PERNIKAHAN & SEKS
31 Juli 2020

Jadi Pasangan Posesif? Ketahui Tips Mengatasinya Berikut Ini

Sikap posesif dapat membawa hubungan ke ambang kehancuran
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Amelia Puteri

Tahukah Moms kalau rasa cemburu bisa berkembang jadi sikap posesif? Sikap posesif ini lebih banyak dihubungkan dengan rasa ingin memiliki hingga menyakiti pasangan.

Pada dasarnya, sikap pasangan yang posesif ini tidak akan membawa hubungan ke jenjang yang lebih baik, tetapi hanya akan membuat hubungan semakin memburuk.

Mengutip Bustle, Dr. Kathy Nickerson, seorang psikolog berlisensi menyatakan bahwa pasangan yang posesif tidak sepenuhnya menyadari kalau dirinya memiliki sifat tersebut sehingga terkesan manipulatif.

Jika Moms menjadi pasangan posesif, langkah apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan dan menjadikan hubungan lebih baik? Berikut ini tipsnya.

Baca Juga: 5 Tanda Suami Cemburu, Moms Harus Peka!

Tips Menghentikan Sikap Pasangan Posesif

Salah satu pertanda bahwa Moms menjadi pasangan posesif ialah Moms selalu berusaha untuk mengontrol pasangan dengan dalih bahwa hal tersebut untuk kebaikan Dads.

Padahal sebenarnya tidak selalu begitu. Jika dibiarkan terus-menerus, sikap posesif Moms ini malah akan membawa hubungan ke ambang kehancuran.

Lantas, bagaimana cara menghentikan sikap posesif terhadap pasangan? Simak artikelnya di bawah ini, Moms.

1. Memahami Perilaku Posesif

posesif terhadap pasangan 1.jpeg

Foto: pexels.com

Meski tidak disampaikan secara lugas, ternyata sikap posesif lebih banyak dimiliki wanita dibandingkan dengan pria, lho.

Dalam studi yang diunggah oleh Western Journal of Communication, rasa cemburu yang berlebihan tersebut dapat dikaitkan dengan sikap posesif yang menyebabkan ketidakpuasan hubungan dan perilaku destruktif.

Jadi, bagaimana caranya terhindar dari pola hubungan pasangan posesif yang tengah Moms jalani saat ini?

Langkah pertama adalah dengan memahami mengapa Moms mengalami hal tersebut. Ada banyak alasan mengapa Moms bisa menjadi pasangan posesif.

Misalnya karena hubungan masa lalu yang buruk, pernah disakiti, atau pasangan saat ini pun pernah menyakiti sehingga Moms takut kejadiannya berulang.

Baca Juga: Suami Selalu ‘Kabur’ Setiap Ada Masalah, Ini Cara Menghadapinya

2. Melupakan Masa Lalu

posesif terhadap pasangan 2.jpg

Foto: freepik.com

Dalam kebanyakan kasus, sifat pasangan posesif biasanya berasal dari trauma masa lalu yang tidak terselesaikan.

Bisa saja, Moms atau Dads pernah selingkuh atau diselingkuhi sebelum menjalin hubungan saat ini, atau hal tak mengenakkan lainnya yang menimbulkan perasaan tidak percaya.

Meski begitu, ketahuilah bahwa hubungan yang Moms jalani saat ini adalah hubungan baru. Jangan biarkan masa lalu mengganggu hubungan di masa sekarang.

Prioritaskan masa depan dan jalani hubungan berdasarkan masa kini, bukan masa lalu.

3. Berikan Kepercayaan

posesif terhadap pasangan 3.jpeg

Foto: unsplash.com

Semakin Moms khawatir dan menjadi pasangan posesif, semakin Dads akan merasa tertekan saat menjalin hubungan. Hal ini akan membuat pasangan akhirnya melakukan hal yang tidak diterima, yakni berbohong terus-menerus.

Nah, solusi terbaik adalah dengan memberikan kepercayaan sepenuhnya pada pasangan. Dengan memberi kepercayaan, berarti Moms mencintai Dads setulus hati dan enggan membuatnya tidak nyaman karena selalu dicurigai.

Baca Juga: 5 Mitos Selingkuh yang Tidak Perlu Dipercayai Lagi

4. Mengerti Pentingnya Privasi Pasangan

posesif terhadap pasangan 4.jpeg

Foto: unsplash.com

Menjalin hubungan pernikahan dengan seseorang bukan berarti harus tahu semua tentangnya, kok. Menjalin hubungan juga berarti harus bisa menghormati dan menghargai privasinya.

Hal ini tentu saja berkaitan dengan self worth masing-masing pihak dalam sebuah hubungan.Untuk itu, menyediakan me time patut dipertimbangkan dalam hubungan, Moms.

Dr. Margaret Paul, PhD, penulis sekaligus ahli dalam hubungan asmara mengatakan bahwa sebenarnya pasangan juga kadang ingin rehat dari perhatian yang diberikan oleh kekasihnya.

5. Kenali Orang-orang Terdekat Pasangan

posesif terhadap pasangan 5.jpeg

Foto: unsplash.com

Melansir Life Hack, sikap Moms yang posesif terhadap pasangan bisa dihindari jika Moms juga mengenal siapa saja yang berada di lingkaran pertemanan Dads.

Jika Moms tahu dengan siapa Dads menghabiskan waktunya, Moms tidak perlu merasa khawatir berlebihan tentang kemungkinan buruk yang akan dilakukannya.

Jika tertarik, menjalin persahabatan dengan teman-teman pasangan juga tidak masalah. Mungkin saja setelah mengobrol banyak dengan mereka, Moms bisa mendapat teman dan pengetahuan baru. Menarik, bukan?

Baca Juga: Mengatasi Suami yang Kurang Terbuka Mengenai Masalah yang Sedang Dihadapi

6. Bersikap Terbuka

posesif terhadap pasangan 6.jpg

Foto: freepik.com

Tips terakhir menghentikan sikap seorang pasangan posesif adalah dengan mengatakan sejujurnya apa yang Moms rasakan, tanpa harus membuat pasangan merasa bersalah.

Mengutip Psychology Today, dalam tahapan ini, ceritakan alasan mengapa Moms bisa sampai bersikap posesif.

Pastikan juga ada waktu untuk berbicara dan mendengarkan, sehingga komunikasi dapat terjalin dua arah. Dengan begini, Dads pun akan jadi lebih mengerti posisi Moms dan dapat mencari jalan keluarnya bersama.

Moms, itulah beberapa cara menghentikan sikap pasangan posesif. Hubungan yang sehat dilandasi rasa percaya dan saling menghormati privasi masing-masing.

Kalau Moms memang merasa kurang percaya dengan pasangan hingga sering menimbulkan konflik, mungkin inilah saatnya Moms mengevaluasi keberhasilan hubungan tersebut. Selamat mencoba dan kurangi berpikiran negatif, ya.

Artikel Terkait