BALITA DAN ANAK
23 Januari 2020

Ini Perbedaan GER dan GERD pada Anak

GERD berbeda dengan GER, Moms
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Penyakit refluks gastroesofagus (GERD) ternyata tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa. GERD pada anak dan bayi juga bisa terjadi. Selain itu, GERD ternyata berbeda dengan GER (refluks gastroesofagus) lho, Moms.

Refluks gastroesofagus (GER) atau disingkat menjadi refluks saja terjadi saat isi lambung yang bersifat asam naik ke kerongkongan. Sebab, otot yang menghubungkan kerongkongan ke lambung (sfingter esofagus) berelaksasi di waktu yang salah atau tidak menutup dengan benar.

GER menimbulkan rasa tidak nyaman seperti heartburn (sensasi terbakar di dada, leher, dan tenggorokan) dan sebagainya. Sebab, kerongkongan tidak dirancang untuk terkena asam kuat yang diperlukan untuk mencerna makanan seperti di lambung.

Baca Juga: Cara Mencegah GERD (Penyakit Lambung) Pada Anak

Lantas, apa beda GER dengan GERD?

Beda GER dan GERD pada Anak

Beda GER dan GERD pada Anak.jpg

Foto: usnews.com

Menurut healthychildren.org, GER adalah pergerakan isi lambung menuju kerongkongan, kadang melalui mulut dan hidung. Ketika refluks dikaitkan dengan gejala lain atau masih terjadi setelah anak melewati usia satu atau dua tahun, kondisi ini tergolong penyakit dan karenanya disebut GERD.

Pada bayi, GER terjadi karena katup di atas lambungnya belum terbentuk sempurna. Kondisi ini dianggap normal dan tidak termasuk penyakit. Sebab, Si Kecil tidak terlihat kesakitan setelah gumoh, justru terlihat lega.

Sementara itu, pada anak yang sudah lebih besar, GER dipicu oleh makanan dan minuman tertentu. Misalnya, makanan porsi besar, makanan sangat asam atau pedas, serta minuman berkarbonasi dan berkafein. GER juga lebih umum terjadi pada anak yang gemuk atau obesitas.

Baca Juga: Moms Sudah Tahu Beda Maag dan GERD?

Jika refluks terjadi makin sering, gejala GER tidak kunjung membaik, dan refluks menyebabkan rasa sakit, ini bisa jadi GERD. GERD lebih serius daripada GER dan biasanya diatasi dengan obat-obatan. GERD juga bisa menyebabkan masalah seperti buruknya pertumbuhan anak, muntah, atau kerusakan kerongkongan.

GERD lebih umum terjadi pada balita usia 2-3 tahun atau lebih. Anak-anak dengan masalah perkembangan atau neurologis seperti cerebral palsy lebih berisiko mengalami GERD dengan gejala yang lebih berat dan lama.

Gejala GERD pada Anak

Gejala GERD pada Anak.jpg

Foto: kidshealth.org

  • Heartburn yang bisa berlangsung sampai dua jam dan cenderung memburuk setiap habis makan. Ini merupakan gejala GERD pada anak dan remaja yang paling umum.
  • Sakit perut
  • Sering muntah dan muntahnya kuat, terutama setelah makan
  • Gangguan telinga, hidung, dan tenggorokan
  • Tersedak atau mengi jika isi refluks masuk ke batang tenggorok dan paru-paru
  • Gumoh saat sendawa atau cegukan
  • Melepeh sampai Si Kecil berusia lebih dari setahun
  • Mudah rewel, gelisah, dan menangis kencang setelah makan. Sebab, Si Kecil belum bisa mengekspresikan hal yang mengganggunya
  • Menolak makan atau makan hanya sedikit
  • Berat badan sulit naik atau bahkan turun

Baca Juga: GERD, Gangguan Pencernaan yang Mirip Serangan Jantung

Menurut KidsHealth, beberapa gejala di atas bisa memburuk jika Si Kecil berbaring atau didudukkan di car seat setelah makan.

Seiring bertambahnya usia Si Kecil, gejala GERD makin mirip dengan gejala pada orang dewasa. Situs web Canadian Society of Intestinal Research menyebutkan bahwa GERD pada anak juga bisa dikaitkan dengan batuk kronis, napas berbau busuk, sinusitis, suara serak, dan pneumonia.

Komplikasi GERD pada Anak

Naiknya asam lambung secara konstan seperti pada GERD bisa mengakibatkan:

  • Masalah pernapasan (jika isi lambung memasuki trakea, paru-paru, atau hidung)
  • Merah dan iritasi di kerongkongan (esofagitis)
  • Perdarahan di kerongkongan
  • Jaringan parut di kerongkongan yang membuat Si Kecil sulit menelan

Baca Juga: 5 Langkah Mengatasi Asam Lambung Pada Anak

Karena komplikasi tersebut membuat proses makan terasa menyakitkan, GERD bisa memengaruhi kecukupan zat gizi yang dikonsumsi anak.

Jika berat badan Si Kecil tidak naik seperti seharusnya atau ia malah mengalami penurunan berat badan, Moms perlu memeriksakan Si Kecil ke dokter. Jangan-jangan terjadi GERD pada anak Moms.

Artikel Terkait