NEWBORN
28 September 2020

Ini Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui, Wajib Tahu!

Ketika seorang ibu sedang menjalani ASI eksklusif, bolehkah ia tetap berpuasa? Ini fakta yang perlu diketahui
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setiap umat muslim tentunya ingin menjalankan ibadah puasa dengan baik. Menjalani puasa tidak hanya ketika bulan Ramadan saja, melainkan banyak juga bentuk ibadah puasa yang wajib dan sunna yang umumnya dilakukan.

Di antaranya puasa sunnah yang dijalankan pada bulan Syawal, Dzulhijjah, Muharram, atau setiap hari Senin dan Kamis.

Moms bisa juga suatu waktu menjalani puasa untuk membayar utang karena terhalang datang bulan, atau menjalankan puasa ketika mau merayakan Idul Adha.

Mengingat semakin tekun berpuasa, tentu akan semakin banyak pahala yang didapatkan, seperti apa hukum puasa bagi ibu menyusui?

Hal ini mungkin memberikan kekhawatiran bagi para ibu menyusui, apakah boleh tetap berpuasa atau tidak.

Apalagi, mengingat pemberian ASI sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil, tentunya setiap ibu ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil.

Cari tahu lebih lanjut tentang penjelasan tentang hukum puasa bagi ibu menyusui berikut ini, Moms.

Baca Juga: Perhatikan Nutrisi saat Puasa untuk Ibu Menyusui

Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui Eksklusif

hukum puasa bagi ibu menyusui-1

Foto: Orami Photo Stock

Penelitian terhadap perempuan yang puasa sambil menyusui yang diterbitkan European Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa produksi ASI selama puasa menurun.

Namun, pada penelitian lainnya yang diterbitkan IOS Press menunjukkan bahwa hal tersebut bisa terjadi karena kebutuhan nutrisi makro dan mikro ibu menyusui tidak terpenuhi saat berpuasa sehingga produksi ASI mereka menurun.

Sebenarnya, hukum puasa bagi ibu menyusui diperbolehkan, hanya saja melihat beberapa kondisi tertentu.

Bagi Moms yang sedang menjalani ASI eksklusif, sebaiknya tidak berpuasa terlebih dulu. ASI eksklusif diberikan pada 6 bulan pertama kehidupan bayi dan merupakan momen yang penting untuk dilaksanakan.

Setiap asupan gizi yang diterima bayi berasal dari ibunya sehingga Moms sangat dianjurkan untuk mengonsumsi asupan bergizi secara rutin setiap hari.

“Bayi yang sedang masih mendapatkan ASI eksklusif sedang dalam pemantauan ketat untuk kenaikan berat badan. Sehingga ibu tidak disarankan untuk berpuasa karena kondisi bayinya,” ujar dr. Sarah Audia Hasna, konselor laktasi di Eka Hospital BSD.

Lalu, seperti apa hukum puasa bagi ibu menyusui dalam Islam?

Baca Juga: Ibu Menyusui yang Berpuasa, Harus Tahu Aturan dan Tips Ini!

Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui dalam Islam

hukum puasa bagi ibu menyusui dalam Islam-2

Foto: Orami Photo Stock

Sementara itu, mengutip NU Online, Mahbub Ma’afi Ramdlan menjelaskan bahwa dalam hukum puasa bagi ibu menyusui, ibu menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika berpuasa itu bisa berbahaya bagi kesehatan sang ibu dan anaknya, atau salah satunya.

Menurut madzhab syafi’i, jika seorang ibu menyusui berpuasa dan dikhawatirkan akan berdampak negatif pada dirinya dan anaknya, atau dirinya, atau anaknya, saja maka wajib untuk membatalkan puasanya, dan nantinya berkewajiban meng-qadla' puasanya.

Namun, jika dikhawatirkan membahayakan hanya sang anak saja, maka sang ibu menyusui tersebut tidak hanya berkewajiban meng-qadla' tetapi ada kewajiban lain yaitu membayar fidyah.

