PROGRAM HAMIL
25 April 2019

Ini yang Harus Diperhatikan Penderita Hipertensi Saat Merencanakan Kehamilan

Info penting nih, buat Moms dengan hipertensi.
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama


Moms disebut mengalami hipertensi bila tekanan darah Moms 140/90 mm Hg atau lebih. Moms yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi perlu berkonsultasi secara khusus dengan dokter bila ingin memulai program hamil.

Pasalnya, menjalani program hamil dengan hipertensi akan berbeda dengan program hamil yang dijalani oleh Moms yang tekanan darahnya normal.

Dalam panduan Planning for Pregnancy Women with Hypertension yang diterbitkan oleh Wisconsin Association for Prenatal Care disebutkan bahwa hipertensi dapat berbahaya bagi bumil dan janin.

Bagi bumil, hipertensi dapat memicu masalah pada pernapasan, jantung, ginjal, lever, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sementara bagi janin, hipertensi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.

Baca Juga : Janin Dideteksi Cacat, Apa yang Harus Moms Lakukan?

Selain itu, dalam situs web Babycenter, dokter spesialis obstetri dan ginekologi John Sussman mengatakan hipertensi sejak sebelum hamil merupakan faktor risiko untuk terjadinya preeklamsia.

Menurutnya, berdasar pada penelitian, 13%− 40% perempuan hamil dengan hipertensi kronis mengalami preeklamsia.

Preeklamsia adalah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi serta tanda-tanda kerusakan organ.

Selain hipertensi, faktor lain yang memperbesar risiko terjadinya komplikasi tersebut adalah diabetes, obesitas, penyakit ginjal, serta riwayat preeklamsia.

Meski terkesan berbahaya, namun, bukan berarti Moms tidak bisa menjalani program hamil dengan hipertensi dengan aman.

Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Hipertensi dan Program Hamil

pregnant 1561750 1920
Foto : unsplash.com

1. Berkonsultasi dengan dokter mengenai obat hipertensi yang aman bagi Moms selama program hamil. Hindari mencoba mengatasi hipertensi sendiri dengan mengonsumsi obat penurun tekanan darah tanpa petunjuk dari dokter.

2. Bila Moms memiliki berat badan berlebih, perbanyak olah raga dan konsumsi makanan yang mengandung lemak baik alih-alih lemak buruk.

3. Kurangi asupan garam yang disebut sebagai salah satu faktor pemicu hipertensi.

4. Berhenti merokok.

5. Mengelola stres dengan baik.

Baca Juga : Harus Tahu! Ini Pentingnya Menambah Asupan Kalsium Bagi Ibu Hamil

Setelah Moms hamil, dokter akan tetap memantau tekanan darah Moms secara berkala. Bahkan, Moms juga harus melakukan pemantauan sendiri di rumah.

Hal tersebut penting, terutama bila Moms sudah memasuki paruh kedua kehamilan karena risiko timbulnya preeklamsia di periode ini meningkat.

Dokter Sussman mengatakan, kebanyakan perempuan dengan kondisi hipertensi esensial kronis (bukan disebabkan oleh kondisi medis tertentu) dapat menjalani kehamilan secara normal dan melahirkan bayi yang sehat.

Namun, ia menambahkan, bumil dengan hipertensi memiliki kemungkinan lebih besar untuk melahirkan melalui bedah Caesar.

Nah, agar program hamil dengan hipertensi dapat berjalan aman dan nyaman, segera lakukan upaya-upaya untuk menormalkan kembali tekanan darah sejak sekarang, Moms.

(AN/CAR)

Artikel Terkait