2-3 TAHUN
14 April 2020

Ini Perbedaan Batuk Alergi dan Batuk Flu pada Balita

Penting mengetahui perbedaannya agar mendapat penanganan yang tepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Batuk pilek sedang musim, ya, Moms. Namun, tidak semua batuk disebabkan oleh flu, bisa juga karena alergi. Lantas, apa perbedaan batuk alergi dan batuk flu pada balita?

Perbedaan Batuk Alergi dan Batuk Flu pada Balita

Perbedaan Batuk Alergi dan Batuk Flu pada Balita.jpg

Foto: newatlas.com

Penyebab

Alergi: terjadi ketika Si Kecil terekspos alergen seperti bulu hewan, serbuk sari, pohon, rumput, tungau, jamur, atau kecoak. Sistem kekebalan tubuh Si Kecil bereaksi berlebihan terhadap alergen tersebut, sehingga melepaskan histamin dan zat kimia lain ke aliran darah.

Flu biasa (common cold): merupakan infeksi virus yang menular lewat kontak langsung dengan orang lain, melalui tetesan cairan pernapasan yang menyebar melalui udara (misalnya dari batuk dan bersin), atau dengan menyentuh virus di permukaan benda.

Gejala

Flu biasa dan alergi sama-sama ditandai dengan batuk, hidung tersumbat dan ingusan, bersin, dan sakit tenggorokan. Kedua kondisi ini tidak bisa diatasi dengan antibiotik.

Namun, ada gejala khas masing-masing. Alergi ditandai dengan mata berair serta gatal di mata, telinga, hidung, atau langit-langit mulut. Di sisi lain, flu biasa memiliki gejala seperti lemas, tubuh agak nyeri, dan demam.

Baca Juga: Cegah Penularan Flu dan Batuk dengan 7 Cara Ini

Cara Mengetahui Apakah Si Kecil Menderita Batuk Alergi atau Batuk Flu

Cara Mengetahui Apakah Si Kecil Menderita Batuk Alergi atau Batuk Flu.jpg

Foto: raisingchildren.net.au

Batuk alergi dan batuk flu memiliki banyak kesamaan. Namun, ada beberapa petunjuk yang bisa membedakan antara keduanya.

Si Kecil kemungkinan batuk karena flu jika…

  • Berusia di bawah satu tahun. “Pada alergi, anak biasanya harus terekspos ke sesuatu berkali-kali untuk bisa menghasilkan respons alergi. Alergi musiman biasanya dialami anak-anak yang sudah lebih besar,” jelas Michael Lee, MD, seorang dokter anak di Amerika Serikat.
  • Disertai demam. Tandanya terjadi infeksi virus. Meski batuk alergi disebut juga hay fever, menurut dr. Lee, kenyataannya alergi tidak menyebabkan demam pada anak-anak.
  • Merasa letih dan lesu. “Anak-anak yang mengalami alergi musiman juga merasa kurang enak badan, tapi biasanya masih beraktivitas seperti biasa dan masuk sekolah,” jelas dr. Lee.

Si Kecil bisa jadi batuk karena alergi kalau…

  • Ada riwayat alergi dari Moms dan/atau Dads, menurut Marc McMorris, MD, seorang ahli alergi anak di Amerika Serikat.
  • Mata berair dan gatal. Selain itu, kelopak mata bawah Si Kecil tampak bengkak dan berwarna keunguan atau kemerahan. Ini mengindikasikan pembengkakan dan penyumbatan yang disebabkan oleh alergi.
  • Ada garis horizontal di bagian atas hidung. Alergi menyebabkan hidung gatal selama berminggu-minggu, sehingga membuat Si Kecil sering menggosok-gosok hidungnya dan menimbulkan garis berwarna putih atau kemerahan di hidung.
  • Sembuh setelah minum antihistamin. Untuk anak usia di atas satu tahun, Moms bisa menggunakan antihistamin untuk menentukan apakah Si Kecil batuk karena flu atau alergi. “Coba antihistamin yang tidak menyebabkan kantuk. Jika Si Kecil tidak membaik dalam 1-2 hari, kemungkinan itu virus. Namun, jika gejala hilang dengan cepat, Si Kecil mungkin mengalami gejala alergi musiman,” tutur dr. Lee.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Anak Tertular Flu dan Batuk?

Perhatikan juga tanda-tanda berikut:

  • Cairan yang keluar dari hidung Si Kecil. Jika bening dan encer, itu bisa jadi tanda alergi. Namun, jika kental, ini menandakan infeksi virus.
  • Durasi gejala. Gejala flu biasa jarang berlangsung lebih dari dua minggu, berbeda dengan gejala alergi yang akan ada selama Si Kecil terekspos alergen. Alergi serbuk sari mungkin hanya terjadi pada musim semi, panas, atau gugur. Namun, alergi benda dalam rumah seperti tungau, jamur, kecoak, dan bulu hewan peliharaan akan terus ada selama pemicunya tidak dibersihkan.
  • Perhatikan waktu munculnya gejala. Jika hidung Si Kecil tersumbat saat bangun tidur, mungkin ia alergi terhadap tungau, hewan peliharaan, atau jamur. Kalau ia tidak mau makan selama beberapa jam setelah bangun, mungkin cairan hidung akibat alergi menurunkan nafsu makannya. Jika mata gatal dan bersin-bersin cenderung muncul saat Si Kecil beraktivitas di luar ruangan pada pagi hari, bisa jadi ia alergi serbuk sari. Namun kalau musim dingin datang dan mata Si Kecil tidak apa-apa, mungkin batuk anak akibat virus.

Baca Juga: 6 Cara Alami Obati Batuk Pada Balita

Menurut dr. Lee, lazim jika anak-anak mengalami 6-8 kali batuk flu per tahun yang berlangsung 10-14 hari.

Jadi, Moms tak bingung lagi, kan, soal perbedaan batuk alergi dan batuk flu pada balita?

Artikel Terkait