GAYA HIDUP
11 Desember 2019

Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh Jika Kelebihan Vitamin D

Semua yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk kelebihan vitamin D.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Salah satu vitamin yang cukup mudah didapatkan adalah vitamin D. Cukup berjemur di pagi hari, sebelum pukul 10.00 pagi, selama beberapa waktu, vitamin D akan dengan sendirinya diproduksi di dalam tubuh Moms dan Dads.

Selain itu, vitamin D juga bisa didapatkan dari sumber makanan dan suplemen. Namun, bagaimana kalau ternyata vitamin D yang dikonsumsi sudah terlalu banyak jumlahnya? Apa akibat yang bisa ditimbulkannya?

Hypervitaminosis D

kesehatan, gaya hidup

Foto: freepik.com

Berapa sih kadar normal asupan vitamin D setiap harinya? Menurut Institute of Medicine, 4000 IU adalah tingkat aman asupan vitamin D harian. Namun, dosis hingga 10.000 IU hingga saat ini belum terbukti menyebabkan keracunan pada orang sehat.

Keracunan vitamin D atau Hypervitaminosis D adalah kondisi yang cukup langka sebab hal ini biasanya hanya terjadi pada orang yang mengonsumsi suplemen vitamin D dalam jumlah besar. Risiko utama dari gangguan ini adalah penumpukan kalsium pada darah (hypercalcemia) yang dapat mengakibatkan banyak penyakit di tubuh.

Hal ini juga didukung oleh pendapat dari dr. Bourne Auguste, asisten peneliti di Toronto General Hospital dan University of Toronto, Kanada. “Walaupun keracunan vitamin D jarang terjadi karena rentang terapetik yang besar, ketersediaannya yang meluas dalam berbagai formulasi bebas dapat menimbulkan risiko besar bagi pasien yang tidak mendapat informasi," tambahnya.

Baca Juga: Moms, Waspadai 5 Gejala Kekurangan Vitamin D Pada Balita Ini

Mual, Muntah, dan Kehilangan Nafsu Makan

keluarga, kesehatan, gaya hidup

Foto: freepik.com

Dikutip dari laman Healthline, dikatakan jika tubuh kelebihan vitamin D maka Moms dan Dads bisa mengalami mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Hal ini dibuktikan melalui studi yang diikuti oleh 10 orang yang mengonsumsi vitamin D dengan dosis yang tinggi. Hasilnya, 4 orang mengalami mual dan muntah serta 3 orang lainnya kehilangan nafsu makan.

Penelitian lain yang serupa juga menemukan bahwa seorang perempuan mengalami mual dan penurunan berat badan setelah mengonsumsi suplemen yang ternyata mengandung vitamin D sebanyak 78 kali lipat dari yang tercantum di label.

Nyeri Perut, Konstipasi, atau Diare

kesehatan, gaya hidup

Foto: freepik.com

Beberapa gangguan serta penyakit, seperti nyeri perut, konstipasi, atau diare memang terdengar seperti penyakit umum. Namun, dalam sebuah penelitian ditemukan seorang anak laki-laki mengalami nyeri perut setelah mengonsumsi suplemen vitamin D tanpa aturan yang jelas. Sedangkan, saudaranya yang ikut mengonsumsi mengalami peningkatan jumlah darah tanpa dampak lainnya.

“Vitamin D memang diperlukan untuk pengembangan dan pemeliharaan tulang yang kuat, tetapi segala sesuatu yang berlebihan itu tentu tidak baik,” ungkap dr. Maria DeVita, direktur nephrology di Lenox Hill Hospital, New York.

Baca Juga: Mengenal Diare Persisten, Diare yang Dapat Mengancam Jiwa

Tulang Keropos

keluarga, kesehatan, gaya hidup

Foto: freepik.com

Bukannya membuat tulang jadi sehat, kelebihan vitamin D justru membuat Moms dan Dads mengalami pengeroposan tulang. Hal ini diungkapkan oleh peneliti yang menyatakan bahwa kelebihan vitamin D bisa menyebabkan penurunan kadar vitamin K2 dalam darah.

Fungsi terpenting dari vitamin K2 sendiri adalah menjaga kadar kalsium di dalam tulang dan darah. Para peneliti percaya bahwa kadar vitamin D yang cukup tinggi mampu menghambat fungsi vitamin K2.

Penyakit Jantung

keluarga, kesehatan, gaya hidup

Foto: freepik.com

Siapa sangka kelebihan vitamin D juga meningkatkan risiko penyakit jantung pada Moms dan Dads? Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen terhadap 247.574 orang selama 7 tahun, ditemukan adanya korelasi antara tingkat vitamin D yang tinggi dalam darah dengan meningkatkannya risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke.

Studi baru ini menemukan bahwa kadar vitamin D dalam darah tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. "Jika tingkat vitamin D di bawah 50 atau lebih dari 100 nanomol per liter, risiko kematian lebih besar," kata profesor Peter Schwarz dari University of Copenhagen, Denmark.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kadar vitamin D yang baik adalah 70 nanomol per liter.

Baca Juga: 5 Manfaat Keju Untuk Kesehatan, Mengusir Penyakit Jantung dan Penyakit Kronis Lainnya

Tak perlu berlebihan, cukup manfaatkan sumber vitamin D yang ada di sekitar Moms dan Dads untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya. Jika Moms dan Dads memerlukan asupan suplemen vitamin D, ada baiknya untuk berkonsultasi pada ahli terlebih dahulu, ya.

ERN/KM

Artikel Terkait