NEWBORN
13 Agustus 2020

Cara Menyusui Bayi yang Benar Agar Tidak Muntah, Ibu Baru Wajib Tahu!

Posisi menyusui yang salah bisa menyebabkan puting lecet sehingga Moms takut menyusui
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Menyusui mungkin terlihat begitu mudah. Bahkan bisa dilakukan oleh seorang ibu sambil berbincang-bincang, atau sambil makan. Tinggal membuka kancing baju, lalu Si Kecil sudah bisa langsung menyusui dengan nyaman. Namun meskipun terlihat begitu alami dan mudah, sebenarnya menyusui merupakan hal yang sulit untuk dilakukan para ibu baru dan bayi. Tidak lancar begitu saja.

Walaupun pertama kali menyusui terasa begitu tidak nyaman, namun banyak yang bisa dipelajari. Jadi semakin Moms mengetahui teknik menyusui yang tepat, tanda bahwa Si Kecil sudah mendapatkan cukup ASI, dan kapan Si Kecil sudah kenyang, maka Moms akan semakin percaya diri untuk menyusui.

Setelah Moms melewati masa trial and error untuk mendapatkan cara menyusui yang tepat ini, menyusui anak akan menjadi tugas Moms yang paling membanggakan dan penuh rasa bahagia. Bukan hanya itu saja, menyusui juga memberikan banyak manfaat bagi Moms dan bayi. Memberikan awal untuk masa depan yang sehat.

Baca Juga: 5 Masalah yang Akan Terjadi Bila Menggunakan Dot untuk Bayi Menyusui

ASI sendiri mengandung hingga 400 nutrisi sempurna guna memenuhi kebutuhan bayi. Seiring dengan pertumbuhan Si Kecil, kandungan nutrisi yang ada di dalam ASI akan menyesuaikan kebutuhan bayi.

Oleh karena itu, memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan sangat bermanfaat dalam menekan risiko sakit seperti radang paru-paru (pneumonia), infeksi telinga, radang pencernaan (gastroenteritis), sekaligus mampu meningkatkan kecerdasan si kecil.

Agar Moms tidak kagok, sebaiknya memulai menyusui bayi sejak Si Kecil lahir atau saat Moms masih di rumah sakit segera setelah anak keluar, terutama dengan perawat atau konsultan laktasi di dekat kita.

Walaupun bayi secara alami tahu bagaimana caranya menghisao, membuat bibir bayi dan puting Moms di tempat yang tepat tidak mudah. Puting Moms mungkin akan tergelincir dari bibir bayi, dan akhirnya membuat bayi menangis.

Meskipun menyusui merupakan hal alami bagi para Moms, tidak jarang Moms mengalami kesulitan dalam menjalankan proses tersebut. Tidak perlu langsung berkecil hati, Moms, kita bisa mempraktikkan beberapa posisi menyusui yang benar seperti di bawah ini.

Cara Menyusui Bayi yang Benar

Cara menyusui bayi yang benar, tergantung dari posisi kita dan Si Kecil. Posisi menyusui seperti di bawah ini bisa membantu proses menyusui menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Bukan hanya bagi Moms, tetapi juga bagi Si Kecil.

1. Menempelkan Bayi di Payudara

Hal pertama yang harus Moms lakukan adalah menempatkan bayi pada posisi yang tepat, lalu dekatkan bayi pada payudara Moms.

Penting bagi Moms untuk mengetahui cara menempelkan bayi yang tepat, karena tempelan yang tidak tepat, adalah penyebab paling umum dari menyusui yang tidak nyaman. Mulut bayi harus ditutupi dengan puting dan payudara Moms, sehingga mulut, lidah, dan bibir bayi bisa menghisap ASI agar keluar dengan tepat.

Mengisap puting susu saja tidak hanya membuat bayi kelaparan karena kelenjar yang mengeluarkan susu tidak akan terkompresi, tetapi juga akan membuat puting susu kita sakit dan pecah-pecah. Inilah cara menempelkan bayi pada payudara yang tepat.