Hal ini sebagaimana dikemukakan Abdurrahman al-Juzairi:

"Madzhab syafi'i berpendapat, bahwa perempuan hamil dan menyusui ketika dengan puasa khawatir akan adanya bahaya yang tidak diragukan lagi, baik bahaya itu membahayakan dirinnya beserta anaknya, dirinya saja, atau anaknya saja. Maka dalam ketiga kondisi ini mereka wajib meninggalkan puasa dan wajib meng-qadla'nya.

Namun dalam kondisi ketiga, yaitu ketika puasa itu dikhawatirkan memmbayahakan anaknya saja maka mereka juga diwajibkan membayar fidyah."

(Abdurrahman al-Juzairi, al-Fiqh ‘ala Madzahib al-Arba’ah, Bairut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-2, h. 521)

Tidak hanya mengetahui hukum puasa bagi ibu menyusui dari madzhab syafi'i, untuk mengetahui lebih lanjut jika puasa yang dilakukan ibu menyusui itu membahayakan atau tidak, bisa diketahui berdasarkan kebiasaan sebelum-sebelumnya, keterangan medis, atau dugaan yang kuat.

Dalam situs Islam QA, dijelaskan bahwa hukum puasa bagi ibu menyusui dan wanita hamil, ada dua kondisi:

Pertama, jika tidak ada pengaruh baginya bepuasa dan tidak kesulitan baginya untuk berpuasa, serta tidak dikhawatirkan dampaknya terhadap anaknya, maka wajib baginya berpuasa.

Kedua, jika ibu menyusui atau hamil merasa khawatir tentang dampak pada dirinya atau anaknya jika berpuasa, maka dia boleh berbuka dan mengqadha hari-hari yang dia berbuka.

Dalam kondisi seperti ini, lebih utama baginya jika berbuka dan makruh berpuasa. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa jika dia khawatir terhadap anaknya, wajib baginya berbuka dan haram baginya berpuasa.

Baca Juga: 5 Tips Lancar Menyusui Saat Puasa

Puasa Sambil Menyusui, Boleh Ketika Bayi Sudah MPASI

Jalani ASI Eksklusif, Boleh Tetap Berpuasa-1.jpg

Foto: verywellfamily.com

Hukum puasa bagi ibu menyusui selanjutnya, jika usia Si Kecil sudah lewat 6 bulan dan bayi sudah memulai MPASI, Moms boleh tetap berpuasa.

Namun, tetap ada hal yang harus diperhatikan yaitu asupan saat berbuka puasa dan sahur. Hal ini untuk menjaga agar produksi ASI tetap berkualitas bagi Si Kecil.

"Ketika puasa sambil menyusui boleh saja, jika bayi sudah memulai MPASI. Pastikan asupan nutrisi saat sahur, berbuka puasa, dan sebelum tidur tetap terjaga dengan baik. Makan besar harus tetap 3 kali yang dilengkapi dengan karbohidrat, protein hewani, sedikit lemak, sayur, dan buah,” ungkap dr. Sarah, saat berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community.

Menurut dr. Sarah pula, Moms bisa mengonsumsi suplemen ASI untuk mempertahankan kualitas produksi ASI. Jangan lupa untuk selalu pumping setiap malam dan menjelang subuh ya Moms!

Tidak hanya bayi yang sedang menjalani ASI eksklusif, kondisi kesehatan bayi lainnya tetap harus menjadi perhatian ketika Moms ingin memulai puasa. Jika bayi sedang sakit atau sedang menjalani program kenaikan berat badan, sebaiknya tunda dulu untuk berpuasa.

