NEWBORN
6 Februari 2020

Catat! Ini 9 Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan dan Manfaatnya

Vaksin perlu diberikan untuk meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Orami

Moms, sebagai orang tua, kita pasti mau yang terbaik untuk Si Kecil, terutama masalah kesehatan.

Perasaan pasti akan sangat sedih dan menyesal kalau buah hati sakit, apalagi karena kelalaian kita sebagai orang tua yang melewatkan jadwal imunisasinya.

Selain penting untuk kesehatan, imunisasi juga akan melengkapi tubuh Si Kecil dengan sistem imun yang punya pertahanan khusus untuk melawan penyakit tertentu.

Tidak hanya harus memberikan vaksin wajib saja, ada juga lho imunisasi tambahan yang bisa diberikan pada Si Kecil supaya kesehatannya lebih terjaga.

Baca Juga: 9 Perlengkapan Bayi yang Harus Dibawa Ketika Melakukan Perjalanan Darat

Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan

Lebih baik berjaga-jaga sejak awal, daripada menyesal di kemudian hari kan, Moms? Yuk, catat jadwal imunisasi bayi tambahan di bawah ini untuk Si Kecil.

1. Hib (Haemophilus Influenzae)

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 1.jpg

Imunisasi bayi tambahan ini bisa diberikan pada usia 2, 4, 6, dan 15-18 bulan.

Vaksin Hib punya manfaat untuk melindungi tubuh Si Kecil dari virus haemophilus influenza tipe B yang bisa mengakibatkan meningitis atau radang selaput otak, pneumonia atau infeksi paru, dan epiglotitis atau infeksi pada katup pita suara.

2. PCV (Pneumokokus)

Vaksin yang satu ini merupakan imunisasi bayi tambahan untuk melindungi Si Kecil dari infeksi bakteri pneumokokus, penyebab penyakit pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga.

Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bila diberikan pada bayi 7-12 bulan, vaksin PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; pada usia lebih dari 1 tahun, diberikan 1 kali.

Keduanya butuh booster pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak usia di atas 2 tahun, PVC cukup diberikan 1 kali.

Baca Juga: Jangan Bingung Dulu, Ini Persiapan MPASI Pertama Bayi

3. Rotavirus

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 2.jpg

Vaksin rotavirus punya manfaat untuk mencegah diare kronis pada bayi akibat rotavirus, yakni penyebab peradangan lambung dan usus halus dari bakteri atau infeksi virus.

Vaksin rotavirus ada 2 jenis, yakni monovalent dan pentavalent. Dua-duanya diberikan secara oral dengan jadwal yang berbeda.

Untuk vaksin monovalent, diberikan sebanyak 2 kali saat usia 6-12 minggu, sedangkan pentavalent diberikan sebanyak 3 kali, mulai saat usia 2 bulan dengan jarak waktu pemberian 4-10 minggu (maksimal diberikan saat usia 8 bulan).

4. Influenza

Imunisasi tambahan ini diberikan setahun sekali sejak Si Kecil berusia 6 bulan.

Meski tidak sepenuhnya mencegah penyakit flu, tapi vaksin ini bisa melindungi Si Kecil dari beberapa jenis virus influenza.

Vaksin influenza tidak perlu diberikan sesuai jadwal, karena boleh diberikan kapan saja.

Untuk hasil optimal, sebaiknya vaksin influenza diulang setahun sekali agar anak terhindar dari flu.

5. MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 3.jpg

Imunisasi yang satu ini umumnya diberikan pada anak berusia 12-18 bulan dan diulang saat usia 6 tahun.

Vaksin ini berfungsi untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella (campak jerman).

Tak hanya untuk mencegah beberapa penyakit di atas, vaksin ini juga direkomendasikan untuk anak yang punya penyakit kronis seperti kelainan jantung bawaan, kelainan ginjal bawaan, down syndrome, atau kistik fibrosis.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu 10 Manfaat Baby Yoga untuk Perkembangan Bayi

6. Tifoid

Vaksin tifoid akan membantu tubuh Si Kecil terhindar dari bakteri Salmonella typhii yang menjadi penyebab penyakit tifus atau demam tifoid.

Imunisasi bayi tambahan ini diberikan ketika Si Kecil berusia 24 bulan dan diulang setiap 3 tahun. Ada 2 jenis vaksin tifoid, yakni oral dan suntik. Anak berusia di atas 6 tahun akan diberikan tifoid oral.

Kemampuan vaksin tifoid untuk melindungi anak dari tifus hanya sekitar 50-80 persen saja, maka jangan ragu untuk tetap mengulangnya setiap 3 tahun ya, Moms.

7. Hepatitis A

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 4.jpg

Virus hepatitis A merupakan penyebab penyakit hati yang bisa menyebar lewat makanan atau feses penderita.

Penyakit hepatitis A tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tapi anak-anak juga.

Pemberian vaksin hepatitis A sebaiknya diberikan sedini mungkin, yakni saat Si Kecil sudah berusia 2 tahun. Vaksin ini diberikan 2 kali dengan jarak 6-12 bulan.

8. Varicella

Vaksin varicella diberikan untuk melindungi Si Kecil dari penyakit cacar air, diberikan sebanyak 2 kali, pada usia 12-15 bulan dan sebelum masuk sekolah dasar atau usia 4-6 tahun.

Perlu diingat, vaksin ini tidak sepenuhnya menjamin Si Kecil untuk kebal dari cacar air sama sekali ya, Moms. Tapi, pemberian vaksin akan menurunkan tingkat keparahan komplikasi penyakitnya.

Baca Juga: 7 Aktivitas yang Bermanfaat untuk Perkembangan Bayi 0-6 Bulan

9. HPV (Human Papiloma Virus)

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 5.jpg

Vaksin HPV diberikan sebanyak 3 kali, dalam rentang usia 10-18 tahun.

Imunisasi bayi tambahan ini melindungi tubuh dari virus HPV yang menyebabkan kanker mulut rahim (kanker serviks), penyakit seks menular, hingga kanker anus dan penis.

Itulah imunisasi tambahan yang bisa diberikan pada Si Kecil, Moms. Perlu diingat juga, pemberian vaksin-vaksin ini tidak membuat anak kebal 100 persen terhadap penyakit tersebut, tetapi bisa lebih mengurangi dampak keparahan penyakitnya saat terjadi.

(SR/ERW)

Artikel Terkait