Baca Juga: Cegah Bingung Puting, Berikan ASIP dengan 3 Media ini

  • Pegang bayi

cara menyusui bayi yang benar

Foto: babycentre.co.uk

Pegang bayi menghadap payudara Moms, dengan bagian depan tubuhnya menghadap kita juga, jadi perut bayi menempel ke perut Moms. Kepalanya harus sejajar dengan seluruh tubuhnya, tidak menoleh, untuk membuat bayi menelan lebih mudah.

  • Gelitik bayi

Gelitik bibir bayi dengan puting untuk mendorong bayi membuka sangat lebar mulutnya, seperti menguap. Jika bayi Moms tidak dapat membuka, coba peras beberapa kolostrum, dan kemudian susui, ke bibir bayi

  • Jangan biarkan bayi berpaling

cara menyusui bayi yang benar

Foto: breastfeedingmatters.blogspot.com

Jika bayi Moms memalingkan mukanya, usap lembut pipi di sisi terdekat kita. Refleks rooting akan membuat bayi memutar kepalanya ke arah payudara Moms.

  • Dekatkan ke payudara

cara menyusui bayi yang benar

Foto: babycentre.co.uk

Bawa bayi maju ke arah payudara Moms begitu mulutnya terbuka lebar. Jangan membungkuk dan mendorong payudara kita ke mulut bayi, biarkan bayi Moms yang mengambil inisiatif sendiri. Pegang payudara kita sampai bayi memegang erat-erat dan menyusu dengan baik.

  • Menyusui sudah benar

cara menyusui bayi yang benar

Foto: babycentre.co.uk

Moms akan tahu bahwa kita memiliki kait yang tepat ketika dagu bayi dan ujung hidungnya menyentuh payudara Moms. Bibir bayi akan melebar ke luar, seperti bibir ikan, bukan dimasukkan ke dalam. Pastikan Si Kecil tidak mengisap bibir bawahnya sendiri atau lidah. Moms bisa melakukannya dengan menarik bibir bawahnya ke bawah saat menyusui.

  • Cara menghisap

cara menyusui bayi yang benar

Foto: babycentre.co.uk

Moms harus perhatikan cara Si Kecil mengekstraksi kolostrum atau ASI dari payudara kita, bukan hanya menghisap atau mengencangkan puting susu saja. Jika bayi menyusu, Moms akan melihat pola napas menelan yang kuat. Moms juga akan melihat gerakan ritmis di pipi, rahang, dan telinga bayi.

Begitu ASI sudah masuk, dengarkan suara menelan Si Kecil. Moms akan tahu bayi tidak terkunci dengan benar jika mendengar suara klik.

  • Lepaskan pelekatan

Saat Si Kecil menyusu tanpa muncul rasa nyeri pada payudara Moms, itu juga pertanda perlekatan sudah tepat. Namun jika Moms merasa nyeri, lepaskan perlekatan dengan memasukkan jari kelingking ke arah gusi Si Kecil dan puting payudara Moms.

Kemudian coba kembali untuk melakukan perlekatan yang lebih baik. Setelah perlekatan sudah tepat, bayi umumnya akan menyusu dengan baik.

2. Lama Waktu Bayi Menyusui

cara menyusui bayi yang benar

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun Moms mungkin pernah mendengar bahwa pemberian ASI yang singkat akan mencegah rasa sakit dan pecah-pecah, hal ini sebenarnya terjadi karena posisi menyusui yang tidak tepat. Jadi, daripada menetapkan batas waktu setiap menyusui bayi, biarkan Si Kecil menyusu hingga mendekati kenyang.

Baca Juga: Penanganan Mastitis, Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui

  • Waktu menyusui bayi

Sesi menyusui biasanya berlangsung 20 hingga 30 menit. Tapi perlu diingat, ini adalah waktu rata-rata. Bayi bisa makan waktu lebih banyak atau lebih sedikit dan perlu menyusu lebih lama di awal dan selama tumbuhnya pertumbuhan.

  • Gunakan satu payudara

Kuras satu payudara sepenuhnya. Idealnya, setidaknya satu payudara harus dikosongkan dengan baik setiap menyusui. Ini lebih penting daripada memastikan bayi menyusu dari kedua payudara, karena susu terakhir yang dikonsumsi bayi lebih kaya lemak dan kalori.

