KESEHATAN
9 Oktober 2019

Ini Penyebab dan Bahaya Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja yang Tidak Ditangani

Kesehatan mental tidak kalah penting dari kesehatan fisik.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Moms, remaja adalah fase kehidupan yang keras. Banyak hal yang harus disesuaikan oleh remaja baik secara fisik, maupun mental.

Buat seorang remaja, kesehatan mental tidak kalah penting dari kesehatan fisik. Ya, kesehatan mental memegang peranan penting dalam diri remaja, di mana merupakan fase peralihan dari anak menuju dewasa sehingga terjadi banyak perubahan. Mulai dari perubahan secara fisik, hormonal, kognitif atau kecerdasan, emosi dan perilaku.

Dalam proses transisi tersebut, remaja biasanya dinilai sebagai kelompok usia sehat. Hanya saja, data menyebutkan sekitar 20% remaja mengalami masalah kesehatan mental.

“Jenis masalah kesehatan mental yang umum terjadi adalah depresi dan kecemasan. WHO menyatakan bahwa 75% gangguan mental emosional memang umum terjadi sebelum usia 24 tahun. Dalam berbagai kasus, bunuh diri merupakan akibat dari permasalahan kesehatan remaja,” ungkap Dr. Carol Rockhill, seorang psikiater di Rumah Sakit Seattle dan Profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Washington.

Menurut Dr Rockhill, kesehatan mental remaja sangat penting. karena masa remaja adalah masa proses perkembangan menuju dewasa, dimana masih ada tahap dan tugas perkembangan yang perlu dilalui. Di masa ini, kesehatan mental yang baik sangat berpengaruh dalam pemenuhan tugas selama masa perkembangan.

Foto Juga: Stimulasi ASMR Ternyata Bermanfaat Untuk Kesehatan Mental Anak, Kok Bisa?

Faktor Lingkungan

teenagers-on-traintracks.jpeg

Foto: stolenchild.com

Berada dalam masa pancaroba, ternyata berat. Di masa-masa ini, ada beberapa gangguan mental yang rentan terjadi pada remaja. Salah satunya adalah kecemasan berlebih. Tapi, kenapa ya hal ini bisa terjadi.

Lingkungan adalah penyebab paling kuat gangguan ini. Dan ini termasuk dengan bagaimana pesatnya pemberitaan di internet dan media massa. Arus informasi yang mudah didapat kadang bisa membawa dampak negatif pada perkembangan mental seorang remaja.

“Sebagian remaja tidak kuat dengan perubahan yang terjadi; begitu cepatnya perkembangan dan perubahan di lingkungan sosialnya. Jadi faktornya adalah ketidaksiapan atas perubahan yang ini didasari oleh internal remaja itu sendiri,” jelas Dr Rockhill.

Dr Rockhill juga mengatakan komposisi penderita depresi pada remaja lebih banyak perempuan di banding lelaki. Rasionya 3:1. Dan ternyata hal ini disebabkan masalah hormonal.

“Karena perempuan dari segi hormonnya lebih cepat mengalami pematangan ketimbang anak laki-laki. Misalnya pada masa menstruasi yang mana perempuan lebih dulu mengalaminya ketimbang laki-laki ketika pertama kali bermimpi basah. Kemudian karena perempuan terlebih dahulu mengalami fase-fase pematangan tersebut, sehingga perempuan pun lebih dulu terkena dampak perubahan-perubahan yang terjadi seperti pubertas, di mana banyak terjadi gejolak-gejolak emosional,” jelas Dr Rockwell.

Baca Juga: Jangan Andalkan Internet, Ini Bahaya Mendiagnosis Kesehatan Mental Sendiri

Bisa Berujung pada Bunuh Diri

psx_20190323_2207321195465839593762074.jpg

Foto: instagram.com

Kadang remaja tak berpikir panjang. Saat mengalami gangguan mental yang berat, mereka mencari solusi yang menurut mereka paling tepat. Dan bunuh diri kerap dipilih sebagai solusi.

“Sebetulnya bunuh diri ini bisa dikatakan sebagai kondisi puncak dari depresi, ya? Awalnya ia berasal dari gangguan kecemasan yang tidak teratasi, akhirnya berkembang menjadi depresi,” jelas Dr Rockhill.

Sebenarnya, jika depresi sudah bisa ditangkap dari jauh-jauh hari, kondisi sampai berpikir bunuh diri tak akan terjadi. Gangguan kecemasan yang biasanya diawali dengan mood swing, sebenarnya hal ini bisa dideteksi sejak awal oleh orang tua maupun kerabatnya.

“Mungkin, yang harus dilakukan oleh semua orang tua adalah membiasakan mereka terbuka.Terutama pada keluarga. Dengan begitu, mereka akan dengan santai menceritakan hal-hal apapun tentang dirinya kepada orang terdekat. Dalam hal ini keluarga,” tandas Dr Rockhill.

Baca Juga: Ini Penjelasan Mengapa Halaman Rumah Ternyata Mempengaruhi Kesehatan Mental Kita

Itulah penyebab dan bahaya gangguan kesehatan mental yang tidak ditangani, Moms. Selalu perhatikan buah hati dan remaja di sekitar kita agar terhindar dari keadaan ini.

(RYO/DIN)

Artikel Terkait