BAYI
22 April 2020

5 Cara Membuat Bayi Bahagia, Sederhana!

Salah satunya adalah responsif saat bayi menangis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Semenjak mendapati dua garis biru di alat tes kehamilan, Moms akan menyambut Si Kecil dengan gembira. Salah satu bentuk kegembiraannya adalah dengan menjaga kondisi janin dan diri selama masa kehamilan.

Setelah melahirkan, Moms selalu berharap dapat memberikan yang terbaik untuk Si Kecil.

Perasaan bahagia tersebut harus terasa dan juga ditularkan kepada Si Kecil. Karena dari Moms yang bahagia, akan lahir bayi bahagia pula.

Anak yang merasakan kebahagiaan sejak kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang positif dan menyenangkan.

Edward Hallowell, psikiater dan penulis buku The Childhood Roots of Adult Happiness, mengatakan anak-anak yang terlalu dimanja seperti dihujani mainan atau terlindung dari ketidaknyamanan emosional, lebih mungkin tumbuh menjadi remaja yang gampang bosan, sinis, dan tidak bahagia.

"Indikator kebahagiaan terbaik adalah internal, bukan eksternal. Ini menjadi hal yang penting membantu anak mengembangkan emosi yang dapat mereka andalkan sepanjang hidupnya,” kata dia.

Cara Membuat Bayi Bahagia

Agar lebih jelas, Moms bisa mengikuti tips berikut ini agar membuat bayi bahagia.

Baca Juga: Agar Bayi Bahagia, Yuk Lakukan 4 Kegiatan Ini!

1. Tanggap Cepat Tangisan Bayi

Intip 5 Rahasia Membesarkan Bayi yang Bahagia -1.jpg

Foto: ahchealthenews.com

Cara membuat bayi bahagia yang pertama adalah ini. Jika Moms melakukannya, bayi akan mengetahui keberadaan Moms dan mengandalkannya.

Memang akan ada saat-saat bayi menangis namun bisa menenangkan dirinya sendiri, tetapi keberadaan Moms sangat dibutuhkan agar bayi bahagia.

Harvey Karp, MD, profesor pediatri di USC School of Medicine dan penulis The Happiest Baby on the Block dan The Happiest Toddler on the Block mengatakan, kepuasan, ketenangan, dan keamanan akan membuat bayi bahagia.

“Dua puluh kali sehari, ada sesuatu yang mengganggu mereka dan kemudian secara ajaib, lengan Moms mengambil kemudian menyusuinya, ini membuat mereka bahagia,” kata dia.

Harvey menambahkan, bayi cepat belajar. Cara tersebut akan membangun rasa percaya diri pada bayi bahwa semuanya akan berhasil.

“Ada optimisme dalam hal prediktabilitas bagi mereka. Dan itu bisa memberi hasil seumur hidup,” tambahnya.

Respons langsung terhadap tangisan bayi adalah hal terbaik yang bisa dilakukan untuk membuat bayi bahagia. Menurut The natural Child Project, bayi yang dirawat dengan cara ini menunjukkan kemandirian lebih cepat daripada bayi yang tidak menerima perawatan seperti itu.

Faktanya, penelitian tentang pengalaman anak usia dini secara konsisten menunjukkan bahwa anak-anak yang telah menikmati perawatan paling penuh kasih sayang pada masa bayi menjadi orang dewasa yang paling aman dan penuh kasih sayang.

Sementara bayi-bayi yang telah dipaksa melakukan perilaku patuh membangun perasaan dendam dan kemarahan yang mungkin terjadi. diungkapkan kemudian dengan cara yang berbahaya.

2. Pahami Bayi Belajar Berbagai Emosi

Intip 5 Rahasia Membesarkan Bayi yang Bahagia -2.jpg

Foto: babycenter.com

Setelah memasuki usia delapan atau sembilan bulan, Moms mungkin menyadari bahwa Si Kecil adalah orang yang sama sekali berbeda dari beberapa bulan yang lalu.

“Pada usia 8 atau 9 bulan, mereka akan menggosok atau menepuk lutut Anda ketika Anda menangis. Mereka mulai memahami bahwa seseorang memiliki emosi dan memahami hubungan emosional itu, ” kata Harvey.

Si Kecil juga mulai memahami kemarahan. Harvey menjelaskan, orang dewasa menggunakan otak kiri untuk mengendalikan emosi.