Jadi jangan lepaskan bayi dari payudara seenaknya ya Moms. Tunggu sampai bayi tampak siap untuk berhenti menyusui, lalu tawarkan payudara satunya, tetapi jangan dipaksa. Jika bayi mengosongkan satu payudara dan tidak menginginkannya lagi, mulailah menyusui dengan payudara lainnya di waktu menyusui selanjutnya.

  • Tunggu sinyal dari bayi

Tunggu bayi memberi isyarat bahwa dia sudah selesai. Akhiri menyusui dengan menunggu bayi melepaskan puting susu. Jika bayi tidak melakukannya, Moms akan tahu untuk mengakhiri menyusui ketika pola mengisap anak mulai melambat menjadi sekitar empat mengisap per satu kali menelan.

Seringkali, bayi akan tertidur di ujung payudara dan terbangun untuk menyusui dari yang kedua atau tidur sampai menyusui berikutnya. Sekali lagi, lepas kancing, tekan payudara mendekat ke mulut bayi atau dengan hati-hati memasukkan jari yang bersih ke sudut mulut bayi.

Cara Menyusui Bayi yang Benar agar Tidak Muntah

Muntah mungkin merupakan salah satu hal yang akan terjadi saat bayi menyusui. Nah, untuk satu hal ini, Moms perlu mencegahnya agar anak tidak muntah. Berikut cara menyusui bayi yang benar agar tidak muntah, dicoba ya.

1. Jangan Menyusui sambil Tidur

Mengurus Si Kecil memang tugas yang cukup menantang dan menguras banyak tenaga serta pikiran orang tua. Moms yang kelelahan terkadang memilih menyusui sambil merebahkan dirinya menyamping, sedangkan bayi menyusu sambil berbaring.

Hal ini justru akan membuat ASI yang masuk akan masuk ke saluran pernapasan bagian atas, karena saluran pernapasan atas, mulut, dan tenggorokan saling bersambungan. Hal ini akan memicu terjadinya muntah pada bayi melalui hidung. Jadi agar bisa menyusui bayi dengan benar tanpa muntah, sebaiknya lakukan dengan posisi duduk.

Baca Juga: Bagaimana Posisi Menyusui Bayi Kembar yang Benar?

2. Mengatur Frekuensi Menyusui

Seringkali bayi sudah merasa kekenyangan saat menyusui. Namun, karena belum bisa berbicara, Moms terus menyusuinya. Akibatnya saat bayi kekenyangan dan perutnya penuh oleh ASI, ia akan mengalami gumoh. Untuk mencegah hal itu terjadi, frekuensi menyusui yang sering dan sedikit-sedikit lebih baik daripada jarang tapi jumlah ASI yang diminum bayi banyak. Hal ini untuk meminimalisir penuhnya lambung bayi saat meminum ASI.

3. Sendawakan Bayi

Saat bayi menyusu udara mungkin akan masuk ke dalam pencernaan ketika ia menghisap ASI. Udara yang masuk akan menyebabkan tekanan di dalam perut dan membuat bayi muntah setelah minum ASI.

Untuk mencegah agar bayi tidak muntah saat menyusui, usahakan selalu menyendawakan bayi setelah menyusu maupun di tengah-tengah waktu menyusui agar kelebihan udara dalam perut bisa keluar.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurangi Sakit Punggung Saat Menyusui

4. Hindari Penggunaan Popok yang Sempit

Si Kecil bisa mengalami tekanan pada perutnya jika popok yang ia pakai terlalu sempit. Oleh karena itu, jangan memakaikan popok yang terlalu sempit pada bayi agar pada saat bayi menyusui, tetap ada ruang di perut untuk ASI yang masuk.

5. Jangan Sampai Anak Terlalu Kenyang

Setelah beberapa kali menyusui bayi, orang tua akan terbiasa dan mengetahui kapan kira-kira bayi merasa kenyang. Termasuk saat bayi memperlihatkan reaksi penolakan setelah beberapa saat menyusu seperti menghindari puting, itu pertanda bayi sudah merasa kenyang.

Jangan membuat perut bayi terlalu penuh agar tidak terjadi gumoh atau muntahan yang keluar.

Itu dia Moms beberapa cara menyusui bayi yang baik dan benar. Dengan memperhatikan tips-tips di atas, Si Kecil akan mendapatkan ASI yang ia butuhkan. Tetap semangat mengASIhi ya, Moms!

Artikel Terkait