TREN
18 Agustus 2017

Ini Rumus Bikin Kopi Tubruk Enak

Dengan cara ini, kopi tubruk yang Mama buat untuk suami jadi lebih beraroma dan sedap
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Foto: Orami Magazine

Selain air putih dan teh, kopi adalah salah satu minuman paling populer di Indonesia. Apalagi, menurut International Coffee Organization, produksi kopi Indonesia mencapai 691 ribu ton per tahun, menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia.

Salah satu cara menyajikan kopi yang paling populer di Indonesia adalah kopi tubruk. Simpel, cukup seduh biji kopi dengan air panas, kopi tubruk siap dinikmati. Tapi, ada cara agar kopi tubruk yang Mama buat terasa maksimal sedapnya. Viki Rahardja, barista sekaligus konsultan coffee shop, membagikan rahasianya saat ditemui di pembukaan kedai kopi MAXX Corner di Plaza Semanggi, Jakarta, Rabu (16/08/2017):

  1. Sebaiknya gunakan biji kopi yang baru disangrai (roast), bukan bubuk kopi yang sudah lama disimpan, agar aromanya lebih nikmat. Sesaat sebelum membuat kopi, giling biji kopi dengan tingkat kekasaran medium. Sebab, butiran kopi yang terlalu halus membuat kopi lebih mudah gosong, sehingga rasanya pahit. Sementara itu, butiran kopi yang terlalu kasar membuat kopi sulit larut dalam air dan rasanya menjadi asam.
  2. Gunakan perbandingan 1:15 untuk kopi dan air panas. Artinya, jika Mama memakai 10 gram kopi, berarti air yang dituang 150 ml.
  3. Seduh kopi dengan air bersuhu 93-950C dengan gerakan memutar
  4. Setelah kopi diseduh, diamkan selama 3-5 menit agar kopi bisa terekstraksi dengan optimal
  5. Barulah kopi bisa diaduk. Mama bisa menambahkan gula atau susu jika suka.

Viki punya jenis biji kopi favorit untuk membuat kopi tubruk. “Saya suka kopi Toraja atau Gayo,” kata pria yang sudah beberapa kali memenangi kompetisi barista ini.

Bicara tentang kopi tubruk, MAXX Corner adalah coffee shop yang menggunakan biji kopi lokal dengan sajian andalan kopi tubruk. Kopi tubruk arabika yang ditawarkan berjenis Java Ijen, Sumatra Mandailing, dan Bali Kintamani. Ada pula kopi tubruk robusta asal Lampung. Kalau Mama lebih suka espresso, tersedia kopi Mandailing Natal dan Java Bondowoso.

Mama tidak suka atau tidak bisa minum kopi? Jangan khawatir, di sini ada minuman nonkopi seperti Bobba Pops Lychee Tea, Melaka Milk Tea, dan Coconut Milo Cream. Untuk camilan, ada Smore’s Chocolate Sandwich, Oreo & White Chocolate Sandwich, dan lain-lain. Selain itu, berbeda dengan kebanyakan kedai kopi modern lainnya, MAXX Corner juga menyediakan kudapan ala Indonesia seperti lupis, singkong goreng, lapis sagu pandan, lapis sagu cokelat, dan risol rogut.

Mendengar nama MAXX Corner, Mama mungkin teringat MAXX Coffee. Kedua kedai kopi ini memang berada di bawah induk perusahaan yang sama, namun MAXX Corner menawarkan harga yang lebih terjangkau. Sajian kopi dan minuman lainnya serta camilan pendamping ditawarkan dengan harga Rp 10.000-35.000 saja. Meski demikian, Mama tetap bisa mendapatkan kopi yang fresh, layanan dari barista profesional, serta suasana yang modern dan nyaman a la kafe.

“Di MAXX Corner, kami berkomitmen untuk mempromosikan kekayaan kopi nusantara menjadi sajian kopi berstandar internasional sehingga dapat melengkapi gaya hidup dan membangkitkan kreativitas,” ujar Vico Lomar, Chief Commercial Officer MAXX Corner.

img 0401

Ingin mencari inspirasi lewat secangkir kopi beserta camilan tradisional di tempat yang bersuasana nyaman dan strategis? Mama bisa mampir ke MAXX Corner di Plaza Semanggi lantai dasar.

Baca juga: 8 Coffee Shop yang Instagrammable di Jakarta

(EMA)

Artikel Terkait