Oleh karena itu, Moms akan sering melihat bayi menjerit, melempar barang, memukul, atau mencakar sesuatu.

Penting bagi Moms untuk tidak menyerah pada keinginannya ketika dia mengamuk. Karena, dia hanya akan belajar bahwa menjerit akan memberinya apa yang diinginkannya, dan dia akan terus melakukannya.

Pahami berbagai emosi bayi dan bijaklah menyikapinya agar membuat bayi bahagia.

Menurut Lise Eliot, seorang ahli ilmu saraf pediatrik, bayi akan lebih sering menunjukkan wajah sedih daripada cekikikan. Itu karena bayi sebenarnya lebih dulu mengalami ‘rasa susah’ dibandingkan rasa bahagia. Pada awal kehidupannya, bayi berkomunikasi lewat tangisan.

“Mereka (tangisan) berfungsi sebagai peringatan untuk memotivasi Anda untuk memperbaiki apa pun yang salah,” tandasnya.

Baca Juga: 5 Stimulasi Untuk Memperkuat Leher Bayi

3. Bersenang-senanglah dengan Si Kecil

Intip 5 Rahasia Membesarkan Bayi yang Bahagia -3.jpg

Foto: flickr.com

Meskipun tempat tidurnya penuh warna dan mainannya beragam rupa, sumber yang membuat bayi bahagia adalah Moms dan Dad.

”Dan itulah kunci pertama untuk membuat bayi bahagia,” kata Carrie Masia-Warner, seorang psikolog anak dan associate director dari Anxiety and Mood Disorders Institute di Fakultas Kedokteran Universitas New York.

Bangunlah bonding sesring mungkin. Si Kecil akan mulai mengamati wajah Moms dan akan memberikan reaksi bahagia saat Moms mengajaknya bermain.

"Jika saat Anda bersenang-senang dengan bayi, dia bersenang-senang, ini akan menciptakan apa yang saya sebut sebagai 'masa kecil yang terhubung'. Hal itu sejauh ini merupakan langkah terbaik untuk menjamin bayi bahagia,” kata dia.

4. Bantu Bayi Menguasai Keterampilan Baru

Intip 5 Rahasia Membesarkan Bayi yang Bahagia -4.jpg

Foto: istock.com

Selain dapat menghabiskan banyak waktu menyenangkan bersama Moms, bermain bersama juga akan membuatnya belajar sesuatu yang baru.

Misalnya, bayi bahagia ketika mengetahui cara memasukkan sendok ke mulutnya. Keberadaan Moms di sampingnya saat itu akan membua bayi bahagia.

Selain membuat bayi bahagia, hal itu juga akan membuatnya semakin percaya diri karena merasa mendapat pengakuan dari orang lain atas prestasinya.

“Perasaan kontrol melalui penguasaan keterampilan ini merupakan faktor penting dalam menentukan kebahagiaannya saat dewasa,” kata dia.

Baca Juga: Menumbuhkan Percaya Diri Bayi Dengan Digendong

5. Biarkan Si Kecil Sedih atau Marah

Intip 5 Rahasia Membesarkan Bayi yang Bahagia -5.jpg

Foto: romper.com

Saat bayi bertambah besar, Moms bisa mendorongnya untuk memberi label perasaannya dan mengungkapkannya secara lisan. Bahkan sebelum bayi dapat berbicara, Moms dapat menunjukkan gambar wajahnya dan bertanya padanya apa yang sedang dia rasakan.

Anak-anak sangat cepat menangkap kata-kata seperti "bahagia" atau "marah." Ketika mereka menaruh kata-kata pada emosi mereka, lebih mudah bagi mereka untuk mengenali dan mengatur perasaan mereka.

Namun, Moms tidak boleh bereaksi berlebihan terhadap perasaan negatif anak. "Adalah normal bagi anak-anak untuk menjadi terlalu sensitif pada suatu waktu karena sesuatu di lingkungan mereka, tetapi itu bukan ketidakbahagiaan,” tambah Carrie.

Membuat bayi bahagia bukan hanya memberinya materi ya Moms. Bayi lebih membutuhkan Moms daripada apapun di dunia ini. Jadilah Moms yang bahagia untuk membahagiakannya.

Artikel Terkait