Baca Juga: Agar ASI Lancar, Ini 6 Makanan yang Baik Dikonsumsi Ibu Menyusui Saat Puasa

Asupan Nutrisi saat Berpuasa Bagi Ibu Menyusui

Jalani ASI Eksklusif, Boleh Tetap Berpuasa-2.jpg

Foto: nhawic.com

Sesuai dengan hukum puasa bagi ibu menyusui, ibu menyusui yang ingin berpuasa harus menjaga dengan baik asupan nutrisi yang dikonsumsi baik waktu sahur, buka puasa, dan sebelum tidur.

Asupan nutrisi yang baik dapat menjadi ASI booster bagi Moms. ASI booster bisa berupa makanan kesukaan Moms yang membuat Moms lebih bahagia dan relaks. Hal tersebut berpengaruh pada naiknya jumlah ASI.

ASI dapat lancar ketika bayi menyusu langsung atau dikosongkan payudara secara sempurna, yang memperlancar hormon oksitosin.

“Konsumsi vitamin dan biji-bijian juga penting agar menjaga tubuh tetap berenergi dan meningkatkan metabolisme. Untuk waktu berbuka puasa dan sahur, Moms bisa dikonsumsi kurma menjadi menu pilihan.

Salah satunya adalah kurma yang terbukti mampu menjadi ASI booster,” ungkap dr. Sarah, yang sudah menjadi konselor laktasi sejak tahun 2011 ini.

Jika Moms merasa kuat dan ingin berpuasa. Coba konsumsi beberapa makanan berikut agar tubuh tetap prima dan produksi ASI lancar.

1. Oatmeal, Sebagai Menu Sahur Bernutrisi

Oatmeal menjadi daftar teratas sebagai menu sahur bagi ibu menyusui yang hendak berpuasa.

Oat, dikemas dengan serat gandum dan protein, membuat Moms merasa kenyang untuk waktu yang lama. Selain itu, oatmeal juga mencerna secara perlahan dan menjaga gula darah stabil, sehingga berpengaruh pada pasokan ASI.

2. Telur, untuk Asupan Protein

"Telur adalah protein lengkap, dengan semua asam amino yang dibutuhkan Anda dan bayi, dan dapat meningkatkan asupan kolin harian Anda, nutrisi penting yang membantu kesehatan serta perkembangan bayi," kata Elizabeth Shaw, MS, RDN, CLT, penulis Fertility Foods.

Mengutip Mayo Clinic, Moms bisa memilih makanan kaya protein alternatif lain, seperti daging tanpa lemak, susu, kacang-kacangan, lentil, dan makanan laut yang rendah merkuri.

Baca Juga: Ketika Ibu Sakit, Dapatkah Tetap Memberi ASI pada Bayi?

3. Avokad, Sumber Lemak Nabati

Jika ingin mengonsumsi buah, coba makan avokad. Avokad adalah sumber lemak nabati yang sehat untuk jantung, mengandung 75 persen lemak tak jenuh, alpukat adalah makanan alami yang luar biasa untuk dimakan saat menyusui.

"Ini pilihan kaya nutrisi yang mengandung serat, folat, dan protein. Avokad bertindak sebagai 'penambah nutrisi' dengan membantu meningkatkan penyerapan nutrisi yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, K, dan E," jelas Shaw.

Pada jurnal Nutrients, selama periode menyusui Moms harus mendapatkan beberapa nutrisi utama, seperti vitamin dan asam lemak, yang dapat memengaruhi nutrisi ASI yang dikonsumsi Si Kecil.

4. Yogurt, Makanan Penutup yang Nikmat

Semangkuk yogurt sangat cocok untuk sahur, atau sebagai makanan berbuka puasa.

"Dipenuhi dengan probiotik, bakteri ramah usus yang membantu memperkuat kekebalan ibu dan bayi, protein, kalsium, dan vitamin B-12, itu akan membuat bakteri baik mendukung kesehatan dan pencernaan," kata Shaw.

Itu dia Moms, hukum puasa bagi ibu menyusui dan seperti apa rekomendasi nutrisi yang bisa didapatkan bila Moms hendak berpuasa sambil menyusui Si Kecil.

Artikel Terkait