KESEHATAN
23 Maret 2020

Mengenal Iskemia Miokardium, Kondisi yang Sebabkan Jantung Kekurangan Aliran Darah

Iskemia miokardium termasuk kondisi yang menyebabkan aliran oksigen ke jantung berkurang.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Iskemia miokardium terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang, sehingga kondisi ini mencegah otot jantung menerima oksigen yang cukup.

Berkurangnya aliran darah ke jantung bisa terjadi akibat penyumbatan sebagian atau seluruh pembuluh darah jantung (arteri koroner).

Iskemia miokardium dilansir oleh mayoclinic.org, juga disebut iskemia jantung, yakni kondisi yang mengurangi kemampuan otot jantung untuk memompa darah. Penyumbatan salah satu arteri jantung yang mendadak dan parah bisa menyebabkan serangan jantung.

Selain itu, iskemia miokardium juga bisa menyebabkan irama jantung abnormal yang serius.

Perawatan iskemia miokardium juga melibatkan perbaikan aliran darah ke otot jantung. Perawatannya bisa termasuk obat-obatan, prosedur untuk membuka arteri yang tersumbat (angioplasty) atau operasi bypass.

Perubahan gaya hidup yang lebih sehat untuk jantung salah satu cara untuk mencegah iskemia miorkardium lebih buruk.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Jantung Bawaan Saat Hamil

Penyebab Iskemia Miokardium

iskemia miokardium (1).jpeg

Foto: shutterstock.com

Iskemia miokardium bisa terjadi ketika jantung membutuhkan lebih banyak oksigen dan nutrisi dari asupan makanan dan minuman. Hal ini bisa terjadi ketika tubuh bisa mengimbangi kebutuhan aliran darah karena teralu aktif, asupan makanan yang tidak tepat, stres hingga kedinginan.

Masalah suplai darah juga bisa terjadi akibat penyakit arteri koroner. Penyakit ini bisa terjadi akibat penumpukan plak dan kolesterol di dalam arteri koroner. Penumpukan plak dalam arteri itulah yang menyebabkan oksigen masuk ke jantung tidak lancar. Kondisi inilah yang menyebabkan iskemia dan angina.

Dikutip dari Principles and Practice of Hospital Medicine, penyebab lain iskemia miokardium adalah kejang koroner. Kondisi ini terjadi ketika kejang arteri koroner mengurangi atau memotong suplai darah ke jantung.

Gejala Iskemia Miokardium

iskemia miokardium (2).jpeg

Foto: shutterstock.com

Ada beberapa gejala iskemia miokardium seperti yang dilansir oleh Cleveland Clinic, antara lain:

  1. Rasa sakit atau tidak nyaman pada tubuh bagian atas, termasuk lengan, bahu kiri, punggung, leher, rahang atau perut
  2. Kesulitan bernapas atau napas pendek
  3. Berkeringat atau "keringat dingin"
  4. Merasa kenyang, gangguan pencernaan, atau perasaan tersedak (mungkin terasa seperti mulas)
  5. Mual atau muntah
  6. Pusing, sangat lemah atau cemas
  7. Detak jantung cepat atau tidak teratur

Jika seseorang mengalami gejala iskemia miokardium yang berlangsung selama lebih dari 5 menit, segera hubungi dokter. Karena, seseorang mungkin akan mengalami serangan jantung atau memiliki arteri koroner yang tersumbat.

Jika iskemia miokardium atau serangan jantung tidak menunjukkan tanda-tanda, maka kondisi itu disebut iskemia diam. Kondisi ini paling umum pada penderita diabetes, tetapi bisa menyerang siapapun yang menderita penyakit jantung.

Baca Juga: Waspada Takikardia, Kondisi Detak Jantung Terlalu Cepat

Diagnosa Iskemia Miokardium

iskemia miokardium (3).jpeg

Foto: shutterstock.com

Proses mendiagnosis iskemia miokardium, biasanya dokter akan mencari tahu riwayat kesehatan pasien dengan pemeriksaan fisik.

Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan beberapa tes medis, mulai elektrokardiogram (EKG), tes stres, ekokardiogram, ekokardiogram stres, tes stres nuklir, angiografi koroner, CT scan jantung.

Itulah hal yang perlu Moms ketahui tentang iskemia miokardium yang berbahaya. Lebih baik mencegah daripada mengobati ya, Moms.

Baca Juga: Mengenal Kardiomiopati Hipertrofi: Kondisi Jantung yang Menebal Tanpa Sebab yang Jelas

Artikel Terkait