PROGRAM HAMIL
25 September 2020

4 Inseminasi Buatan Untuk Membantu Cepat Hamil

Ini daftarnya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Inseminasi buatan atau inseminasi artifisial adalah metode perawatan kesuburan menggunakan pemasukkan sel sperma secara langsung ke serviks atau rahim dengan tujuan memperoleh kehamilan.

Sel sperma yang digunakan juga terlebih dahulu “dipilah” dan dipilih yang terbaik agar dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Nah, contoh inseminasi buatan yang sudah sering digunakan oleh banyak pasangan di berbagai belahan dunia tidak lain adalah IUI (inseminasi intrauterin).

Jenis Inseminasi Buatan

Namun, selain IUI, sebenarnya masih ada pula beberapa jenis inseminasi buatan lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat Moms simak di bawah ini.

Baca Juga: Saya Sukses Hamil Alami, setelah 7 Tahun Menunggu dan Hampir Inseminasi

1. Intrauterine Insemination (IUI)

4 Inseminasi Buatan Untuk Membantu Cepat Hamil 1

Foto: invitra.com

IUI merupakan inseminasi buatan yang umumnya direkomendasikan bagi pasangan dengan infertilitas faktor pria, infertilitas akibat endometriosis, dan infertilitas dengan penyebab yang tidak diketahui.

Selain itu, wanita yang memiliki lendir serviks sangat kental yang mencegah sperma untuk mencapai sel telur juga dapat menjalani IUI.

“Untuk memulai proses IUI, seorang wanita harus minum obat untuk meningkatkan kesuburan. Dokter akan menyiapkan sampel semen dengan memisahkan sperma dari cairan mani,” kata Tanmoy Mukherjee, MD, seorang ginekolog dan ahli endokrinologi reproduksi yang berbasis di New York, seperti dikutip dari Parents.

“Selanjutnya, dokter akan mencampur sperma dengan cairan khusus, kemudian memasukkannya melalui vagina menggunakan kateter. Ketika kateter mencapai rahim, dokter akan mengeluarkan sperma di dalamnya.”

Menurut Dr. Mukherjee, berikut merupakan rata-rata tingkat keberhasilan IUI pada pasangan dengan beberapa kondisi yang berbeda:

  • 8-10% untuk pasangan dengan infertilitas faktor pria.
  • 5,5% untuk pasangan dengan infertilitas faktor tuba.
  • 18-20% untuk pasangan dengan infertilitas yang penyebabnya tidak diketahui.

Jenis Infertilitas Apa yang Dapat Diobati IUI?

Prosedur ini dapat digunakan untuk berbagai jenis masalah kesuburan. Dalam kasus yang melibatkan ketidaksuburan pria, ini sering digunakan ketika jumlah sperma sangat rendah atau ketika sperma tidak cukup kuat untuk berenang melalui serviks dan naik ke saluran tuba.

Ketika masalahnya adalah infertilitas wanita, terkadang dilakukan jika Moms memiliki kondisi yang disebut endometriosis atau memiliki sesuatu yang tidak normal pada organ reproduksi Anda.

Metode ini mungkin juga tepat jika lendir serviks Moms tidak reseptif.

Itu berarti lendir yang mengelilingi serviks mencegah sperma masuk ke rahim dan saluran tuba. Inseminasi buatan memungkinkan sperma melewati lendir serviks sepenuhnya.

Dokter juga sering menyarankan inseminasi buatan ketika mereka tidak dapat mengetahui alasan pasangan tidak subur.

2. Intravaginal Insemination (IVI)

4 Inseminasi Buatan Untuk Membantu Cepat Hamil 2

Foto: shouryatesttube.com

Mengutip VeryWell Family, IVI adalah jenis inseminasi buatan yang paling sederhana dan melibatkan penempatkan sperma ke dalam vagina seorang wanita.

Metode inseminasi ini dapat digunakan pada wanita yang tidak memiliki masalah kesuburan apa pun. Termasuk wanita yang sering mengalami rasa sakit ketika berhubungan seksual (bukan karena masalah medis).

