GAYA HIDUP
19 Juni 2019

Jaga Area Intim Bebas Iritasi Pembalut, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan

Mengeringkan area intim usai buang air ternyata penting Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Dina

Saat menstruasi, tentu penting untuk merawat organ intim Moms. Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi kondisi vagina saat sedang masa menstruasi, seperti gatal atau iritasi.

Mengutip dari Women's Health Magazine, menurut Suzanne Fenske, M.D., asisten profesor kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai, ada beberapa faktor spesifik yang menyebabkan hal ini.

"Satu hal adalah darah yang lebih tua dan tertinggal dapat menyebabkan iritasi pembalut," jelasnya.

Namun, bisa jadi, hal ini berhubungan dengan adanya peradangan.

"Saat menstruasi, tingkat peradangan cenderung lebih tinggi terjadi di seluruh tubuh, sehingga tingkat tersebut dapat menyebabkan Anda mengalami sedikit lebih banyak rasa gatal. Itu respons histamin," jelas dokter Fenske.

Karenanya, penting untuk selalu menjaga daerah organ intim, terutama ketika sedang dalam masa menstruasi. Jangan sampai Moms mengalami infeksi yang bisa berisiko.

Persatuan Dokter Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) mengunggah infografis seputar mengatasi iritasi pembalut pada akun Instagram @perdoski.id.

Baca Juga: 5 Hal Berbahaya Yang Dilarang Saat Menstruasi

Cara Atasi Iritasi Pembalut

1. Ganti Pembalut 3-4 Jam Sekali

iritasi-ganti pembalut.jpg

Foto: dnaindia.com

Mengutip unggahan Instagram @perdoski.id, cara mencegah terjadinya dermatitis kontak akibat pembalut salah satunya dengan mengganti pembalut secara rutin.

Ganti pembalut 3-4 jam sekali secara berkala, untuk menghindari tumbuhnya jamur akibat kondisi yang sangat lembap saat menstruasi.

Bila sudah terjadi nyeri iritasi pembalut, kompres bagian yang teriritasi dengan air suam-suam kuku. hal ini untuk membantu meredakan nyeri akibat iritasi.

2. Gunakan Celana Dalam Agak Longgar

iritasi-celana dalam longgar.jpg

Foto: commons.wikimedia.org

Penting untuk menggunakan celana dalam yang agak longgar dan hindari pemakaian celana dalam ketat. Terutama saat menstruasi.

Selain itu, pilih juga celana dalam dengan bahan katun agar dapat menjaga area intim tetap kering, sehingga bebas dari iritasi pembalut akibat lembap.

Baca Juga: Mengapa Ada Darah Haid yang Menggumpal? Ternyata Ini Alasannya!

3. Pilih Pembalut Aman

iritasi-pilih pembalut.jpg

Foto: commons.wikimedia.org

Tak hanya rutin mengganti pembalut, Moms juga perlu memilih pembalut aman yang tidak mengandung bahan berbahaya. Karena bisa jadi pembalut yang digunakan sekarang mengandung bahan yang memicu iritasi pembalut atau alergi.

Perdoski menyarankan untuk memilih pembalut tanpa kandungan unsur kimia. Sebaiknya, beli pembalut yang terbuat dari kapas murni dan daoat menyerap cairan dengan cepat.

4. Hentikan Penggunaan Sabun Vagina

iritasi-sabun kewanitaan.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Perdoski menyarankan untuk menghentikan pemakaian sabun vagina, terutama yang mengandung pewangi dan anti bakteri. Hal ini agar area yang teriritasi tidak semakin parah.

Selain itu, sehabis mandi atau buang air, jangan lupa untuk mengeringkan area intim. Mulai dari organ intim dan seluruh area kelamin serta sela-sela paha dengan sempurna.

Baca Juga: Hindari Iritasi, Ini 4 Tips Memilih Produk Perawatan Kulit untuk Bayi

5. Periksa ke Dokter Kulit

iritasi-konsultasi dokter.jpg

Foto: health3-0.com

Jika terjadi iritasi pembalut, Moms bisa langsung berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Ini untuk mengetahui lebih lanjut terkait keluhan, apakah berasal dari pembalut yang dikenakan, atau ada masalah kulit lainnya.

Untuk pengobatan, Moms bisa menggunakan salep anti radang sesuai yang diresepkan oleh dokter.

Artikel Terkait