PERNIKAHAN & SEKS
2 November 2019

Istirahat Cukup Lebih Penting ketimbang Hubungan Seks dalam Pernikahan?

Jangan memaksakan diri dan merasa tertekan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setelah segala kesibukan dan rutinitas masing-masing, terkadang Moms and Dads dihadapkan pada pilihan antara melakukan hubungan seks atau beristirahat untuk mengisi waktu luang masing-masing.

Kebanyakan orang menganggap hubungan seks dalam pernikahan merupakan poin penting. Namun bukankah beristirahat untuk memulihkan stamina kembali juga penting?

Laurel Steinberg, seorang seksolog klinis di New York mengungkapkan pada The Post bahwa, secara tidak proporsional, perempuan sering menjadi sasaran dari isu 'power through' ini.

Para perempuan biasanya menjadi sosok yang lebih lelah ketimbang pria, jika dikaitkan dengan pekerjaan dan rutinitas sehari-hari.

"Keinginan pria untuk berhubungan seks tampaknya mengesampingkan kelelahan yang mungkin mereka (para perempuan) alami. Karena itu, perempuan mungkin merasa lebih banyak tekanan untuk menyetujui (permintaan berhubungan seks), bahkan ketika sedang lelah," ungkap profesor psikologi Universitas Columbia.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Berhubungan Seks Agar Hubungan Lebih Harmonis

Dalam sebuah artikel di New York Post dituliskan cerita tentang Sarah, seorang ibu berusia 38 tahun dari Maine yang awalnya mencoba mengesampingkan kelelahan, sampai suatu ketika dia tersadar bahwa hal tersebut justru membuat kehidupan seksnya berantakan.

"Saya merasa 'mati' dan sedikit dimanfaatkan," ungkapnya pada The Post.

"Mengancam perempuan (jika mereka tidak mau melakukan hubungan seks saat lelah) adalah hal yang tidak bermoral dan manipulatif," imbuhnya.

Menghindari Seks saat Lelah

Seks atau Istirahat Cukup 1.jpg

Foto: Pexels.com/Ivan Oboleninov

Meski hubungan seks dalam pernikahan dianggap suatu hal yang mendominasi, tapi sebuah hubungan biasanya mulai goyah ketika salah satu memprioritaskan kuantitas ketimbang kualitas.

Michael Aaron, seorang psikoterapis di Manhattan mengungkapkan bahwa dalam penelitian pun ditemukan hasil seperti itu.

"Orang-orang mulai menghindari seks ketika hal tersebut terasa melelahkan atau menjadi suatu kewajiban," ujar Aaron.

Pada akhirnya memaksakan diri untuk melakukan hubungan seks dalam pernikahan yang lebih biasa-biasa saja, justru bisa membuat momen itu jadi lebih seksi.

Meski menghasilkan semangat setelah melakukannya, tapi seks juga membutuhkan energi. Karenanya, butuh istirahat yang cukup agar hubungan seks dalam pernikahan juga berkualitas.

Baca Juga: Berapa Kali Frekuensi Hubungan Seks Suami-Istri yang Ideal dalam Sebulan? Ini Kata Ahli

Moms and Dads Berpotensi Merasa Tertekan

Seks atau Istirahat Cukup 2.jpg

Foto: Pexels.com/David Garrison

Psikolog Alexis Conason mengungkapkan bahwa, mungkin saja salah satu dari Moms and Dads tidak meginginkan seks yang terlalu 'gila', seperti yang diinginkan pasangannya.

Pakar The New York percaya bahwa pria pun dapat terkena dampak negatif pada mentalitas, kaitannya dengan hubungan seks dalam pernikahan yang dipaksakan.

"Kami memiliki stereotip dalam budaya kami, bahwa pria selalu siap untuk seks, sementara perempuan selalu merasa lelah," ungkapnya.

Sementara perempuan dianggap lebih sering lelah dan akhirnya menolak melakukan hubungan seksual dalam pernikahan, pria yang menolak seks saat lelah justru sering dipertanyakan soal kejantanannya.

Pada dasarnya Moms and Dads sama-sama berpotensi merasa tertekan dan seolah berasa di posisi yang salah terkait hubungan seks dalam pernikahan ini.

Seks saat Lelah bukan Masalah

Seks atau Istirahat Cukup 3.jpg

Foto: Pixabay

Dari semua yang sudah dibahas di atas, apakah kemudian Moms and Dads tidak boleh melakukan hubungan seks dalam pernikahan saat sedang lelah?

Conason menegaskan bahwa itu tidak benar. Jika Moms and Dads benar-benar saling menginginkannya, meskipun kelopak mata sudah berat, tak ada masalah untuk melakukannya.

Intinya, jangan sampai masing-masing merasa tertekan jika tidak ingin melakukan hubungan seks dalam pernikahan saat sedang lelah.

Ikuti saja kata hati dan perhatikan sinyal tubuh. Yang paling penting Moms and Dads tahu, bahwa masing-masing perlu tidur, beristirahat yang cukup, untuk hidup yang lebih sehat.

"Tak ada seseorang yang meninggal karena tidak berhubungan seks," pungkas Aarons.

Baca Juga: 5 Cara Mengendalikan Keinginan Berhubungan Seks dengan Tepat

Nah, ternyata, mana yang lebih penting antara istirahat cukup dan hubungan seks dalam pernikahan menjadi tidak penting. Yang terpenting adalah baik Moms dan Dads punya kesepakatan dan melakukannya tanpa tekanan. Setuju tidak Moms?

(DEW)

Artikel Terkait