KESEHATAN
18 Mei 2019

Ini Dia Mitos Seputar Susu dan Faktanya

Apa iya susu bikin Si Kecil diare?
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Susu menjadi salah salah satu sumber asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi ternyata masih banyak mitos soal susu yang banyak dipercaya orang, padahal informasi tersebut belum tentu benar lho Moms.

Apa saja mitos seputar susu yang sering beredar? Apakah mitos seputar susu itu hanyalah mitos atau sebuah fakta? Simak yuk Moms!

1. Susu Hanya Baik untuk Tulang

mitos soal susus

Sebenarnya mitos seputar susu yang satu ini tidak 100 persen salah. Kandungan vitamin D serta kalsium yang terdapat di dalam susu berguna untuk menguatkan struktur gigi dan tulang. Tujuannya adalah terhindar dari risiko osteoporosis.

Tetapi, perlu Moms ketahui kalau susu bukan hanya baik untuk tulang saja lho. Terkandung berbagai nutrisi lain di dalam susu, seperti vitamin A untuk kesehatan kulit dan mata, vitamin B sebagai pengolah makanan di dalam tubuh, pencegah anemia, serta meningkatkan fungsi otak.

Kalsium di dalam susu juga berguna untuk kesehatan otot jantung lho Moms, tujuannya untuk bisa terhindar dari kram jantung.

Baca Juga: Cara Tepat Menyiapkan Susu Formula untuk Si Kecil

2. Susu Tidak Aman untuk Penderita Alergi

mitos soal susu

Mitos seputar susu yang satu ini bisa dibilang adalah fakta, di mana banyak orang menganggap susu tidak aman bagi penderita alergi. Gejala alergi susu sapi bervariasi, mulai yang ringan sampai berat, seperti gangguan pencernaan, kulit gatal, dan gangguan pernapasan.

Lalu, jika Moms tidak mencegahnya, maka dapat berpotensi menimbulkan masalah serius, seperti edema laring, syok anafilaksis, diare, radang, pendarahan usus, muntah kronis, sampai bocornya protein dari usus.

Segera bawa Si Kecil jika mengalami hal-hal di atas ya Moms ke dokter spesialis di rumah sakit.

Baca Juga: Ketahui Kandungan Penting Susu Pertumbuhan untuk Anak

3. Susu Memicu Timbulnya Diare

mitos soal susu

Mitos seputar susu selanjutnya yang selalu menghantui Moms adalah mengenai susu memicu timbulnya diare. Padahal faktanya, susu justru dapat menjadi sebuah terapi diare.

Metaanalisis dari 21 penelitian yang sudah dipublikasikan pada Journal of Nutrition 2006 membandingkan efek susu dengan placebo individu tanpa adanya gangguan pencernaan. Faktanya ditemukan bahwa kandungan laktosa bukan menjadi penyebab masalah saluran cerna yang mengakibatkan diare.

Susu pertumbuhan bisa menjadi penyebab diare hanya khusus pada kondisi Si Kecil yang intoleransi laktosa. Di mana jika mereka meminum susu sapi berbagai rasa dan produk susu lainnya, kecuali olahan yogurt dapat menimbulkan diare.

Baca Juga: Ketahui Kandungan Penting Susu Pertumbuhan untuk Anak

Moms bisa memberikan Si Kecil susu Frisian Flag Jelajah 123 yang ideal dikonsumsi untuk anak usia 1 – 3 tahun. Nutrisi satu gelas susu sama dengan 1,4 kg potong daging sapi berukuran sedang, yang efektif untuk memberikan energi bagi Si Kecil dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain itu, bagi anak berusia 4 – 5 tahun, berikan ia Frisian Flag Karya 456, susu pertumbuhan yang satu gelasnya sama dengan 1.4 potong bongkol brokoli untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya dalam aktivitasnya yang semakin padat.

Frisian Flag memberikan solusi tepat bagi Moms yang masih bingung akibat mitos dan fakta soal susu yang beredar. Kini Moms bisa tenang karenanya.

Artikel Terkait