Sayangnya, IVI memiliki tingkat keberhasilan yang cenderung lebih rendah daripada IUI sehingga tidak umum digunakan dan lebih sering dilakukan di rumah masing-masing pasien.

Saat menjalani IVI, penting untuk menggunakan sperma yang memiliki motilitas dan morfologi yang baik. Sperma yang "mentah" atau tidak dicuci aman untuk digunakan dalam IVI, namun dapat mengurangi peluang Anda untuk hamil karena sampel mentah mungkin mengandung sperma berkualitas lebih rendah.

Dengan menggunakan sperma yang disiapkan melalui pemurnian sperma, Moms mungkin dapat meningkatkan peluang kehamilan karena prosedur ini memisahkan sel sperma yang mati atau lambat.

Baca Juga: Apa Bedanya Bayi Tabung dan Inseminasi Buatan?

3. Intracervical Insemination (ICI)

4 Inseminasi Buatan Untuk Membantu Cepat Hamil 3

Foto: ivfcentreinindia.com

Inseminasi Intracervical (ICI) adalah salah satu prosedur inseminasi buatan tertua dan paling umum, sejak tahun 1880-an.

Mirip dengan inseminasi intrauterine (IUI), ini melibatkan penempatan sperma langsung ke saluran reproduksi wanita untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan.

Perbedaan utamanya adalah prosedur ICI menempatkan sampel sperma di dekat serviks, bukan rahim seperti pada IUI.

Dari serviks, sperma bergerak naik ke rahim dan masuk ke saluran tuba untuk membuahi sel telur. Karena sperma ditempatkan lebih jauh dari tuba falopi daripada di prosedur IUI, harga ICI biasanya jauh lebih rendah.

Adapun langkah-langkah metode ini antara lain:

  • Pemantauan ovulasi menggunakan berbagai metode seperti kalender, USG, atau mengukur suhu tubuh. Dalam tahap ini biasanya dokter juga akan meresepkan obat khusus untuk menginduksi ovulasi agar sel telur yang dihasilkan lebih banyak.
  • Sampel sperma kemudian disiapkan dan dimasukkan ke dalam vagina atau leher rahim menggunakan jarum suntik khusus.
  • Setelah menjalani transfer sperma, pasien wanita biasanya disarankan untuk berbaring selama 15-30 menit untuk memudahkan sperma berherak dari serviks ke rahim. Setelahnya, pasien dapat kembali melakukan aktivitas fisik secara normal.
  • Dalam sekitar 2 minggu atau lebih lama, dokter akan melakukan tes kehamilan untuk menentukan keberhasilan ICI.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction, ICI memiliki tingkat keberhasilan (terjadi kehamilan) sekitar 37,9% setelah 6 siklus perawatan.

4. Intratubal Insemination (ITI)

4 Inseminasi Buatan Untuk Membantu Cepat Hamil 4

Foto: invitra.com

NY Reproductive Wellness menyebutkan bahwa ITI dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama yaitu dengan memasukkan sperma ke dalam tuba falopi menggunakan bantuan kateter.

Sementara cara kedua lebih invasif dan melibatkan pemasukkan kamera ke dalam perut untuk menemukan saluran telur sehingga sperma dapat ditempatkan pada saluran itu secara langsung.

Dalam beberapa kasus, cara kedua terbukti lebih dapat membantu pasangan dengan masalah ovulasi (tidak berovulasi secara teratur) atau memiliki lendir serviks terlalu kental yang dapat menurunkan motilitas (pergerakan) sperma.

Jadi, itulah beberapa jenis inseminasi buatan yang umumnya digunakan sebagai metode perawatan kesuburan dan membantu wanita cepat hamil. Inseminasi buatan manakah yang sudah sering Moms ketahui?

Baca Juga: Prosedur IVF, Ini Pengertian, Tahapan, Risiko, Tingkat Keberhasilan, dan Biayanya

Artikel Terkait