KESEHATAN
31 Oktober 2019

Ini Tanda Tubuh Jika Kekurangan Vitamin dan Mineral

rambut rontok sampai kelelahan bisa jadi tanda defisiensi vitamin
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Diet yang seimbang dan bergizi memiliki banyak manfaat. Di sisi lain, diet yang kurang nutrisi dapat menyebabkan berbagai gejala yang tidak menyenangkan.

Gejala-gejala ini adalah cara tubuh mengkomunikasikan bahwa kita mengalami kekurangan vitamin dan mineral. Mengenali hal ini dapat membantu kita menyesuaikan pola makan Moms.

Yuk kita simak beberapa tanda dan gejala paling umum dari kekurangan vitamin dan mineral, disertai cara penanganannya.

1. Rambut dan Kuku Rapuh

Kuku rapuh.jpg

Berbagai faktor dapat menyebabkan rambut dan kuku rapuh. Salah satunya adalah kurangnya biotin. Biotin, juga dikenal sebagai vitamin B7, yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Kekurangan biotin sangat jarang, tetapi ketika itu terjadi, beberapa gejala yang paling terlihat adalah rambut menjadi rapuh, menipis atau bercabang, sama kondisinya dengan kuku. Gejala lain dari defisiensi biotin adalah kelelahan kronis, nyeri otot, kram dan kesemutan di tangan dan kaki.

Wanita hamil, perokok berat atau peminum dan orang-orang dengan gangguan pencernaan seperti sindrom usus bocor dan penyakit Crohn paling berisiko terkena defisiensi biotin. Juga, penggunaan antibiotik jangka panjang dan beberapa obat anti-kejang.

Baca Juga: Cek! 5 Kondisi Kuku yang Menunjukkan Ada Penyakit di Tubuh

Makan putih telur mentah ternyata juga dapat menyebabkan defisiensi biotin. Karena putih telur mentah mengandung avidin, protein yang berikatan dengan biotin dan dapat mengurangi penyerapannya.

Jika kita mengalami gejala- gejala ini, kita bisa mempertimbangkan untuk mencoba suplemen yang menyediakan sekitar 30 mikrogram biotin per hari. Namun, manfaat dari suplemen dengan biotin hanya diamati dalam beberapa laporan kasus dan studi kecil, sehingga diet kaya biotin mungkin menjadi pilihan terbaik.

Makanan yang kaya akan biotin termasuk kuning telur, daging organ, ikan, daging, susu, kacang-kacangan, biji-bijian, bayam, brokoli, kembang kol, kentang manis, ragi, biji-bijian, dan pisang.

2. Sariawan

Sariawan.jpg

Lesi di dalam dan sekitar mulut sebagian, kemungkinan terkait dengan kurangnya asupan vitamin atau mineral tertentu. Misalnya sariawan, sering kali merupakan akibat defisiensi vitamin besi atau B.

Satu penelitian menemukan bahwa pasien yang menderita sariawan tampaknya dua kali lebih mungkin memiliki kadar zat besi rendah. Dalam penelitian lainnya, sekitar 28 persen pasien dengan sariawan memiliki kekurangan thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2) dan piridoksin (vitamin B6).

Baca Juga: Yuk Kenali 7 Penyebab Sariawan

Kemudian ada juga Cheilitis sudut, suatu kondisi yang menyebabkan sudut-sudut mulut retak, terbelah atau berdarah, dapat disebabkan oleh air liur yang berlebihan atau dehidrasi. Hal ini bisa jadi pertanda asupan vitamin B dan besi yang tidak mencukupi, terutama riboflavin.

Jika Moms mengalami gejala-gejala ini, cobalah menambahkan makan yang kaya akan zat besi termasuk unggas, daging, ikan, kacang-kacangan, sayuran berdaun gelap. Kemudian tambahkan juga sumber thiamin, riboflavin, dan piridoksin yang baik yakni dari biji-bijian, unggas, daging, ikan, telur, susu, daging organ, polong-polongan, sayuran hijau, sayuran bertepung, dan kacang-kacangan.

3. Gusi Berdarah

Gusi berdarah.jpg

Kadang-kadang teknik menyikat gigi yang kasar adalah akar dari gusi yang berdarah. Tetapi pola makan dengan defisiensi vitamin C juga bisa menjadi penyebabnya. Vitamin C berperan penting dalam penyembuhan luka, kekebalan, dan sebagai antioksidan serta membantu mencegah kerusakan sel.

Tubuh manusia tidak membuat vitamin C sendiri, yang berarti satu-satunya cara untuk mempertahankan tingkat kecukupan vitamin C adalah melalui pola makan. Kekurangan vitamin C sebenarnya jarang terjadi pada individu yang mengkonsumsi cukup buah dan sayuran segar.

