan menggunakan bahasa bayi. Misalkan, untuk mengajarkan kata ‘sakit’ jangan gunakan kata lain seperti ‘atit’.

Biasakan anak untuk menggunakan kata yang benar dan tepat sehingga ia bisa mengetahuinya sejak dini.

Jika anak sudah menunjukkan gejala berbicara cadel, koreksi dengan kata-kata yang tepat. Misalkan, anak mengucapkan ‘orang’ dengan sebutan ‘olang’, nah Moms dan pasangan harus mengoreksinya dengan kata-kata yang tepat.

Jangan malah membiasakan anak dengan menyebutkan kata yang salah tersebut. Ingat, Moms, anak akan mencontoh dan meniru apa yang dilakukan orang tua atau lingkungannya, termasuk tentang pelafalan kata.

Baca Juga: Cara Tepat Berkomunikasi dengan Bayi Baru Lahir Agar Ia Terampil Bicara

Stimulasi Dilakukan dengan Menyenangkan

Ini Dia Jenis Stimulasi yang Diberikan agar Anak Tidak Cadel 02.jpg

Untuk melatih kemampuan motorik oral agar anak tidak cadel, maka harus diberikan stimulasi yang tepat. Caranya dengan Moms bisa melatih pelafalan kata dengan tepat lewat membacakan dongeng, bernyanyi, atau bercerita pada anak.

Lakukan stimulasi dengan cara-cara menyenangkan sehingga anak bisa belajar dengan lebih maksimal.

Mengubah kebiasaan memang tidak mudah, namun tetap bisa dilakukan asalkan konsisten dan tetap sabar.

Moms juga bisa memberikan pujian kepada anak ketika ia berhasil mengucapkan kata yang tepat tanpa cadel. Pujian dapat membuat anak semakin bersemangat lagi.

Namun, jika dirasa pertumbuhan dan perkembangan berbicara anak tidak sesuai dengan usianya, maka tidak ada salahnya melakukan skrining tumbuh dan kembang ke klinik anak.

Baca Juga: Jika Anak Berbicara Jorok dan Kasar, Bagaimana Menghadapinya?

Lebih baik memeriksa sejak dini agar anak tidak cadel dan mendapatkan penanganan yang tepat, ya, Moms!

(DG)

Artikel Terkait