GAYA HIDUP
12 Januari 2020

Ini Dia Macam-Macam Kelainan Darah yang Umum Terjadi

Tak hanya anemia, ini jenis-jenis kelainan darah lainnya yang wajib Moms ketahui.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Jika berbicara tentang kelainan darah, apa yang pertama kali Moms dan Dads bayangkan? Leukemia? Anemia? Kebanyakan dari Moms dan Dads pasti akan menjawab demikian. Namun, ternyata banyak sekali jenis dari kelainan darah atau gangguan hematologi yang mungkin belum Moms dan Dads ketahui.

Darah terdiri dari 4 komponen yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), plasma darah, dan trombosit (keping darah). Setiap gangguan pada komponen darah dapat mengakibatkan penyakit yang berbeda-beda.

Macam-macam Gangguan dan Kelainan Darah

Berikut ini macam gangguan darah yang umum terjadi.

Sel Darah Merah

kesehatan, kelainan, darah

Foto: freepik.com

Anemia: Penyakit yang satu ini terjadi akibat kurangnya jumlah sel darah merah di dalam tubuh Moms dan Dads. Akibatnya, oksigen yang diperlukan oleh tubuh tidak dapat disalurkan dengan baik sehingga tubuh menjadi cepat lelah, lesu, dan tidak bertenaga.

Lakukan tes diagnostik Complete Blood Count (CBC) untuk mengetahui apakah Moms atau Dads mengalami Anemia. "Tes ini menguji semua elemen darah, tetapi terutama kita melihat sel darah merah karena jumlah sel darah merah yang rendah dapat berarti anemia," kata dokter Raymond Liu, MD, ahli Hematologi dari Kaiser Permanente Hospital di San Francisco.

Baca Juga: 3 Jenis Makanan yang Perlu Dihindari Saat Terkena Malaria

Malaria: Penyakit yang disebabkan oleh parasit ini menyebar melalui gigitan nyamuk betina. Jika terkena gigitannya, penderita akan mengalami demam tinggi hingga menggigil. D

ikutip dari Web MD, terdapat lima spesies parasit Plasmodium yang mempengaruhi manusia. Dua yang dianggap paling berbahaya adalah Falciparum yang dapat menyebabkan Moms dan Dads kehilangan banyak darah serta menyumbat pembuluh darah.

Satu lagi adalah Vivax, yaitu spesies parasit yang menginfeksi darah yang dapat tertidur, lalu bangkit kembali setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun dari waktu gigitan nyamuk.

Sel Darah Putih

kesehatan, kelainan, darah

Foto: everydayfamily.com

Leukemia: Leukemia biasa disebut juga sebagai kanker darah atau kanker sumsum tulang. Penyakit ini bisa bertambah buruk ketika DNA sel-sel darah (terutama sel darah putih) berkembang.

Kondisi ini menimbulkan kerusakan pada seluruh sel darah putih dengan cara bertumbuh dan membelah diri tanpa terkendali. Leukemia paling banyak dialami oleh anak sehingga kanker ini bisa dibilang adlaah salah satu kanker yang paling ganas untuk balita.

Ciri dari penyakit ini adalah demam, sakit kepala, terjadi memar, mudah terjadi perdarahan, mimisan, dan rasa sakit pada tulang.

Limfoma: Limfoma merupakan kanker darah yang berkembang khususnya di daerah Limfa. Penyakit Limfoma terbagi dari banyak jenis, tapi dua jenis utamanya adalah limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Apa perbedaannya? Limfoma Hodgkin ditandai oleh adanya sel Reed-Sternberg, yang dapat diidentifikasi oleh dokter menggunakan mikroskop. Sedangkan, pada limfoma non-Hodgkin, sel-sel ini tidak ditemukan. Limfoma non-Hodgkin pun lebih umum terjadi dibandingkan limfoma Hodgkin.

Limfoma non-Hodgkin dapat timbul di kelenjar getah bening yang ada di seluruh tubuh, sedangkan limfoma Hodgkin dimulai pada tubuh bagian atas, seperti leher, dada, atau ketiak.

Limfoma Hodgkin mudah didiagnosis pada tahap awal sehingga termasuk ke dalam kanker yang paling mudah diobati. Sedangkan, limfoma non-Hodgkin tidak terdeteksi hingga mencapai tahapan tertentu.

Trombosit

kesehatan, kelainan, darah

Foto: medicalnewstoday.com

Trombositopenia: Trombositopenia terjadi karena trombosit dalam darah terlalu rendah. Akibatnya, tubuh jadi mudah berdarah dan dapat terjadi perdarahan internal yang sulit diketahui.

"Jika hal ini terjadi, berarti ada kelainan pada sumsum tulang belakang Anda," ungkap Joel Bennett, MD, profesor dari Hospital of the University of Pennsylvania, Philadelphia.

Selain itu, dokter Joel juga mengungkapkan bahwa mengonsumsi banyak minuman beralkohol dalam satu waktu juga dapat menyebabkan kondisi ini terjadi pada tubuh.

Trombositosis esensial: Kebalikan dari penyakit di atas, Trombositosis esensial merupakan kelainan yang disebabkan karena tubuh memproduksi terlalu banyak trombosit darah.

Kondisi ini akhirnya membuat tubuh merasa lelah dan pusing serta mengalami sakit kepala dan perubahan penglihatan karena meningkatkan risiko pembekuan darah.

Baca Juga: 5 Cara Alami yang Cepat Menaikkan Trombosit Saat Terkena DBD

Plasma Darah

kesehatan, kelainan, darah

Foto: biomedcentral.com

Hemofilia: Hemofilia merupakan penyakit genetik yang menyebabkan darah jadi menjadi sulit membeku. Kondisi ini disebabkan karena tubuh kekurangan protein pembekuan darah.

Trombofilia: Jika hemofilia menyebabkan darah sulit membeku, sebaliknya Trombofilia adalah penyakit yang menyebabkan darah Moms dan Dads mudah menggumpal atau membeku.

Kebanyakan dari penderitanya tidak memiliki gejala atau masalah kesehatan. Namun, jika Moms dan Dads mengalaminya maka semakin tinggi pula risiko Deep Vein Thrombosis (DVT) dan emboli paru (penyumbatan) terjadi pada Moms dan Dads.

Baca Juga: Kenali Tanda-tanda Anak Menderita Hemofilia

Jika Moms dan Dads mendapati gejala-gejala ini pada diri sendiri dan keluarga, jangan ragu untuk berkonsultasi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

ERN/KM

Artikel Terkait