Baca Juga: Gusi Berdarah saat Hamil, tapi Tidak Sakit. Kenapa, Ya? Ada Kemungkinan Radang Gusi

Namun, jika kita mengonsumsi vitamin C dalam kadar yang sangat rendah untuk waktu yang lama, maka dapat menimbulkan gejala defisiensi, termasuk pendarahan gusi dan bahkan kehilangan gigi.

Konsekuensi serius lain dari kekurangan vitamin C yang cukup parah adalah penyakit kudis, yang menekan sistem kekebalan tubuh, melemahkan otot dan tulang dan membuat orang merasa lelah dan lesu.

Tanda-tanda umum lain dari kekurangan vitamin C termasuk mudah memar, penyembuhan luka yang lambat, kulit bersisik kering dan sering mimisan.

Karena itu, pastikan untuk mengonsumsi vitamin C dalam jumlah yang cukup ya Moms. Bisa dengan makan setidaknya 2 potong buah dan 3-4 porsi sayuran setiap hari.

4. Night Vision memburuk dan tumbuh bintik atau bercak putih di mata

Night vision memburuk.png

Pola makan yang buruk terkadang dapat menyebabkan masalah penglihatan. Misalnya, asupan vitamin A yang rendah sering dikaitkan dengan kondisi yang dikenal sebagai rabun senja, yang mengurangi kemampuan orang untuk melihat dalam cahaya rendah atau gelap.

Karena vitamin A diperlukan untuk memproduksi rhodopsin, pigmen yang ditemukan di retina mata yang membantu kita melihat di malam hari. Ketika tidak diobati, rabun senja dapat berkembang menjadi xerophthalmia, suatu kondisi yang dapat merusak kornea dan akhirnya menyebabkan kebutaan.

Gejala awal xerophthalmia lainnya adalah munculnya bintik atau bercak Bitot yang berbusa, dan pertumbuhan putih yang terjadi pada konjungtiva atau bagian putih mata. Pertumbuhan bercak tersebut dapat dihilangkan sampai batas tertentu tetapi hanya sepenuhnya hilang begitu kekurangan vitamin A diobati.

Baca Juga: Berapa Banyak Vitamin C yang Dibutuhkan Tubuh Dalam Sehari?

Beruntung, kekurangan vitamin A jarang terjadi di negara maju. Mereka yang menduga asupan vitamin A mereka tidak mencukupi dapat mencoba makan lebih banyak makanan yang kaya vitamin A , seperti daging organ, susu, telur, ikan, sayuran berdaun gelap dan sayuran berwarna kuning-oranye.

Namun jangan sembarangan mengonsumsi suplemen vitamin A, kecuali didiagnosis dengan defisiensi vitamin A. Hal ini karena vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak , sehingga bila dikonsumsi berlebihan dapat menumpuk di dalam simpanan lemak tubuh dan menjadi racun. Gejala keracunan vitamin A bisa serius dan berkisar dari mual dan sakit kepala hingga iritasi kulit, nyeri sendi dan tulang dan, dalam kasus yang parah, bahkan koma atau kematian.

5. Kulit kepala bersisik dan berketombe

Rambut berketombe.jpg

Dermatitis seboroik (SB) dan ketombe adalah bagian dari kelompok gangguan kulit yang sama-sama memengaruhi area penghasil minyak di tubuh. Keduanya melibatkan kulit yang gatal dan mengelupas. Ketombe sebagian besar hanya terjadi pada kulit kepala, sedangkan dermatitis seboroik juga dapat muncul pada wajah, dada bagian atas, ketiak, dan selangkangan.

Kemungkinan gangguan kulit ini paling tinggi dalam tiga bulan pertama kehidupan, selama masa pubertas dan pertengahan masa dewasa. Studi menunjukkan bahwa kedua kondisi tersebut juga sangat umum. Hingga 42 persen bayi dan 50 persen orang dewasa dapat menderita ketombe atau dermatitis seboroik.

Baca Juga: Apa Bedanya Dermatitis Seboroik dan Dermatitis Atopik?

Ketombe dan dermatitis seboroik kemungkinan disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah pola makan yang kurang gizi. Misalnya, kadar seng, niasin (vitamin B3), riboflavin (vitamin B2), dan piridoksin (vitamin B6) dalam darah yang rendah.

