BALITA DAN ANAK
2 Juni 2020

Ini Dia Perbedaan Infeksi Virus dan Bakteri Pada Balita

Pastikan Si Kecil terhindar dari infeksi virus dan bakteri yang berbahaya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tidak hanya virus, bakteri pun bisa menjadi sumber penyakit buat Si Kecil lho, Moms. Tidak jarang saat memeriksakan anak ke dokter, virus dan bakteri menjadi penyebab utamanya. Namun, tahukah Moms apa perbedaan dari infeksi virus dan bakteri pada balita?

Perbedaan Infeksi Virus dan Infeksi Bakteri pada Balita

Keduanya terdengar familiar namun ternyata berbeda, lho! Yuk, kita simak ulasannya di sini.

Infeksi Virus

pexels-photo-3765115.jpeg

Foto: pexels.com

Virus merupakan jenis mikroba terkecil yang hanya dapat hidup dan berkembang biak di dalam sel makhluk hidup seperti manusia, hewan, atau tumbuhan sebagai inang. Tanpa adanya inang, virus tidak dapat berkembang dan bertahan hidup dalam waktu yang lama.

Dilansir dari mayoclinic.org, saat virus masuk ke dalam tubuh, ia akan menyerang beberapa sel dan mengambil alih inti sel untuk menghasilkan virus baru. Ini mengapa saat sedang terinfeksi virus, dampak yang dirasakan tidak hanya pada satu bagian saja, melainkan pada seluruh tubuh.

Virus juga sifatnya sangat menular ya, Moms. Perhatikan lingkungan dimana anak berada karena virus dari penderita lain bisa menyebar dengan cepat melalui udara. Beberapa penyakit yang diakibatkan oleh virus dan diderita oleh anak balita seperti flu, demam, cacar air, dan polio.

Membunuh virus bukanlah hal yang mudah karena tidak dapat sembuh dengan memberi antibiotik. Untuk menghindari dan menyembuhkannya dibutuhkan vaksin atau obat antivirus. Proses penyembuhan setiap anak pun berbeda tergantung pada daya tahan atau sistem imun tubuhnya.

Baca Juga: 6 Makanan Sehat yang Bantu Lawan Infeksi Virus

Infeksi Bakteri

child-in-pain.jpg

Foto: healthychi.com

Berbeda dengan virus, bakteri merupakan makhluk hidup yang memiliki satu sel. Ukurannya lebih besar dibandingkan virus dan dapat hidup lebih lama di segala tempat baik makhluk hidup atau pun benda mati. bakteri juga bertahan segala cuaca, panas ataupun dingin.

Dalam medlineplus.gov dijelaskan bahwa kurang dari 1 persen jenis bakteri menyebabkan penyakit di tubuh manusia. Dalam tubuh si kecil, bakteri justru banyak membantu dalam mencerna makanan, menghancurkan sel-sel penyebab penyakit, dan memberi vitamin yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, saat ini bakteri juga digunakan untuk memproduksi makanan fermentasi seperti yoghurt dan keju.

Baca Juga:

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri jahat dalam tubuh balita antara lain seperti radang tenggorokan, infeksi saluran kencing, dan diare.

Jika virus tidak dapat disembuhkan dengan antibiotik, lain halnya dengan bakteri. Pengobatan utama bakteri adalah dengan antibiotik. Namun, menurut Dr. Elizabeth Hohmann dari Divisi Infection Diseases konsumsi antibiotik perlu dibatasi

“Antibioti tidak boleh terlalu sering dikonsumsi karena dapat membunuh bakteri usus yang baik. Selain itu, antibiotik juga harus dihabiskan karena jika tidak bakteri dapat kebal terhadap antibiotik tersebut.”

Meski berbeda, baik infeksi virus maupun bakteri keduanya bisa berbahaya apalagi bagi anak usia balita. Lakukan pencegahan dengan memberi asupan nutrisi yang cukup dan vaksin untuk membentuk daya tahan tubuh Si Kecil.

Baca Juga:

Jangan lupa juga untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan ajarkan Si Kecil mencuci tangan agar terhindar dari virus dan bakteri.

Artikel Terkait