PASCA MELAHIRKAN
17 Agustus 2019

Jalani ASI Eksklusif, Boleh Tetap Berpuasa?

Ketika seorang ibu sedang menjalani ASI eksklusif, bolehkah ia tetap berpuasa? Ini fakta yang perlu diketahui
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Setiap umat muslim tentunya ingin menjalankan ibadah puasa dengan baik. Menjalani puasa tidak hanya ketika bulan Ramadan saja, melainkan banyak juga bentuk ibadah puasa yang wajib dilakukan. Di antaranya puasa sunnah yang dijalankan pada bulan Syawal, Dzulhijjah, Muharram, atau setiap hari Senin dan Kamis.

Moms bisa juga suatu waktu menjalani puasa untuk membayar hutang karena terhalang datang bulan. Atau menjalankan puasa ketika mau merayakan Idul Adha. Semakin tekun berpuasa, tentu akan semakin banyak pahala yang didapatkan.

Namun, bagi Moms yang sedang menyusui, akan timbul kekhawatiran apakah boleh tetap berpuasa atau tidak. Mengingat pemberian ASI sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil, tentunya setiap ibu ingin memberikan yang terbaik.

Sebenarnya, menjalani puasa sambil menyusui diperbolehkan, hanya saja melihat beberapa kondisi tertentu.

Baca Juga: Cari Tahu Tentang MPASI Alami dan Bergizi Untuk Si Kecil di Arisan Orami

Bagi Moms yang sedang menjalani ASI eksklusif, sebaiknya tidak berpuasa terlebih dulu. ASI eksklusif diberikan pada 6 bulan pertama kehidupan bayi dan merupakan momen yang penting untuk dilaksanakan. Setiap asupan gizi yang diterima bayi berasal dari ibunya sehingga Moms sangat dianjurkan untuk mengonsumsi asupan bergizi secara rutin setiap hari.

“Bayi yang sedang masih mendapatkan ASI eksklusif sedang dalam pemantauan ketat untuk kenaikan berat badan. Sehingga ibu tidak disarankan untuk berpuasa karena kondisi bayinya,” ujar dr. Sarah Audia Hasna, konselor laktasi yang saat ini aktif praktik di Eka Hospital BSD,

Bayi Sudah MPASI, Ibu Boleh Berpuasa

Jalani ASI Eksklusif, Boleh Tetap Berpuasa-1.jpg

Foto: verywellfamily

Jika sudah lewat 6 bulan dan bayi sudah memulai MPASI, Moms boleh tetap berpuasa. Namun, tetap ada hal yang harus diperhatikan yaitu asupan saat berbuka puasa dan sahur. Hal ini untuk menjaga agar produksi ASI tetap berkualitas bagi Si Kecil.

“Moms boleh berpuasa jika bayi sudah memulai MPASI. Pastikan asupan nutrisi saat sahur, berbuka puasa, dan sebelum tidur tetap terjaga dengan baik. Makan besar harus tetap 3 kali yang dilengkapi dengan karbohidrat, protein hewani, sedikit lemak, sayur, dan buah,” ungkap dr. Sarah, saat berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community, Kamis (15/5) lalu.

Baca Juga: Resep MPASI yang Bagus untuk Vitamin Mata

Menurut dr. Sarah pula, Moms bisa mengonsumsi suplemen ASI untuk mempertahankan kualitas produksi ASI. Jangan lupa untuk selalu pumping setiap malam dan menjelang subuh ya Moms!

Tidak hanya bayi yang sedang menjalani ASI eksklusif, kondisi kesehatan bayi lainnya tetap harus menjadi perhatian ketika Moms ingin memulai puasa. Jika bayi sedang sakit atau sedang menjalani program kenaikan berat badan, sebaiknya tunda dulu untuk berpuasa.

Jaga Asupan Nutrisi saat Berpuasa

Jalani ASI Eksklusif, Boleh Tetap Berpuasa-2.jpg

Foto: nhawic

Ibu menyusui yang ingin berpuasa harus menjaga dengan baik asupan nutrisi yang dikonsumsi baik waktu sahur, buka puasa, dan sebelum tidur.

Asupan nutrisi yang baik dapat menjadi ASI booster bagi Moms. ASI booster bisa berupa makanan kesukaan Moms yang membuat Moms lebih bahagia dan relaks. Hal tersebut berpengaruh pada naiknya jumlah ASI.

Baca Juga: Kenali Responsive Feeding, Rahasia Sukses Memberi MPASI untuk Bayi

ASI dapat lancar ketika bayi menyusu langsung atau dikosongkan payudara secara sempurna, yang memperlancar hormon oksitosin.

“Konsumsi vitamin dan biji-bijian juga penting agar menjaga tubuh tetap berenergi dan meningkatkan metabolisme. Untuk waktu berbuka puasa dan sahur, Moms bisa dikonsumsi kurma menjadi menu pilihan. Salah satunya adalah kurma yang terbukti mampu menjadi ASI booster,” ungkap dr. Sarah, yang sudah menjadi konselor laktasi sejak tahun 2011 ini.

Artikel Terkait