Hubungan yang tepat antara diet yang kurang gizi serta kondisi kulit ini sebenarnya tidak sepenuhnya dipahami. Namun, orang yang menderita ketombe atau dermatitis seboroik sebaiknya mengkonsumsi lebih banyak makanan yang kaya niacin , riboflavin, dan piridoksin termasuk biji-bijian utuh, unggas, daging, ikan, telur, susu, daging organ, kacang-kacangan, sayuran hijau, sayuran bertepung, kacang-kacangan dan biji-bijian. Selain itu, bisa juga makanan laut yang juga kayak akan seng.

6. Rambut rontok

Rambut rontok.jpg

Rambut rontok adalah gejala yang sangat umum. Faktanya, hingga 50 persen pria dan wanita menderita kerontokan rambut pada saat mereka mencapai usia 50 tahun.

Diet yang kaya nutrisi berikut dapat membantu mencegah atau memperlambat kerontokan rambut.

Zat Besi: Mineral ini terlibat dalam pembuatan DNA, termasuk DNA yang ada di folikel rambut. Terlalu sedikit zat besi dapat menyebabkan rambut berhenti tumbuh atau rontok.

Seng: Mineral ini sangat penting untuk sintesis protein dan pembelahan sel, dua proses yang diperlukan untuk pertumbuhan rambut. Dengan demikian, kerontokan rambut dapat terjadi akibat defisiensi seng.

Asam linoleat (LA) dan asam alfa-linolenat (ALA): Asam lemak esensial ini diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan rambut.

Baca Juga: 5 Penyebab Utama Rambut Rontok

Niacin (vitamin B3): Vitamin ini diperlukan untuk menjaga kesehatan rambut. Alopecia, suatu kondisi di mana rambut rontok dalam bercak-bercak kecil, adalah salah satu gejala defisiensi niacin.

Biotin (vitamin B7): Biotin adalah vitamin B lain yang, jika kurang, dapat dikaitkan dengan kerontokan rambut.

Banyak suplemen dipasarkan untuk mencegah rambut rontok. Suplemen- suplemen tersebut mengandung kombinasi nutrisi di atas, selain beberapa lainnya. Suplemen ini berguna untuk meningkatkan pertumbuhan rambut dan mengurangi kerontokan rambut pada orang dengan kekurangan nutrisi.

Perlu juga dicatat bahwa mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral jika tidak ada kekurangan justru dapat memperburuk kerontokan rambut, alih-alih membantunya. Misalnya, kelebihan selenium dan vitamin A, dua nutrisi yang sering ditambahkan ke suplemen pertumbuhan rambut, keduanya dikaitkan dengan kerontokan rambut.

7. Benjolan Merah atau Putih pada Kulit

Benjolan putih di kulit.jpeg

Beberapa orang menderita keratosis pilaris, suatu kondisi yang menyebabkan benjolan merah yang muncul di pipi, lengan, paha, atau bokong. Keratosis pilaris sering muncul pada masa kanak-kanak dan secara alami menghilang pada masa dewasa.

Penyebab benjolan kecil ini masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi mereka dapat muncul ketika terlalu banyak keratin diproduksi di folikel rambut. Ini menghasilkan benjolan yang lebih besar pada kulit, yang bisa tampak merah atau putih.

Keratosis pilaris mungkin memiliki komponen genetik, yang berarti bahwa seseorang lebih mungkin memilikinya jika anggota keluarga memilikinya. Selain itu, keratosis pilaris juga terjadi pada orang dengan defisiensi vitamin A dan C.

Jadi, selain perawatan tradisional dengan krim obat, orang dengan kondisi ini dapat mempertimbangkan untuk menambahkan makanan yang kaya vitamin A dan C ke dalam makanan mereka. Ini termasuk daging organ, susu, telur, ikan, sayuran berdaun gelap, sayuran dan buah berwarna kuning-jingga.

Baca Juga: Tak Hanya Karena Gondongan, Ini 10 Penyebab Lainnya Benjolan di Leher

8. Kelelahan

Kelelahan.jpg

Ketika kita merasa lelah sepanjang waktu, padahal sudah cukup tidur, maka bisa jadi kita mengalami defisiensi vitamin D. "Setelah orang mendapatkan lebih banyak vitamin D, sungguh luar biasa mendengar mereka mengatakan mereka memiliki lebih banyak energi," kata Stacci Small RD, pakar diet dan pemilik The Wellness Philosophy di Greenwood, Indiana.

Untuk itu, dia menyarankan untuk memasukkan lebih banyak vitamin D ke dalam makanan kita. Diantaranya dengan minum susu (yogurt, susu), non-susu (almond atau susu kedelai), ikan tertentu (sarden), dan bahkan jamur yang ditanam di bawah sinar UV.

Nah itu tadi beberapa tanda defisiensi vitamin dan mineral yang sebaiknya diwaspadai ya Moms.

Artikel Terkait