BALITA DAN ANAK
7 Agustus 2019

Ini Tanda DBD (Demam Berdarah Dengue) yang Bisa Terjadi pada Anak

Gejala ringannya susah untuk dikenali
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

DBD (demam berdarah dengue) adalah suatu penyakit berbahaya yang harus ditangani dengan cepat. Penyakit ini tidak dapat menyebar secara langsung dari orang ke orang, tetapi orang yang menderita demam berdarah dapat menginfeksi nyamuk.

Seekor nyamuk menjadi terinfeksi ketika menghisap darah dari orang yang terinfeksi DBD (demam berdarah dengue), dan menularkan virus ke orang lain saat mereka menggigit orang tersebut.

"Setelah 5-14 hari, virus akan matang di kelenjar liur nyamuk dan menularkan ke korban berikutnya saat menggigit orang lain," jelas Dr. Leong Hoe Nam, spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena.

Baca Juga: Ketahui Tempat Nyamuk Demam Berdarah Bersarang dan Cara Membasminya

Sayangnya tanda DBD (demam berdarah dengue) ini sulit dikenali, karena tumpang tindih dengan banyak penyakit virus lainnya, seperti virus West Nile dan demam chikungunya. Gejala umumnya adalah anak mengalami demam yang tinggi, seperti demam pada umumnya. Hal ini biasa akan mulai diketahui saat anak mulai mendapatkan diagnosis dari dokter.

Lalu bagaimana cara Moms mengenali tanda DBD (demam berdarah dengue) pada anak?

Tanda Awalnya Anak Mengalami Flu

demam berdarah, tanda demam berdarah

Foto: tripsavvy.com

DBD (demam berdarah dengue) mempresentasikan dirinya pertama kali dengan gejala seperti flu pada anak. Namun flu ini biasanya akan menunjukkan dirinya sekitar 1,5 - 10 hari setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus DBD (demam berdarah dengue).

Jika ini merupakan kasus yang ringan, gejala akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 2 - 7 hari.

Baca Juga: Apakah Anak Alergi atau Demam? Kenali Dulu 4 Perbedaannya Berikut Ini

Mulai Muncul Demam Disertai dengan Gejala Lainnya

demam berdarah, tanda demam berdarah

Foto: todaysparent.com

Jika flu tidak hilang, tanda awal DBD (demam berdarah dengue) mulai menyebar adalah saat anak mengalami demam yang diikuti dengan rasa sakit kepala, nyeri otot dan sendi-sendi lainnya, demam tinggi, timbul nyeri di belakang mata, serta mual hingga muntah. Gelaja yang menyertainya memang sangat banyak, namun mirip-mirip.

"Ruam-ruam merah pada tubuh pun akan cenderung muncul sedikit demi sedikit pada saat sakit," kata Dr. Leong.

Namun ada juga penderita DBD (demam berdarah dengue) yang tidak melewati fase ruam. Namun menurut Dr. Leong, tidak adanya ruam pada tubuh justru diindentifikasi sebagai faktor risiko DBD (demam berdarah dengue) yang parah. Hal ini terjadi karena kegagalan dalam mengenali jenis penyakit.

Berbicara mengenai gejala DBD (demam berdarah dengue) kategori parah, biasanya berkembang 3-7 hari setelah tanda-tana

DBD (demam berdarah dengue) yang parah berkembang 3 - 7 hari setelah tanda-tanda demam berdarah pertama muncul, kemudia mulai memburuk. Seperti sakit perut parah, muntah secara terus-menerus, gusi mulai berdarah, pernapasan cepat, kelelahan atau gelisah, hingga muntah darah.

Baca Juga: Hati-hati! Ini Bahayanya Demam Berdarah Saat Kehamilan

“Salah satu ciri khas infeksi adalah infeksi dapat menyebabkan trombosit (fragmen sel kecil yang membentuk gumpalan darah untuk menghentikan pendarahan) turun secara drastis, yang menyebabkan terjadinya pendarahan di bagian organ dalam, terutama di saluran pencernaan,” jelas Dr Leong sebagai penutup.

Itu dia Moms beberapa tanda ciri DBD (demam berdarah dengue) pada anak dari yang ringga hingga terburuk. Namun jika Moms sudah curiga dan merasa khawatir, ada baiknya Moms segera membawa Si Kecil ke ahlinya, daripada hanya menduga-duga saja.

https://www.mountelizabeth.com.sg/healthplus/article/all-you-need-to-know-about-dengue

https://www.medicinenet.com/what_are_the_warning_signs_of_dengue_fever/ask.htm

Artikel Terkait