PROGRAM HAMIL
28 Februari 2020

IVF Menggumpalkan Darah dan Paru, Harus Diwaspadai, Moms!

Meski meningkatkan peluang kehamilan, namun sebuah penelitian menyebutkan bahwa IVF menggumpalkan darah dan paru
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Masalah infertilitas merupakan salah satu hal yang menghambat pasangan untuk memiliki keturunan. Kabar baiknya, ada beragam perawatan atau program kesuburan yang bisa Moms dan Dads jalankan untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Salah satunya in vitro fertilization (IVF). Namun sebuah penelitian rupanya menemukan bahwa IVF menggumpalkan darah dan paru. Cek faktanya berikut ini.

IVF Menggumpalkan Darah dan Paru

IVF menggumpalkan darah dan paru

Foto: huffpost.com

Sebuah studi di Swedia memeriksa catatan sekitar 25.000 wanita yang memiliki bayi setelah menjalani program IVF dan membandingkannya dengan wanita yang hamil secara alami.

Hasil dari penelitian yang masuk dalam British Medical Journal (europepmc.org) ini menyebutkan bahwa kondisi trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT) terjadi pada 4.2 per 1.000 kehamilan IVF dibandingkan dengan 2.5 per 1.000 kehamilan alami.

Hal ini setara dengan peningkatan risiko sebesar 77%. Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa risiko IVF menggumpalkan darah dan paru terjadi lebih tinggi pada trimester pertama kehamilan, sedangkan risiko pada kehamilan alami berlangsung setelah kelahiran.

“Risiko emboli paru pada wanita setelah IVF meningkat hampir tujuh kali lipat selama trimester pertama, meskipun risiko mutlak terbilang rendah (2-3 kasus tambahan emboli paru per 10.000 kehamilan),” ungkap ketua peneliti dari divisi pengobatan kardiovaskular di Karolinska Institute, Stockholm, Prof Peter Henriksson, seperti dikutip dari telegraph.co.uk.

Baca Juga: Darah Mens Menggumpal dan Berwarna Hitam, Apa Penyebabnya?

Risiko Penggumpalan Darah Bagi Wanita Hamil

IVF menggumpalkan darah dan paru

Foto: drlisawatson.com

Pembekuan atau penggumpalan darah yang biasa disebut tromboemboli vena dapat berkembang di pembuluh darah kaki dan berlanjut menuju paru serta menghalangi arteri utama.

Hal inilah yang disebut emboli paru dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas hingga kematian. Sebenarnya tidak hanya IVF menggumpalkan darah dan paru, karena wanita hamil (alami) pun juga berisiko mengalami kondisi tersebut.

“Setiap kehamilan memiliki risiko penggumpalan darah,” ungkap ketua Center for Human Reproduction di North Shore University Hospital, Manhasset, N. Y, Dr. Avner Hershlag, seperti dikutip dari medicinenet.com. Hal ini bisa terjadi karena hormon, terutama estrogen, meningkat saat kehamilan.

Selain itu, pembesaran rahim juga memberi tekanan pada pembuluh darah di panggul, yang dapat menyebabkan pembekuan atau penggumpalan. Karena itulah, beberapa wanita hamil disarankan untuk membatasi gerak untuk mengurangi risiko pembekuan.

Baca Juga: Keluarnya Gumpalan Darah Saat Menstruasi, Apakah Pertanda Kesehatan yang Buruk?

3. Penyebab IVF Menggumpalkan Darah dan Paru

IVF menggumpalkan darah dan paru

Foto: parenting.firstcry.com

Program IVF dilakukan dengan menstimulasi wanita untuk menghasilkan lebih banyak telur, lalu mengeluarkan telur tersebut dari tubuh wanita agar difertilisasi bersama dengan sperma pria dan dikembalikan ke dalam tubuh.

Para peneliti memperkirakan, penyebab IVF menggumpalkan darah dan paru terletak pada obat-obatan yang digunakan pada program IVF. Obat tersebut akan menstimulasi hormon untuk memproduksi lebih banyak telur dari biasanya.

Selain itu, faktor genetik pada wanita yang perlu menjalani program IVF disinyalir menjadi penyebab IVF menggumpalkan darah dan paru. Meski mengkhawatirkan, namun sebagian besar kasus penggumpalan darah sangat langka untuk bisa mencapai paru dan kondisi ini dapat mudah disembuhkan.

Wanita yang berisiko mengalami penggumpalan darah dapat diberikan obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan.

Baca Juga: Mengapa Ada Darah Haid yang Menggumpal? Ternyata Ini Alasannya!

Itulah fakta yang Moms perlu ketahui mengenai IVF menggumpalkan darah dan paru. Penelitian ini lebih ditujukan untuk membantu para medis mencegah kemungkinan risiko penggumpalan darah yang dapat terjadi pada kehamilan.

Sehingga Moms tidak perlu khawatir dalam menjalani IVF dan dapat mengkonsultasikannya dengan Dokter.

Artikel Terkait